Dwi Marliyawati
KSM THT RSUP Dr. Kariadi / Bagian IKTHT – KL Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Diagnosis dan Tata Laksana Tinitus Pulsatil Muyassaroh; Dwi Marliyawati
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 29 No 1 (2023): JANUARI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v29i1.2320

Abstract

Tinitus pulsatil merupakan kasus yang jarang dijumpai, terjadi akibat adanya gangguan vaskular atau malformasi pembuluh darah. Tinitus pulsatil umumnya terjadi unilateral, terdengar seirama dengan jantung, berdenyut dan mengganggu aktivitas. Tata laksana yang dilakukan adalah mengatasi penyebab tinitus dan manajemen diri untuk mengurangi gejala tinitus. Tujuan laporan kasus ini memaparkan kasus tinitus pulsatil. Kasus pertama, perempuan 51 tahun keluhan utama telinga kanan berdengung disertai nyeri kepala dan hiperlipidemia. Otoskopi dan hasil pemeriksaan audiologi telinga kanan normal. Hasil Transcranial Color-Coded Duplex (TCCD)  didapatkan stenosis arteri cerebri. Hasil Digital Substraction Angiography (DSA) didapatkan stenosis di sinus transversosigmoid junction kanan. Hasil MRI tak tampak neurovascular compression. Kasus kedua, perempuan 57 tahun telinga kanan berdengung, bila leher ditekan suara dengung berkurang, otoskopi dan hasil pemeriksaan audiologi dalam batas normal.  Hasil TCCD & DSA didapatkan stenosis arteri cerebri. Hasil MRI terdapat singgungan antara anterior inferior cerebellar artery dengan proksimal nervus vestibulocochlearis kanan.  Kedua kasus dilakukan konseling, habituasi dengan hasil tinitus menetap, pasien teradaptasi dengan tinitusnya. Telah dilaporkan 2 kasus tinitus pulsatil yang diakibatkan oleh stenosis arteri carotis. Kedua kasus ini dilakukan tata laksana habituasi, konseling.  Hasil dari evaluasi adalah tinitus menetap dan teradaptasi.