M Ziyad Ulhaq
Institut Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Intervensi Aristokrasi-Etnis Quraisy dalam Kodifikasi Mushāf ‘Uśmānī (Studi Kritik Analisis Historis Terhadap Buku Introduction Au Coran) Abdul Hafiz; Arrazy Hasyim; M Ziyad Ulhaq
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 7, No 01 (2022): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v7i01.2481

Abstract

Regis Blachere dalam bukunya Introduction au Coran mencoba menelisik kekurangan dalam latar belakang Mushaf Usmani yang dicurigai memiliki unsur politis yang terselubung. Berdasarkan hal tersebut dalam penelitian ini penulis akan membahas kritik dan studi kritik terhadap Intervensi Aristokrasi-Etnis Quraisy Mekkah dalam kodifikasi Mushāf ‘Uśmānī. Metode yang dipakai ialah mengkomparasikanmetode ilahil hadist dan kodifikasi menurut ilmuan muslim dengan teori Blachere yang mencurigai adanya intervensi aristokrasi-etnis Quraisy Mekkah dalam pelaksanaan proyek kodifikasi Mushaf Usmani, terlihat dengan tim komisi penulisan Mushaf Usmani yang beranggotakan mayoritas suku quraisy diantarany: Sa’id bin Ass, Abdurrahamn bin Haris, Abdullah bin Zubair. Bermula saat Hudzaifah bin Al-Yaman melakukan ekspedisi militer dan tiba di daerah Kuffah yang menggunakan bacaan Mushaf Pribadi Abdullah bin Mas’ud dan di daerah Syam yang menggunakan bacaan Mushaf Pribadi Ubay bin Ka’ab. Kekhawatiran khalifah akan perbedaan ahruf sab’ah yang terjadi kian menimbulkan perpecahan ummat. Usman menunjukkan Zaid bin Tsabit sebagai ketua bukanlah atas keputusan pribadi khalifah melainkan telah melalui musyawarah dengan sahabat nabi lainya, penunjukkan anggota komisi juga tidak melambangkan gaya politik Usman Selanjutnya Zaid melihat ada perbedaan rasm ketika menulis ulang Msuhaf Usmani sehingga Usman memerintahkan agar berkonsultasi dengan anggota dari golongan Quraisy karena Al-Qur’an turun di tengah mereka