Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Advokasi Media Sosial Yayasan Jurnal Perempuan: Upaya Penyebaran Wacana Feminisme di Era Digital Nada Salsabila; Giovanni Alvita Diera
Jurnal Perempuan Vol. 27 No. 2 (2022): Indonesian Feminist Knowledge: Reflection, Action, and Praxis
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v27i2.701

Abstract

Tulisan ini memaparkan kerja-kerja media sosial Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) sebagai bentuk advokasi isu-isu feminis di ruang digital. Advokasi digital bertujuan sebagai penyeimbang narasi atau wacana di ruang digital yang kini disesaki oleh para anti-feminis, misoginis, dan seksis. Sejak 2013, YJP telah melakukan langkah untuk mendigitalisasi produk-produknya. Digitalisasi tersebut meluas pada platform media sosial YJP, seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan Twitter. Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penyebaran wacana feminis yang dilakukan YJP juga merebut ruang-ruang digital dari nilai-nilai patriarki. Tulisan ini menggunakan metode riset kualitatif dengan melakukan studi literatur dan wawancara terhadap audien YJP di media sosial. Tujuan riset ini adalah menganalisis bagaimana upaya YJP beradaptasi di ruang digital, apa saja hambatan internal dan eksternal yang dihadapi YJP, apa saja bentuk-bentuk penyebaran yang jangkauannya paling luas, hingga analisis terhadap dampak advokasi media sosial YJP terhadap penyebaran wacana feminis di ruang digital.
Advokasi Media Sosial Yayasan Jurnal Perempuan: Upaya Penyebaran Wacana Feminisme di Era Digital Nada Salsabila; Giovanni Alvita Diera
Jurnal Perempuan Vol. 27 No. 2 (2022): Indonesian Feminist Knowledge: Reflection, Action, and Praxis
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v27i2.701

Abstract

Tulisan ini memaparkan kerja-kerja media sosial Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) sebagai bentuk advokasi isu-isu feminis di ruang digital. Advokasi digital bertujuan sebagai penyeimbang narasi atau wacana di ruang digital yang kini disesaki oleh para anti-feminis, misoginis, dan seksis. Sejak 2013, YJP telah melakukan langkah untuk mendigitalisasi produk-produknya. Digitalisasi tersebut meluas pada platform media sosial YJP, seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan Twitter. Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penyebaran wacana feminis yang dilakukan YJP juga merebut ruang-ruang digital dari nilai-nilai patriarki. Tulisan ini menggunakan metode riset kualitatif dengan melakukan studi literatur dan wawancara terhadap audien YJP di media sosial. Tujuan riset ini adalah menganalisis bagaimana upaya YJP beradaptasi di ruang digital, apa saja hambatan internal dan eksternal yang dihadapi YJP, apa saja bentuk-bentuk penyebaran yang jangkauannya paling luas, hingga analisis terhadap dampak advokasi media sosial YJP terhadap penyebaran wacana feminis di ruang digital.
Advokasi Media Sosial Yayasan Jurnal Perempuan: Upaya Penyebaran Wacana Feminisme di Era Digital Nada Salsabila; Giovanni Alvita Diera
Jurnal Perempuan Vol. 27 No. 2 (2022): Indonesian Feminist Knowledge: Reflection, Action, and Praxis
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v27i2.701

Abstract

Tulisan ini memaparkan kerja-kerja media sosial Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) sebagai bentuk advokasi isu-isu feminis di ruang digital. Advokasi digital bertujuan sebagai penyeimbang narasi atau wacana di ruang digital yang kini disesaki oleh para anti-feminis, misoginis, dan seksis. Sejak 2013, YJP telah melakukan langkah untuk mendigitalisasi produk-produknya. Digitalisasi tersebut meluas pada platform media sosial YJP, seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan Twitter. Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan penyebaran wacana feminis yang dilakukan YJP juga merebut ruang-ruang digital dari nilai-nilai patriarki. Tulisan ini menggunakan metode riset kualitatif dengan melakukan studi literatur dan wawancara terhadap audien YJP di media sosial. Tujuan riset ini adalah menganalisis bagaimana upaya YJP beradaptasi di ruang digital, apa saja hambatan internal dan eksternal yang dihadapi YJP, apa saja bentuk-bentuk penyebaran yang jangkauannya paling luas, hingga analisis terhadap dampak advokasi media sosial YJP terhadap penyebaran wacana feminis di ruang digital.
Di Balik Janji Inklusi: Kekerasan, Eksklusi, dan Tanggung Jawab Politik Kolektif terhadap Perempuan Penyandang Disabilitas Wulandari Tri Wahyuni Suci; Ninik; Abby Gina Boang Manalu; Nada Salsabila
Jurnal Perempuan Vol. 29 No. 3 (2024): Kepemimpinan Perempuan Akar Rumput: Suara, Solidaritas, dan Keadilan dalam Pem
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v29i3.1172

Abstract

Despite Indonesia's ratification of the CRPD and the enactment of Law No. 8/2016, women with disabilities continue to experience widespread gender-based violence. This article analyzes the structural causes of such violence through an intersectional feminist lens, drawing primarily on Iris Marion Young’s Social Connection Model of political responsibility. Employing a feminist perspective grounded in the advocacy experiences of civil society organizations (Pusat Rehabilitasi YAKKUM and SIGAB), as well as data from the 2024 National Assembly of Women with Disabilities, this article argues that such violence is rooted in systemic exclusion and the failure of state and society to transform unjust structures. The findings call for collective political responsibility and inclusive governance that centers the knowledge, voice, and agency of women with disabilities—not as passive beneficiaries, but as active political subjects
Represi Negara dan Perlawanan Masyarakat Adat: Sebuah Studi di Bombana, Sulawesi Tenggara dan Dolok Parmonangan dan Sihaporas, Sumatra Utara Patricia Beata Kurnia; Nada Salsabila; Putri Nurfitriani; Alifia Putri Yudanti
Jurnal Perempuan Vol. 31 No. 1 (2026): Merebut Otoritas: Keadilan Epistemik, Keberlanjutan Hidup, dan Politik Perempu
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v31i1.1344

Abstract

Structural repression against Indigenous communities in Indonesia, particularly as part of marginalized communities, continues to intensify through various forms of violence by state actors, including criminalization, dispossessions of living spaces, restrictions on access to natural resources, and physical violence that disproportionately affects Indigenous women and their children. In this article, the authors analyze forms of state repression and Indigenous resistance practices in Bombana, Southeast Sulawesi, as well as Dolok Parmonangan and Sihaporas, North Sumatra. This article employs a qualitative approach using multisited ethnography through in-depth interviews, participant observation, ethnographic reflection, and document analysis. The analysis in this study draws on Johan Galtung’s framework of structural violence, feminist political ecology of Rocheleau, Thomas-Slayter, & Wangari, Crenshaw’s intersectionality, and Scott’s concept of everyday resistance. The findings in this paper reveal that repression operates through direct violence, permeating everyday life in the form of trauma, surveillance, and uncertainties. In this context, the authors find that the Indigenous women experience multiple forms of repression while simultaneously playing crucial roles in sustaining their communities through collective solidarity, ecological knowledge, reproductive labor, and everyday resistance practices.