Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Dan Terapan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sektor Publik di Indonesia (Eksistensi Kelembagaan BPSDM) Komedi Komedi; John Ferianto
Musamus Journal of Public Administration Vol 6 No 1 (2023): Musamus Journal of Public Administration, Vol 6. 1. October 2023
Publisher : Department of State Administration - Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjpa.v6i1.5317

Abstract

Sumber Daya Manusia adalah dimensi yang dinamis dan unik dibandingkan dengan manajemen sumber daya yang memiliki sifat, karakter, motif, dan emosi yang berbeda Oleh karena itu diperlukan Penggunaan/ manajemen yang berbeda untuk masing-masing pribadi Sumber daya manusia merupakan sumber daya terpenting yang dimiliki setiap manusia sebuah organisasi di mana orang bertindak sebagai penggerak dan pemimpin sarana lain. Oleh karena itu tanggung jawab Organisasi memperoleh, memotivasi, dan mengelola sumber daya manusia mencapai kemajuan organisasi secara efektif, meninggalkan birokrasi dalam organisasi publik seperti Pemerintah Kabupaten Semarang harus dikelola dengan baik optimal dalam konteks bentuk birokrasi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data untuk target Penelitian ini merupakan data primer dari wawancara sumber dan informasi. Analisis data dilakukan dengan penyajian reduksi data informasi dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil kajian disimpulkan bahwa BPSDM Kementerian Dalam Negeri bertujuan untuk menerapkan manajemen kepegawaian pejabat dalam kerangka bentuk birokrasi yang merupakan bagian dari penataan sistem. Perekrutan karyawan, analisis pekerjaan, evaluasi pekerjaan, penetapan standar Kompetensi kerja, evaluasi individu berbasis kompetensi, implementasi sistem penilaian kinerja pribadi, pembentukan/pengembangan database karyawan dan Pengembangan pelatihan pegawai berbasis kompetensi.
The Strength of Regional Coordination in Government Policy: A Comparative Study of Stunting Reduction Strategies Hardiyanto Rahman; Afni Nooraini; Komedi Komedi; Nur Saribulan
Journal of Governance Volume 10 Issue 4: (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jog.v10i4.36425

Abstract

Stunting remains a significant challenge to human development, particularly in the Indonesian context, including West Java Province, where the prevalence increased to 23.3% in 2024, exceeding the national average. Sukabumi Regency shows intra-regional disparities in how stunting is addressed across its various subdistricts. This study focuses on two contrasting areas: Cicurug and Pelabuhan Ratu. The research aims to analyze and compare government strategies for stunting reduction in these two contexts and to identify key factors contributing to their success or failure. Employing a qualitative constructivist approach, the study adopts a descriptive framework to explore local government, community engagement, and structural challenges in addressing stunting. The findings reveal that the success of stunting reduction in Cicurug Subdistrict is driven by strong cross-sectoral coordination through the Forkompimcam (Subdistrict Leadership Coordination Forum), active support from the private sector via CSR initiatives, the use of digital data systems such as e-PPGBM and RME, and innovative community-based programs. In contrast, Pelabuhanratu continues to face significant challenges, including weak coordination mechanisms, limited access to accurate data, a predominantly charitable approach, and geographic and economic constraints that hinder effective intervention. In conclusion, the effectiveness of reducing stunting is closely tied to the capacity for cross-sectoral coordination, the implementation of data-driven policies, and the development of locally relevant innovations.