Nurhalimah Nurhalimah
Poltekkes Kemenkes Jakarta III, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Relaksasi “Benson” Menurunkan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi Wartonah Wartonah; Eska Riyanti; Nelly Yardes; Santa Manurung; Nurhalimah Nurhalimah
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v7i2.940

Abstract

Peningkatan jumlah lansia menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti meningkatnya penyakit gangguan sirkulasi darah, diantaranya hipertensi. Apabila tidak terkontrol dengan baik, hipertensi akan mengakibatkan kerusakan organ yang bersifat irreversible bertahap dan mengancam jiwa. Relaksasi Benson merupakan salah satu pengobatan non farmakologis dengan metode respon relaksasi internal untuk membantu menurunkan hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Desain penelitian quasi eksperimental dengan one group pretest-posttest. Sampel adalah lansia dengan hipertensi berjumlah 30 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Kecamatan Cipayung Jakarta Timur selama 3 (tiga) bulan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji Paired t test. Hasil analisis menyimpulkan ada perbedaan bermakna pada pengukuran pertama sistolik sebelum dan sesudah intervensi (p= 0,007) dengan selisih nilai rata-rata 5,233. sedangkan pada pengukuran pertama diastolik sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan tidak ada perbedaan (p= 0,454) dengan selisih rata-rata 6,670. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah secara signifikan pada lansia hipertensi sebesar 5 sampai dengan 7 mmhg setelah melakukan relaksasi benson selama 3 bulan.
Relaksasi “Benson” Menurunkan Tekanan Darah Lansia dengan Hipertensi Wartonah Wartonah; Eska Riyanti; Nelly Yardes; Santa Manurung; Nurhalimah Nurhalimah
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v7i2.940

Abstract

Peningkatan jumlah lansia menimbulkan berbagai masalah kesehatan seperti meningkatnya penyakit gangguan sirkulasi darah, diantaranya hipertensi. Apabila tidak terkontrol dengan baik, hipertensi akan mengakibatkan kerusakan organ yang bersifat irreversible bertahap dan mengancam jiwa. Relaksasi Benson merupakan salah satu pengobatan non farmakologis dengan metode respon relaksasi internal untuk membantu menurunkan hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh relaksasi Benson terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi. Desain penelitian quasi eksperimental dengan one group pretest-posttest. Sampel adalah lansia dengan hipertensi berjumlah 30 orang. Tehnik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Lokasi penelitian di wilayah Puskesmas Kecamatan Cipayung Jakarta Timur selama 3 (tiga) bulan. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji Paired t test. Hasil analisis menyimpulkan ada perbedaan bermakna pada pengukuran pertama sistolik sebelum dan sesudah intervensi (p= 0,007) dengan selisih nilai rata-rata 5,233. sedangkan pada pengukuran pertama diastolik sebelum dan sesudah intervensi menunjukkan tidak ada perbedaan (p= 0,454) dengan selisih rata-rata 6,670. Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat penurunan tekanan darah secara signifikan pada lansia hipertensi sebesar 5 sampai dengan 7 mmhg setelah melakukan relaksasi benson selama 3 bulan.
Improving The Quality of Life and Resilience of The Elderly with Emotion Regulation Exercises Indriana Rakhmawati; Nurhalimah Nurhalimah; Tantri Widyarti Utami
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 1 (2024): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v9i1.1087

Abstract

The quality of life of the elderly will increase if they have psychological resilience to stress. Emotional regulation is the ability of older people to manage emotional responses in dealing with various stressors in life which will increase psychological resilience (the ability to overcome problems/stress) and quality of life. Objective. This research was conducted to find out whether emotional regulation interventions for the elderly have an effect on their quality of life and psychological resilience. This type of research is quantitative with a one group pretest-posttest design. The sample consisted of 36 elderly people who were selected using the purposive sampling method. The research process begins with administrative permits and questionnaire testing. Next, respondents were given emotional regulation training (4 meetings) and their resilience and quality of life were measured before and after the training. The instruments used to measure it are the Resilience Questionnaire (RSOA) and the Quality of Life Questionnaire (WHOQOL-Bref). Data were analyzed univariately using frequency and mean methods, bivariately using Spearmann rho correlation. The research results show that emotional regulation training can improve the resilience and quality of life of the elderly.
Parental Influence on Smoking Behavior in Teenagers Nurhalimah Nurhalimah; Fauziah Yuliana Putri; Omi Haryati; Endang Banon; Ela Nurlaela
Jurnal Keperawatan Vol 9 No 1 (2024): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v9i1.1322

Abstract

Adolescence is a problematic and difficult period because it often gives rise to several problems that are difficult to overcome, such as drug and cigarette dependence. The proportion of smoking among teenagers aged less than 15 years is greater than among those aged above because teenagers tend to have a greater curiosity, so they are more likely to smoke than adults. Parents are one of the factors causing smoking behavior in teenagers, because parents are figures for their children, so if parents smoke, teenagers tend to imitate their parents' behavior. Parents who smoke significantly increase teenagers' tendency to smoke by 1.397 times compared to teenagers whose parents are not smokers. Smoking has a huge negative impact on teenagers. Knowing how much influence parents have on adolescent smoking behavior. This research uses quantitative methods, and analytical descriptive design with a cross-sectional approach. The research population was teenagers with smoking behavior, totaling 83 respondents. The sampling technique uses purposive sampling. The questionnaire used was created by researchers from modifications from various sources. There is a significant relationship between parental influence and smoking behavior in adolescents. With an OR of 2,824, this means that parents have a 2,824 times chance of causing smoking behavior in teenagers. There is a need to educate parents not to smoke at home and in front of their children.