Abstrak Bukit Kelam merupakan Batu Monolit terbesar di Dunia dengan ketinggian 1002 Meter Diatas Permukaan Laut dengan luas 520 Hektar yang secara administratif berada di wilayah kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Propinsi Kalimantan Barat. Bukit Kelam menjadi salah satu Ikon wisata yang ada di Kabupaten Sintang dengan keindahan permandangan dan kekayaan keanekaragaman hayati yang dimilikinya. Salah satu tempat wisata yang di kelola Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang adalah Taman Wisata Alam (TWA). Keberadaan TWA Bukit Kelam mulai tahun 2018 sampai tahun 2022 kurang dikelola dengan baik oleh Pemerintah dalam hal ini pihak Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang. Kurangnya pengelolaan tempat wisata ini menyebabkan daya tarik destinasi menjadi menurun. Selain itu ada beberapa tempat wisata yang dikelola oleh Badan Usaha swasta dan perorangan. Selain faktor pengelolaan wisata yang masih kurang, sarana dan prasarana juga kurang mendukung terutama prasarana jalan raya menuju tempat wisata. Kondisi jalan Lingkar Bukit Kelam saat ini kondisinya rusak sehingga sulit di lewati baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini menjadi kendala untuk pengembangan wisata Bukit Kelam. Kata Kunci: Potensi Ekonomi Daerah, Pengembangan, Wisata. AbstractBukit Kelam is the largest monolith stone in the world with a height of 1002 meters above sea level with an area of 520 hectares which is administratively located in the Kelam Permai sub-district, Sintang Regency, West Kalimantan Province. Bukit Kelam is one of the tourist icons in Sintang Regency with its beautiful scenery and rich biodiversity. One of the tourist attractions managed by the Sintang Regency Government is the Nature Tourism Park (TWA). The existence of Bukit Kelam TWA from 2018 to 2022 is not managed properly by the Government, in this case the Sintang District Youth, Sports and Tourism Office. The lack of management of these tourist attractions causes the attractiveness of the destination to decrease. In addition, there are several tourist attractions that are managed by private companies and individuals. In addition to tourism management factors that are still lacking, facilities and infrastructure are also less supportive, especially road infrastructure to tourist attractions. The condition of the Bukit Kelam Ring Road is currently in a damaged condition making it difficult for both two-wheeled and four-wheeled vehicles to pass. This condition is an obstacle for the development of Bukit Kelam tourism. Keywords: Economic potential sector, Development, Tourism.