Darojad Nurjono Agung
Puslitbang Kependudukan BKKBN Pusat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA KUNJUNGAN WISATAWAN TIMUR TENGAH DAN KONDISI KEPENDUDUKAN DI PUNCAK BOGOR Septi Nurhayati; Darojad Nurjono Agung
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.001 KB) | DOI: 10.37306/kkb.v4i1.16

Abstract

Kehadiran wisatawan timur tengah di puncak bogor membawa dampak sosial, budaya, ekonomi dan kependudukan bagi masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi kependudukan dan upaya/kebijakan pemerintah daerah setempat yang sudah dilakukan di kawasan Puncak Bogor saat ini seiring semakin banyaknya kunjungan wisatawan timur tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan terpilih. Hasil penelitian ini menunjukkan masyarakat menanggung dampak social, ekonomi, budaya dan kesehatan serta kependudukan. Kesempatan kerja informan menjadi nilai positif bagi masyarakat. Aspek budaya dimana makin merebaknya komunitas arab dan bahasa arab menjadi bahasa seharian sehingga mengancam budaya lokal. Aspek sosial masih adanya praktek kawin kontrak dengan wisatawan timur tengah. Dari aspek kependudukan terjadinya kelahiran anak yang orang tuanya beda kewarganegeraan dan perkawinan dan perceraian dianggap hal yang biasa terjadi. The presence of middle eastern tourists at the top of Bogor brings social, economic and population impacts on the local community. The purpose of this study was to determine the condition of the population and the efforts / policies of the local government that have been carried out in the Puncak Bogor area today as more and more Middle Eastern tourists visit. The research method uses a qualitative approach by conducting in-depth interviews with selected informants. The results of this study indicate that the community bears social, economic, cultural and health impacts as well as population. Informant job opportunities become a positive value for the community. Cultural aspects which increasingly spread Arabic and Arabic language into a language all day that threatens local culture. Social aspects of the practice of contract marriages with middle east tourists. From the aspect of population the occurrence of the birth of children whose parents are different citizenship and marriage and divorce are considered normal.
KEBIJAKAN DAN POTENSI DAERAH MENGHADAPI BONUS DEMOGRAFI MENUTUP: TRANSISI DEMOGRAFI LANJUT Darojad Nurjono Agung
Jurnal Keluarga Berencana Vol. 4 No. 2 (2019): Jurnal Keluarga Berencana
Publisher : Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.705 KB) | DOI: 10.37306/kkb.v4i2.27

Abstract

Bonus demografi masih di tingkat nasional. Daerah perlu peka terhadap perubahan dinamika kependudukan diwilayahnya bahwa bonus demografi peluang sekali, rentang waktu cukup singkat dan menutup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kepekaan pemerintah daerah terhadap bonus demografi dan bagaimana kondisi masyarakat di wilayah yang sedang menghadapi bonus demografi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokus penelitian ditentukan berdasarkan kriteria wilayah yang sedang mengalami bonus demografi yaitu Sulawesi Utara, Jawa Timur dan Bali dan selanjutnya diambil 1 kabupaten yang tertinggal dengan indikator IPM rendah. Hasilnya menujukkan pemerintah daerah kabupaten ada yang belum terpapar pemahaman bonus demografi, sedangkan di tingkat provinsi antar instansi belum mempunyai pemahaman yang sama tentang bonus demografi. Adanya kebijakan pusat dangan daerah yang belum serasi dan sinergis mengoptimalkan bonus demografi. Bonus demografi diiringi meningkatknya usaha mikro dan industri kecil sebagai upaya penciptaan kerja mandiri. Masyarakat belum menyadari adanya bonus demografi dan berharap peran pemerintah daerah untuk menyediakan fasilitas pelatihan keterampilan dan keahlian yang dapat diakses secara online.