Fachry Rahman
Wydiaswara BDK Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGELOLAAN PELATIHAN YANG RAMAH LINGKUNGAN Fachry Rahman
EDUCANDUM Vol 8 No 1 (2022): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu lingkungan menjadi isu global dan menjadi perhatian dunia sampai saat ini. Indonesia juga terus berupaya dalam usaha pelestarian lingkungan hidup. Pemerintah telah lama mencanangkan program pembangunan berkelanjutan atau program pembangunan berwawasan lingkungan. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan model pengelolaan pelatihan yang ramah lingkungan hidup di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar sebagai wujud dukungan terhadap pemerintah dalam program pembangunan berwawasan lingkungan. Informan utama penelitian ini adalah Pengelola pelatihan yaitu unsur Pimpinan BDK Makassar yaitu Kepala dan Kasubag TU sebagai penanggungjawab pengelolaan pelatihan, Widyaiswara serta unsur pelaksana (Perencana Program dan Jabatan Fungsional Tertentu/JFT Pengelola Barang Jasa). Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan Focus Group Discussion (FGD), wawancara (interview), observasi (observation) dan dokumentasi (documentation). Model pengelolaan pelatihan yang ramah lingkungan hidup di BDK Makassar ditinjau dari 2 aspek yaitu penerapan pelatihan yang ramah lingkungan dan pengembangan model pengelolaan pelatihan yang ramah lingkungan hidup. Temuan penelitian menunjukkan bahwa BDK Makassar telah mempraktikkan kebijakan berwawasan lingkungan yang mendukung terciptanya lingkungan pelatihan yang bersih, hijau dan sehat. Pegawai sudah dilibatkan dalam berbagai aktivitas pelestarian lingkungan hidup seperti menanam pohon di lingkungan kantor, penghematan energi listrik dan air bersih, mengurangi penggunaan plastik dan menerapkan paperless. Penanaman pohon di lingkungan kantor belum menjalin kemitraan dengan Dinas Lingkungan Hidup atau instansi yang menangani pengelolaan lingkungan hidup. Implikasi yang diharapkan dalam penelitian ini adalah pengelolaan pelatihan yang ramah lingkungan hidup terus dikembangkan melalui aksi nyata dalam pengelolaan sampah, penyediaan Ruang Terbuka Hijau, penghematan listrik, air bersih, mengurangi penggunaan plastik, pengelolaan sanitasi dan Mandi Cuci Kakus (MCK), yang dapat dijadikan percontohan bagi lembaga pelatihan lainnya. Melalui model pengelolaan pelatihan yang ramah lingkungan hidup diharapkan lembaga pelatihan ikut andil dalam mendukung dan berpartisipasi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.