R Dyah Komalasari
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Universitas Veteran Bangun Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tasikmadu Kabupaten Karanganyar Syefira Ayudia Johar; R Dyah Komalasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB)-November 2022
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jikemb.v4i2.3269

Abstract

Penyakit diare merupakan penyakit dengan tingkat dehidrasi berat dan angka kematian paling tinggi pada bayi dan balita. Penderita diare di wilayah kerja Puskesmas Tasikmadu Kabupaten Karanganyar Pada bulan Januari sampai Desember 2020 sebanyak 2.126. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada bayi usia 6-12 bulan. Metode penelitian menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampelnya adalah ibu yang memiliki bayi berusia 6-12 bulan sebanyak 93 responden secara purposive sampling. Instrumen kuesioner. Analisis data uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu tidak memberian ASI ekslusif, tidak tepat memberian MPASI, tidak higienis dalam penggunaan botol susu sehingga menyebabkan mayoritas bayi mengalami diare. Berdasarkan analisis chi square diperoleh nilai signifikansi (ρ value) 0,000 < 0,05, maka ada hubungan pemberian ASI ekslusif, pemberian MPASI dan higienitas penggunaan botol susu dengan kejadian diare pada bayi usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Disarankan kepada ibu lebih meningkatkan pengetahuan dan kesadarannya untuk memberikan ASI ekslusif kepada bayi usia 0-6 bulan, memberikan MPASI secara tepat baik usia maupun cara penyajian dan jenisnya serta lebih higienis dalam penggunana botol susu bayi sehingga kejadian diare dapat dicegah.