Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Case Study Analysis: Nursing Care of Neonatal Hyperbilirubinemia in Preventing Kernicterus Complications Feni Amelia Puspitasari
Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Vol. 5 No. 2 (2022): November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32584/jika.v5i2.1318

Abstract

Hiperbilirubinemia bayi baru lahir terjadi jika kadar bilirubin serum total >5 mg/dL. Peningkatan kadar bilirubin serum total yang sangat tinggi dapat menimbulkan komplikasi kernikterus. Tujuan penelitian adalah menganalisis asuhan keperawatan bayi baru lahir dengan hiperbilirubinemia dalam mencegah terjadinya komplikasi kernikterus. Desain penelitian yaitu deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Patisipan adalah 5 bayi baru lahir cukup bulan dengan hiperbilirubinemia dengan lama pemberian asuhan keperawatan selama tiga hari. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan kadar bilirubin total serum antara 13,74-21,20 mg/dL dan tidak adanya gejala kernikterus. Diagnosis keperawatan yang muncul yaitu ikterik neonatus b.d penurunan berat badan abnormal dan umur kurang dari 7 hari, defisit nutrisi b.d peningkatan kebutuhan metabolisme, hipertermia b.d peningkatan laju metabolisme, dan hipovolemia b.d intake cairan tidak adekuat. Prioritas diagnosa keperawatan yaitu pada masalah ikterik neonatus dengan pelaksanaan tindakan utama yang dilakukan yaitu memberikan perawatan fototerapi (single dan double fototerapi), pemantauan pemberian asupan cairan (ASI/ susu formula), mengidentifikasi derajat ikterik, memantau berat badan, dan memonitor kadar bilirubin total serum. Evaluasi keperawatan belum teratasi pada kasus dengan kadar bilirubin serum total >20 mg/dL. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian asuhan keperawatan pada masalah ikterik neonatus dengan benar dapat mencegah komplikasi kernikterus. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu diharapkan perawat mampu mengenali gejala komplikasi kernikterus (ensefalopati bilirubin akut dan kronis). Kata kunci: Asuhan keperawatan, Bayi baru lahir, Hiperbilirubinemia, Kernikterus
Pencegahan Stunting dengan Edukasi Kesehatan dan Pelatihan Kader dalam Skrining Pengukuran Status Gizi pada Anak Usia Balita Feni Amelia Puspitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 1 No. 7 (2022): October 2022
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v1i7.1593

Abstract

Status gizi yang baik merupakan faktor penting dalam mencegah stunting. Peran kader posyandu sangat penting terhadap pencegahan stunting dengan melakukan deteksi dini (skrining) stunting pada anak umur di bawah lima tahun (balita). Namun, belum semua kader memahami stunting dan cara melakukan skriningnya.  Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi stunting dan melakukan pelatihan cara melakukan skrining stunting.  Kegiatan dilakukan pada tanggal 6 Juni 2022 di Posyandu Kenanga 1 Jati Makmur Pondok Gede Bekasi dengan sasaran 9 kader posyandu. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari rerata nilai 46,7 menjadi 87,7 dan 100% kader mampu melakukan cara skrining stunting dengan pengukuran status gizi berdasarkan panjang badan/ tinggi badan dan umur. Para kader diharapkan mampu mengedukasi orang tua tentang stunting dan menerapkan cara skrining stunting pada kegiatan posyandu balita setiap bulannya.