Sulaeha Sulaeha
MTS S.Hasan Yamani Campalagian Polman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPIT AR-RAHMAH Sulaeha Sulaeha
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPIT Ar-Rahmah Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggambarkan atau menjelaskan secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan sifat populasi tertentuHasil penelitian ini menemukan bahwa: pertama, dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas VIII di SMPIT Ar-Rahmah Makassar, guru menempuh beberapa strategi yaitu; strategi pada proses belajar mengajar dengan menggunakan metode ceramah. Dalam proses belajar pada masa Pandemi Covid 19, guru melakukan pembelajaran jarak jauh secara online dengan menggunakan media aplikasi google meet. Materi dibuat dalam bentuk presentasi power point atau konten video, lalu dibagikan lewat media whatsapp. Strategi lain yang digunakan yakni melibatkan peserta didik pada kegiatan ekstra kurikuler di sekolah Disamping itu, guru juga melakukan penugasan terhadap peserta didik agar merek terbiasa mengamalkan materi yang telah diberikan seperti praktik salat berjamaah. Untuk mengukur keberhasilan proses pembelajaran, guru melakukan evaluasi secara berkala. Kedua, faktor pendukung dari peningkatan mutu pembelajaran yaitu letak strategis sekolah yang sehingga memudahkan akses menuju fasilitas pendukung pendidikan. Disamping itu, sekolah juga dilengkapi dengan saran dan prasarana yang lengkap. Faktor pendukung lainnya, bahwa mayoritas peserta didik berasal dari keluarga sejahtera. Sedangkan, faktor penghambat yaitu kemampuan peserta didik yang tidak merata.