Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Model Peningkatan Kinerja Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Di Kota Palu : Validasi Kuantitatif Model Nasutra Nasutra; Muhammad Rifaldi Djufri; Anggi Prastyono
JURNAL STIE SEMARANG Vol 13 No 3 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan dan menyerap tenaga kerja. Banyak UMKM di Kota Palu yang masih mengalami kendala baik internal maupun eksternal, sehingga dinilai belum memiliki kinerja yang baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat. Ada lima faktor yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja UMKM, yaitu Manajemen Usaha, Ketersediaan Sumber Daya dan Kondisi Lingkungan Usaha, Kebijakan dan Infrastruktur, Riset dan Teknologi, Dukungan Eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi desain model indikator yang dapat mempengaruhi kinerja UMKM pada model pada penelitian sebelumnya. Bedanya, pada tahap penelitian ini, konfirmasi desain dilakukan dengan menambahkan variabel manajemen bisnis serta melalui pengumpulan data primer yang kemudian diolah secara kuantitatif dengan alat analisis Smart PLS untuk memberikan model yang valid secara statistik. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlu adanya penyesuaian terhadap model desain yang telah dibangun pada penelitian sebelumnya. Jadi berdasarkan data angket primer dari 60 UMKM di Kota Palu diketahui bahwa dari sembilan variabel yang diteliti ternyata satu variabel yang dimiliki masih belum menggambarkan variabel tersebut, kemudian delapan variabel dapat menggambarkan variabel tersebut sehingga faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja UMKM di Kota Palu ada delapan variabel dan satu variabel tidak mempengaruhi kinerja UMKM di Kota Palu. Kedelapan variabel tersebut adalah Kebijakan dan Infrastruktur, Dukungan Eksternal, Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), Manajemen Pemasaran, Manajemen Produksi, Manajemen Keuangan, Ketersediaan Sumber Daya dan Kondisi Lingkungan Bisnis dan Kinerja Bisnis. Sedangkan salah satu variabel yang tidak memiliki arus adalah Riset dan Teknologi.
Mengonstruksi Otonomi Strategis: Identitas Non-Blok dalam Strategi Hedging Indonesia di Tengah Rivalitas AS-Tiongkok Syifa Aprilia Putri; Nanda Yulfi Chairunnisa; Anggi Prastyono
JURNAL HUBUNGAN LUAR NEGERI Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Hubungan Luar Negeri
Publisher : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70836/b9c94e27

Abstract

Di tengah eskalasi persaingan kekuatan besar antara Amerika Serikat dan Tiongkok, kajian mengenai kebijakan luar negeri Indonesia cenderung didominasi oleh pendekatan realisme pragmatis yang memandang strategi hedging semata sebagai kalkulasi manfaat materiil. Perspektif ini masih mengabaikan peran fundamental identitas dalam membentuk perilaku negara. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan teoritis tersebut dengan menganalisis prinsip Non-Blok sebagai identitas yang dikonstruksi secara intersubjektif dalam strategi hedging Indonesia saat ini. Dengan menggunakan kerangka Konstruktivisme, penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif analitis melalui studi kepustakaan yang mencakup pernyataan resmi, berita, buku dan artikel ilmiah. Data tersebut kemudian dianalisis secara interpretatif untuk melacak pola narasi serta makna di balik keputusan strategis. Temuan utama menunjukkan bahwa strategi hedging Indonesia bukan sekadar taktik pragmatis sesaat, melainkan sebuah mekanisme aktif untuk mengkonstruksi otonomi strategis yang berakar pada identitas Non-Blok. Identitas ini beroperasi melalui mekanisme ganda; mempertahankan keterlibatan ekonomi dengan Tiongkok serta menjaga kerja sama keamanan dengan Amerika Serikat guna mengubah persepsi ambiguitas menjadi daya tawar nyata. Studi ini merekomendasikan agar Indonesia mengapitalisasi identitas tersebut untuk bergerak melampaui fleksibilitas diplomatik menuju kepemimpinan aktif dalam pembentukan norma di Indo-Pasifik.