Studi ini mengkaji mengenai pemetaaan karakter siswa danpembangunan manusia di Indonesia didasarkan pada Indeks KarakterSiswa dan Indeks Pembangunan Manusia. Pemetaan karakter siswamenggunakan 5 (lima) dimensi dalam Indeks Karakter Siswa yaitureligiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong-royong dan integritas.Pemetaan dilakukan dengan menggunakan analisis biplot yaitu upayamenyajikan segugus data berdimensi banyak menjadi tampilan visualdua dimensi. Hasil pemetaan diperoleh kelompok provinsi dengan indekskarakter siswa sangat tinggi yaitu Sumatera Barat, Riau, DaerahIstimewa Yogyakarta, Banten, Bali dan Kalimantan Timur dan kelompokprovinsi dengan indeks karakter siswa rendah Papua Barat, Papua danNusa Tenggara Timur. Beberapa provinsi dengan indeks karakter siswasangat tinggi memiliki kemiripan dalam aspek nilai religiusitas yangtinggi seperti Sumatera Barat, Riau, dan Banten dan provinsi dengankemiripan dalam aspek nilai nasionalisme yang tinggi seperti provinsiDaerah Istimewa Yogyakarta dan Bali. Dimensi religiusitas dannasionalisme merupakan dimensi yang penting dalam membangunkarakter siswa. Dimensi religiusitas cenderung berhubungan erat denganintegritas dan dimensi kemandirian cenderung berhubungan erat dengangotong royong. Dimensi integritas merupakan dimensi yang paling kuatdalam membentuk Indeks Karakter Siswa. Berdasarkan hasil analisisjuga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dansignifikan antara Indeks Karakter Siswa dengan Indeks PembangunanManusia dengan korelasi sebesar 0,755 dan signifikansi 0,000. Provinsidengan indeks pembangunan manusianya yang tinggi seperti DaerahIstimewa Yogyakarta, Kalimantan Timur, Bali, Banten, Sumatera Barat,dan Riau cenderung memiliki karakter siswa yang tinggi. Sebaliknyaprovinsi di Indonesia bagian timur seperti Nusa Tenggara Timur, PapuaBarat, dan Papua dengan tingkat pembangunan manusia yang rendahmemiliki karakter siswa yang rendah