Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Memahami Allah dalam Perspektif Teologis Bencana Banjir dan Implikasinya Bagi Orang Kristen di Desa Patila Agung Jaya; Daud Patana; Deni Baso'
Jurnal Teologi Cultivation Vol 6, No 1 (2022): JULI
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Tarutung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46965/jtc.v6i1.696

Abstract

Abstract:In this paper, the author describes understanding God in the theological perspective from the flood disaster that occurred in Patila Village. The problem of flooding that occurred there was due to the swampy soil structure and the government's attitude which was slow and did not pay attention to this event. In this paper, the author uses a qualitative method by conducting a literature study on various reliable sources such as journals, books and so on. God wants to show His sovereignty and omnipotence to humans. This indicates that God's wisdom is far beyond human. God wants to show His existence that humans are creatures who cannot live without relying on God's love and care. Christians in Patila Village must always reflect on maintaining the quality of their faith with authentic trust and true obedience. Abstrak:Pada tulisan ini penulis menguraikan tentang memahami Allah dalam perspektif teologi dari bencana banjir yang terjadi di Desa Patila. Masalah banjir yang terjadi disana dikarenakan struktur tanah yang berawa-rawa dan sikap pemerintah yang lamban dan kurang memperhatikan peristiwa ini. Dalam tulisan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan studi pustaka terhadap berbagai sumber-sumber  yang terpercaya seperti jurnal, buku-buku dan sebagainya. Allah hendak menunjukkan kedaulatan dan kemahakuasaanNya pada diri manusia. Ini menandakan bahwa hikmat Allah jauh melampaui manusia. Allah ingin memperlihatkan eksistensiNya bahwa manusia merupakan ciptaan yang tidak bisa hidup tanpa mengandalkan kasih dan pemeliharaan Tuhan. Orang Kristen di Desa Patila harus senantiasa berefleksi dalam menjaga kualitas iman mereka dengan kepercayaan yang otentik dan ketaatan yang sungguh.
Peran Gereja-Gereja Dalam Mengatasi Krisis Ekologis Di Desa Patila Agung Jaya
Masokan: Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/misp.v2i2.51

Abstract

Abstract:This paper aims to describe the role of the Churches in overcoming the Ecological Crisis in Patila Village. The crisis problems that occur there are land damage, disposal of palm oil factory waste and air pollution. In this writing the author uses qualitative methods with literature studies that utilize existing sources such as trusted books, articles and journals. The author also conducts field research by conducting direct interviews with several church members to collect the data needed for this writing. Throughout the history of the church, theological fields such as biblical and systematic studies have not been made a focus because they have focused too much on emphasizing the special relationship between God and humans as Imago Dei so that the environment has not become important for the study of theologies in the past. The current ecological crisis shows clear evidence that the theology that we understand so far must be reconstructed to carry out theological renewal as soon as the spirit of reformation must always renew itself. The churches in Patila Village must take concrete steps in responding to this. There are two concrete steps proposed by the author. First, the churches in Patila Village provide advocacy assistance to church members. Second, the Commitment of the Churches in Patila Village to voice prophetic voices to the local government.   Keywords: Churches, ecological crisis, theology   Abstrak:Tulisan ini bertujuan menguraikan tentang peran Gereja-gereja dalam mengatasi Krisis Ekologis di Desa Patila. Krisis permasalahan yang terjadi disana ialah kerusakan tanah, pembuangan limbah pabrik kelapa sawit dan pencemaran polusi udara. Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan yang memanfaatkan sumber-sumber yang ada sebagaimana buku-buku, artikel dan jurnal yang terpercaya. Penulis juga melakukan penelitian lapangan dengan melakukan wawancara langsung ke beberapa anggota jemaat untuk mengambil data yang diperlukan dalam penulisan ini. Sepanjang sejarah gereja menunjukkan bidang-bidang teologi sebagaimana studi biblika dan sistematika tidak menjadikan sebagai fokus karena terlalu memfokuskan diri pada penekanan hubungan khusus Allah dan manusia sebagai Imago Dei sehingga lingkungan tidak menjadi hal yang penting bagi studi teologi-teologi dimasa lalu. Krisis ekologis yang terjadi saat ini menunjukkan bukti yang nyata bahwa teologi yang kita pahami selama ini harus dikonstruksi ulang untuk segera melakukan pembaruan teologis sebagaimana semangat reformasi harus senantiasa memperbaharui dirinya. Gereja-gereja di Desa Patila harus melakukan langkah konkrit dalam menyikapi hal tersebut. Ada dua langkah konkrit yang diusulkan oleh penulis, Pertama, Gereja-gereja di Desa Patila melakukan pendampingan advokasi kepada warga gereja. Kedua, Komitmen Gereja-gereja di Desa Patila menyuarakan suara-suara kenabian kepada pemerintah setempat.   Kata kunci: Gereja-gereja, krisis ekologis, teologi