Arief Budiono
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN FABA TERHADAP SIFAT FISIK DAN DERAJAT KEASAMAN (PH) KOMPOS Lutfiah Khasanah; Arief Budiono
DISTILAT: JURNAL TEKNOLOGI SEPARASI Vol 8, No 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.493

Abstract

Limbah pembakaran batubara menjadi salah satu permasalahan di PLTU, karena ditakutkan jika terlalu banyak dapat memberi dampak negatif pada lingkungan. Maka dari itu, perlu adanya pengolahan limbah fly ash dan bottom ash (FABA) menjadi barang yang bermanfaat dan berpotensi dalam perbaikan lingkungan. Selain itu masalah sampah organik di lingkungan sekitar juga banyak yang tidak dimanfaatkan dengan baik, padahal banyak cara pengolahan sampah yang dapat dilakukan untuk menghasilkan barang yang bernilai dan berpotensi sebagai sumber penghasilan. Salah satu pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan diatas adalah dengan memanfaatkan limbah FABA dan sampah organik menjadi pupuk kompos, karena dapat bermanfaat dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sampah organik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sisa sayuran, kulit pisang, kotoran kambing dan limbah padi berupa bekatul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan FABA terhadap sifat fisik dan derajat keasaman (pH) kompos. Metode yang digunakan adalah anaerob fakultatif, dengan 5 perlakuan yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% FABA. Perbandingan EM4:gula:air adalah 1:1:50. Hasil kompos yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% dengan proses fermentasi selama 3 minggu, diperoleh nilai pH sebesar 7,25 dan suhu 30 °C. Kompos yang sudah matang berwarna coklat kehitaman, berbau seperti tanah dan memiliki tekstur remah.
ANALISIS KADAR GAS METANA SELAMA 17 HARI WAKTU FERMENTASI PADA DIVISI BIOGAS PLANT PT ENERGI AGRO NUSANTARA MOJOKERTO Mohammad Hidayatulloh; Arief Budiono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 6 No. 2 (2020): August 2020
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v6i2.94

Abstract

PT Energi Agro Nusantara (Enero) menghasilkan produk utama yaitu bioetanol dan juga menghasilkan produk samping dari proses produksi berupa Stillage/Vinase dari bagian evaporator dan spent lees dari bagian destilasi yang begitu banyak, maka dari itu pengolahan pada produk samping ini harus dilakukan dengan baik. Mengingat pada PT Energi Agro Nusantara (Enero) menarapkan prinsip Zero Waste yaitu tidak adanya limbah yang terbuang, maka terdapat pemanfaatan limbah menjadi pupuk hayati cair, bio gas, dan air proses yang di olah pada divisi Fertilizer Plant dan Biogas Plant. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan treatment dan menganalisis produksi gas metana dengan data perbandingan volatile fatty acids (VFA)/Alkalinity dan pH. Penambahan NaOH 48% apabila pH dan alkalinitas turun drastis, penambahan urea apabila gas metana yang dihasilkan menurun dan Penambahan zeolit untuk menstabilkan kadar nitrogen sehingga setelah melakukan treatment pada pH, VFA, dan Alkalinitas didapatkan hasil produksi biogas terutama gas metana yang diharapkan yaitu sebesar 60%. Didapatkan hasil kadar metana yang naik turun dikarenakan belum dilakukan melakukan treatment yang ada.
ANALISA BOD UNIT IPAL SISTEM CPI (CORRUGATED PLATE INTERCEPTOR) DAN EFISIENSI KINERJANYA DI PPSDM MIGAS CEPU Shahifa Habiba; Arief Budiono; Rieza Mahendra Kusuma
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 7 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v7i2.282

Abstract

Salah satu unit pengolahan minyak bumi di Indonesia adalah kilang minyak milik Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM MIGAS) yang berada di Cepu, Blora, Jawa Tengah. Industri migas menghasilkan air limbah yang umumnya mengandung senyawa berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan makhluk hidup dan kelestarian lingkungan. PPSDM MIGAS Cepu memiliki serangkaian Instalansi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang terdiri dari dua jenis, yaitu American Petroleum Institute (API) dan Corrugated Plate Interceptor (CPI). Salah satu parameter yang ditetapkan pada PERMENLH Nomor 19 Tahun 2010 mengenai baku mutu pembuangan air limbah proses dari kegiatan pengolahan minyak bumi adalah BOD. Biological Oxygen Demand (BOD) adalah salah satu parameter uji air limbah yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk menguraikan senyawa organik. Analisa BOD dilakukan dengan cara metode Winkler sesuai dengan SNI 06-6989-72-2009. Metode tersebut dilakukan dengan cara titrasi blanko, sampel awal limbah, dan sampel limbah setelah inkubasi selama 5 hari dalam kondisi gelap dan suhu 20oC. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja unit CPI yang ada di PPSDM MIGAS Cepu berdasarkan parameter BOD. Hasil perhitungan nilai BOD pada inlet CPI sebesar 10,0817 mg/l dan outlet CPI sebesar 0,0337 mg/l. Efisiensi kinerja CPI berdasarkan parameter BOD adalah 99,6740%.
PENENTUAN DOSIS OPTIMUM KOAGULAN ALUMINIUM SULFAT UNIT DISSOLVED AIR FLOTATION WASTE WATER TREATMENT PLANT PT KAWASAN INDUSTRI INTILAND Illa Fatma; Arief Budiono; Rio Baskoro
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i1.329

Abstract

Proses pengolahan limbah pada Instalasi pengolahan air limbah di Kawasan Industri Intiland salah satunya menggunakan sistem DAF (Dissolved Air Flotation) yang berfungsi untuk memisahkan partikel tersuspensi yang sulit untuk dipisahkan seperti minyak dan lemak dengan air limbah, dimana rangkaian proses pada unit ini terlebih dahulu harus melalui pretreatment koagulasi-flokulasi sehingga terbentuk gumpalan flok yang akan dipisahkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menentukan dosis optimum koagulan Aluminium Sulfat terhadap penurunan kandungan TSS dan COD pada limbah cair unit DAF PT Kawasan Industri Intiland. Penelitian ini dilakukan dengan cara menganalisis karakteristik awal kandungan limbah pada unit DAF dan selanjutnya dilakukan pengolahan menggunakan metode koagulasi-flokulasi menggunakan alat Jar Test dengan variasi dosis koagulan 110 ppm, 300 ppm, 550 ppm, 1100 ppm, dan 1650 ppm. Hasil pengolahan diuji menggunakan alat Colorimeter untuk mengetahui penurunan kandungan TSS dan COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan kandungan TSS dan COD paling baik pada penggunaan koagulan Aluminium Sulfat pada dosis 550 ppm dari konsentrasi awal sebelum proses koagulasi-flokulasi sebesar 775 ppm menjadi 539 ppm dengan persentase penurunan sebesar 58,49% untuk parameter TSS dan konsentrasi awal 53 ppm menjadi 22 ppm dengan persentase penurunan sebesar 30,45% untuk parameter COD.
PENGARUH PENAMBAHAN AIR IMBIBISI TERHADAP KEHILANGAN GULA DALAM AMPAS DI PABRIK GULA LESTARI Meda Dwi Jayanti; Arief Budiono; Antonius Junet
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.497

Abstract

Gula merupakan salah satu bahan pokok yang banyak digunakan oleh masyarakat indonesia. Pabrik Gula Lestari merupakan unit usaha PT Perkebunan Nusantara X yang menghasilkan produk utama berupa gula GKP (Gula Kristal Putih). Proses produksi gula dilakukan beberapa tahapan yaitu, penimbangan tebu, penggilingan tebu, pemurnian nira, penguapan, kristalisasi, pemisahan kristal dan pengemasan. Pada proses penggilingan tebu terdapat kehilangan gula dalam ampas, untuk mengurangi kehilangan ini maka ditambahkan air imbibisi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan air imbibisi terhadap kehilangan gula dalam ampas. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Variasi penambahan air imbibisi yaitu 28 -31% dari berat tebu yang digiling. Dari variasi penambahan air imbibisi tersebut, ampas tebu gilingan terakhir dianalisis menggunakan polarimeter. Hasil penelitian menunjukkan nilai pol ampas yang sesuai yaitu ≤ 2%, terjadi pada penambahan air imbibisi 30,15 – 31,36%.
PENGARUH PENAMBAHAN FABA TERHADAP SIFAT FISIK DAN DERAJAT KEASAMAN (pH) KOMPOS Lutfiah Khasanah; Arief Budiono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 8 No. 3 (2022): September 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v8i3.493

Abstract

Limbah pembakaran batubara menjadi salah satu permasalahan di PLTU, karena ditakutkan jika terlalu banyak dapat memberi dampak negatif pada lingkungan. Maka dari itu, perlu adanya pengolahan limbah fly ash dan bottom ash (FABA) menjadi barang yang bermanfaat dan berpotensi dalam perbaikan lingkungan. Selain itu, masalah sampah organik di lingkungan sekitar juga banyak yang tidak dimanfaatkan dengan baik, padahal banyak cara pengolahan sampah yang dapat dilakukan untuk menghasilkan barang yang bernilai dan berpotensi sebagai sumber penghasilan. Salah satu pengolahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan memanfaatkan limbah FABA dan sampah organik menjadi pupuk kompos, karena dapat bermanfaat dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Sampah organik yang digunakan dalam penelitian ini meliputi sisa sayuran, kulit pisang, kotoran kambing dan limbah padi berupa bekatul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan FABA terhadap sifat fisik dan derajat keasaman (pH) kompos. Metode yang digunakan adalah anaerob fakultatif, dengan 5 perlakuan yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% FABA. Perbandingan EM4:gula:air adalah 1:1:50. Hasil kompos yang terbaik yaitu pada konsentrasi 10% dengan proses fermentasi selama 3 minggu, diperoleh nilai pH sebesar 7,25 dan suhu 30°C. Kompos yang sudah matang berwarna coklat kehitaman, berbau seperti tanah dan memiliki tekstur remah.
PENENTUAN LAJU ALIR BUKAAN POMPA DOSING UNTUK PROSES DISINFEKSI SUMUR DALAM TANDON BETEK Galuh Cakra Panigas; Arief Budiono; Djaka Setyanta
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 9 No. 4 (2023): December 2023
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v9i4.4201

Abstract

Pompa digunakan untuk memindahkan sebuah fluida dari satu tempat ke tempat yang lain. Pompa memiliki banyak jenis, salah satunya adalah pompa dosing. Pompa dosing digunakan untuk memindahkan fluida dengan cara injeksi, dimana aliran fluida yang terpindahkan akan berbentuk tetesan fluida. Penelitian ini dilakukan untuk mencari nilai baku laju alir pompa, mengingat bawasanya laju alir dari injeksi disinfektan dapat mempengaruhi kualitas air. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode trial and error. Laju alir ditentukan dengan variabel bukaan 30%, 40% dan 50% pada pompa, yang kemudian dilakukan pengujian evaluasi berupa kadar sisa klor pada fountain tap. Jika pompa bekerja secara baik dan normal, maka semakin tinggi nilai bukaan, maka semakin tinggi nilai kadar sisa klor yang terukur dari hasil evaluasi di lapangan. Penelitian ini diharapkan dapat dilakukan kalibrasi secara berkala, sehingga dapat dilakukan monitoring pada sistem pompa. Dari hasil observasi pengukuran kadar sisa klor dilakukan di lapangan, didapatkan bahwa untuk titik pertama yang berlokasi di Tandon Betek adalah 0,9 ppm, 1,6 ppm dan 2 ppm, sedangkan untuk kadar sisa klor pada titik kedua yang berlokasi di konsumen terjauh adalah 0 ppm, 0,3 ppm dan 0,6 ppm. Nilai hasil uji yang telah dilakukan akan dilakukan pendekatan dengan baku mutu yang diterapkan oleh perusahaan. Hasil pendekatan yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai baku laju alir pompa terdapat pada bukaan 40%.
PERHITUNGAN F/M RATIO PENGOLAHAN LIMBAH LUMPUR AKTIF WWTP-2 DI PABRIK FARMASI Daffa Daniswara; Arief Budiono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 1 (2024): March 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i1.4952

Abstract

Pabrik farmasi yang menghasilkan produk berupa obat-obatan yang mengandung penicillin akan menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Namun dalam pengoperasiannya belum diketahui apakah pengolahan limbah tersebut sudah efektif atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan perhitungan F/M ratio (Food to microorganism ratio) yang menjadi salah satu parameter yang dapat dilakukan untuk dapat mengetahui keoptimalan sebuah pengolahan limbah yang menggunakan metode lumpur aktif. Metode lumpur aktif  berkaitan dengan adanya endapan lumpur padat yang berguna untuk menguraikan limbah. Dengan adanya lumpur berupa padatan ini akan menguraikan zat berbahaya  yang dapat ditentukan kualitasnya dengan perhitungan F/M Ratio. Perhitungan F/M Ratio memerlukan beberapa data seperti kadar MLSS (Mixture Liquid Suspended Solid), kadar BOD (Biological Oxygen Demand), dan laju alir dari limbah yang masuk ke WWTP. Hasil penelitian menunjukkan nilai perhitungan F/M Ratio yang cenderung rendah sekitar 0,01. Berdasarkan hasil penelitian pengolahan limbah yang terjadi sudah cukup optimal.
STUDI LITERATUR PENGARUH BERBAGAI KOAGULAN TERHADAP PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU Adinda Resti Ariefianti; Maura Krisan Hayu Rexita; Arief Budiono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6325

Abstract

Limbah cair tahu memiliki kadar polutan di atas baku mutu yang telah ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia sehingga menyebabkan pencemaran air, padahal air bersih merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis, dosis dan kecepatan pengadukan koagulan kimia dan alami beserta efektivitasnya untuk menurunkan kadar polutan dalam limbah cair tahu. Fokus pada studi literatur ini yaitu pengolahan limbah cair tahu menggunakan metode jar test dengan proses koagulasi flokulasi. Variabel bebas yaitu jenis dan dosis koagulan serta kecepatan pengadukan, dan variabel terikat adalah nilai COD, nilai BOD, dan kadar Total Suspended Solid. Jenis koagulan kimia yang dianalisis yaitu PAC, tawas, dan ferri klorida. Koagulan alami yang dianalisis yaitu koagulan-flokulan yang berasal dari biji kelor (4- Alfa-4--rhamnosyloxy-benzyl-isothiocyanate), biji asam jawa (tanin), kitosan (gugus amino) dan biji trembesi (tanin). Semua koagulan tersebut dapat menurunkan kadar polutan, namun koagulan terbaik yang dapat menurunkan ketiga parameter polutan, sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah dan mempunyai ketersediaan yang banyaj serta dapat diperoleh dengan harga yang relatif murah adalah koagulan biji kelor dimana dengan dosis 2000 mg/L koagulan ini dapat menurunkan COD hingga 91%, BOD 91,67% dan TSS 86%.