Peningkatan timbulan sampah di Indonesia menuntut pemahaman pola dominasi sumber sampah agar strategi pengelolaan lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola dominasi sumber sampah dan dinamika perpindahan klaster pada tingkat kabupaten/kota di Indonesia selama 2019–2022. Data yang digunakan merupakan data sekunder komposisi sumber sampah dari 132 kabupaten/kota. Tahapan penelitian meliputi prapengolahan, normalisasi Min-Max Scaling, dan penerapan metode clustering Hierarchical Density-Based Spatial Clustering of Applications with Noise (HDBSCAN) yang dievaluasi menggunakan Silhouette Score. Hasil menunjukkan kabupaten/kota cenderung mengelompok ke dalam beberapa klaster dominan berdasarkan sumber sampah utama, khususnya rumah tangga, pasar tradisional, kawasan, perniagaan, dan perkantoran. Jumlah kabupaten/kota berstatus outlier menurun dari 14 (2019) menjadi 7 (2022), mengindikasikan semakin banyak wilayah memiliki pola dominasi sumber sampah yang serupa. Analisis perpindahan klaster menunjukkan sebagian kabupaten/kota konsisten berada pada klaster yang sama, sementara wilayah seperti Kota Kediri dan Kota Tangerang Selatan lebih sering berpindah klaster, merefleksikan perubahan komposisi dominasi sumber sampah. Temuan ini dapat menjadi dasar perumusan prioritas intervensi pengelolaan sampah yang lebih terarah sesuai karakteristik masing-masing klaster.