Elly Tania
Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Tingkat Stress, Kecemasan dan Depresi Mahasiswa saat Adaptasi Tahun Kedua Pandemi COVID-19 Glarisa Gaite; Elly Ingkiriwang; Elly Tania
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i3.2381

Abstract

Kasus COVID-19 pertama kali muncul di Indonesia pada Maret 2020. Memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, berbagai adaptasi terhadap proses belajar di perguruan tinggi dilakukan. PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia) mencatat 1.522 penduduk Indonesia mengalami gangguan kesehatan mental akibat pandemi COVID-19 ini, tidak terkecuali para mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stress, cemas dan depresi pada mahasiswa pada tahun kedua adaptasi pandemi. Penelitian deskriptif ini menggunakan metodeĀ  purposive sampling, dimana mengikutsertakan 97 orang mahasiswa kedokteran angkatan Tahun 2018 di Fakultas Kedokteran sebagai responden. Penelitian ini bertujuan menentukan tingkat stres, kecemasan, dan depresi responden penelitian di tahun ke-2 pandemi. Data penelitian dikumpulkan pada Bulan Mei 2021 dengan menggunakan kuesioner DASS-21 (Depression Anxiety Stress Scales). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55.67% responden penelitian berada pada level stress normal, kecemasan (86,6%) dan depresi (57,73%). Studi ini juga meneliti faktor-faktor seperti jenis kelamin, usia, interaksi sosial, dan ekonomi. Responden yang mengalami kecemasan dan depresi lebih banyak ditemukan pada mahasiswa dengan status ekonomi keluarga menurun dan tidak aktif berinteraksi sosial. Peranan organisasi kemahasiswaan di kampus serta penanggulangan pandemi yang efektif diharapkan dapat mengatasi stress, cemas dan depresi pada mahasiswa saat perkuliahan online di masa pandemi.