Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pemasaran Online, Upaya Tingkatkan Penghasilan UMKM Desa Sumberdadap di Masa Pandemi Yuniawatika Yuniawatika; Alfi Nuris Safarina Illiyyin; Muhamad Candra Ari Nata
Jurnal KARINOV Vol 5, No 2 (2022): Mei
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v5i2p113-118

Abstract

Kebijakan pemerintah yang menghimbau masyarakat untuk melakukan physical distancing mengakibatkan perekonomian masyarakat melemah. Salah satu yang terkena dampaknya yakni para pemilik UMKM. Namun hal tersebut dapat dipulihkan dengan penggunaan inovasi pada sektor ekonomi. Inovasi yang dimaksud yakni penggunaan platform E-commerce dalam pemasaran produk. Hal ini dinilai cukup efektif mengingat tingkat penggunaan internet naik saat masa pandemi. Pemilik UMKM di Desa Sumberdadap, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dapat memanfaatkan aplikasi Shopee sebagai salah satu media pemasaran selain menggunakan pemasaran konvensional di lingkungan sekitar. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu meningkatkan penghasilan pemilik UMKM di Desa Sumberdadap, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur melalui pemasaran online dengan menggunakan aplikasi shopee di masa pandemi. Metode yang digunakan yaitu pelatihan dan pendampingan kepada pemilik UMKM. Hasil pengabdian menunjukkan antusiasme masyarakat dengan diadakannya pelatihan e-commerce melalui platform shopee dan dengan pelatih tersebut, masyarakat dapat menggunakan platform shopee dalam pemasaran produk UMKM. Selain itu, dengan penjualan melalui shopee pendapatan masyarakat mengalami kenaikan di masa pandemi covid-19 yang masih berlangsung. Kata kunci— Pengabdian masyarakat, Pendidikan, E-commerce, UMKM Abstract  Government policies that urge the public to carry out physical distancing have resulted in a weakening of the people's economy. One of those affected is the SMEs owners. However, this can be recovered by using innovation in the economic sector. The innovation in question is the use of an E-commerce platform in product marketing. This is considered quite effective considering the level of internet use has risen during the pandemic. SMEs owners in Sumberdadap Village, Pucanglaban District, Tulungagung Regency, East Java can take advantage of the Shopee application as a marketing medium in addition to using conventional marketing in the surrounding environment. The purpose of this community service is to increase the income of SMEs owners in Sumberdadap Village, Pucanglaban District, Tulungagung Regency, East Java through online marketing using the Shopee application during a pandemic. The method used is training and mentoring to SMEs owners. The results of this service show the enthusiasm of the community by holding e-commerce training through the shopee platform and  with this trainer, the community can use the shopee platform in marketing SMEs products. In addition, with sales through shopee, people's income has increased during the Covid-19 pandemic that is still ongoing. Keywords— Community service, Education, E-commerce, SMEs
Efektivitas Pendekatan Etnomatematika Berbasis Culturally Responsive Teaching terhadap Kemampuan Berpikir Komputasi Sigit Wibowo; Yuniawatika Yuniawatika; Rifqi Al Farizza; Isnatul Kurnia; Muhamad Candra Ari Nata
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan etnomatematika berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap kemampuan berpikir komputasi siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan berpikir komputasi siswa Indonesia yang ditandai dengan kesulitan menguraikan masalah, mengenali pola, dan menyusun langkah algoritmik dalam pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian melibatkan 121 siswa kelas V SD di Gugus 1 Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, yang terdiri atas 61 siswa kelas eksperimen dan 60 siswa kelas kontrol. Kelas eksperimen mengikuti pembelajaran matematika berbasis etnomatematika melalui permainan tradisional yang diintegrasikan dengan prinsip CRT, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan tes kemampuan berpikir komputasi yang mencakup empat indikator: decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithmic thinking. Analisis data dilakukan menggunakan independent sample t-test dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p < 0,05), dengan peningkatan skor rata-rata sebesar 5,64 pada kelas eksperimen dan 3,3 pada kelas kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi konteks budaya lokal dalam pembelajaran matematika mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta kemampuan berpikir logis dan sistematis siswa. Pendekatan etnomatematika berbasis CRT terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir komputasi sekaligus menumbuhkan kesadaran budaya dan rasa identitas siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran responsif budaya sebagai alternatif strategis dalam pendidikan matematika untuk memperkuat literasi komputasi abad ke-21 di sekolah dasar.