Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

A New Paradigm of Literacy: A Book Review of Literacy and Education Akhmad Idris
The Journal of Indonesia Sustainable Development Planning Vol 3 No 2 (2022): August 2022
Publisher : Pusbindiklatren Bappenas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46456/jisdep.v3i2.327

Abstract

The industrial revolution is a term to label industrial development from era to era. The first phase started in the early 18th century and has now entered the fourth phase, or 4.0. Davies (2015) stated that the 1.0 industrial revolution began with the use of steam engines and machines to replace human force. In the 2.0 industrial revolution, steam engines were replaced by electrical production machines as mass production engines. The 3.0 industrial phase was characterized by the emergence of computers in the 1970s. Finally, the rapid development of interconnected technology, sensor, and data analysis became the signs of the 4.0 industrial revolution emergence. The development has impacted conventional industries in the form of digitalization. Online transportation mode is one of the most prominent impacts of the fourth industrial revolution. This phase also creates massive shifts in many sectors, such as the use of video calls, fingerprints, and face scanners as security locks, social media to connect people from all around the world, and the digitalization of books, magazines, and journals
MAKNA NAMA HAJI PADA ETNIK MADURA Akhmad Idris; Apsari Fajar Prihantini
MABASAN Vol. 17 No. 1 (2023): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v17i1.689

Abstract

Penelitian ini dilakukan sebagai lanjutan atas hasil penelitian sebelumnya tentang bentuk-bentuk nama haji pada etnik Madura yang cenderung berupa nama-nama Nabi dalam Islam (Idris, 2018). Setelah dianalisis lebih jauh, nama-nama haji yang telah terkumpul menunjukkan makna yang mengalami peningkatan dari nama sebelum berhaji. Atas dasar itulah, penelitian lanjutan ini ditujukan untuk mendeskripsikan peningkatan makna semantis nama-nama haji yang telah ditemukan dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan sumber data berupa bentuk-bentuk nama haji pada etnik Madura berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Data dikumpulkan menggunakan teknik pustaka karena penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari hasil penelitian sebelumnya yang telah dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna nama haji mengalami peningkatan dari nama sebelumnya dan memiliki keterkaitan makna antara nama sebelum berhaji dengan nama haji. Nama haji yang mengalami peningkatan secara semantik terbagi menjadi empat, yakni a) peningkatan menjadi nama-nama nabi dan keluarganya, b) peningkatan menjadi asmaul husna, c) peningkatan menjadi nama surga, dan d) peningkatan menjadi nama-nama istilah keagamaan. Selain mengalami peningkatan secara semantik, nama-nama haji tersebut juga memiliki hubungan antarmakna dengan nama sebelum berhaji. Terdapat lima bentuk hubungan antarmakna, yaitu 1) sinonimi, 2) antonimi, 3) hipernimi dan hiponimi, 4) penjaminanan makna, dan 5) homonimi.