Tri Prasetyorini
Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The THE EFFECT OF PREECLAMPSIA PREGNANT WOMEN ON URINE PROTEIN LEVELS WITH HYPERTENSION AT BUDHI ASIH HOSPITAL Tri Prasetyorini
Jurnal Delima Harapan Vol 10 No 2 (2023): September
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Preeklampsia merupakan penyakit sistemik yang tidak hanya ditandai oleh hipertensi, tetapi juga disertai peningkatan resistensi pembuluh darah, edema dan protein urin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara protein urin dan hipertensi dengan preeklampsia pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian ini observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian potong lintang terhadap 112 data rekam medis ibu hamil pada periode Januaridesember 2021. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis deskriptif dan uji statistik bivariat Chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil dengan usia terendah adalah 20 tahun dan tertinggi 49 tahun. Ibu hamil dengan protein urin ringan sebanyak 77 (68,8%) dan ibu hamil dengan protein urin berat sebanyak 35 (31,3%). Ibu hamil dengan hipertensi ringan sebanyak 62 (55,4%) dan ibu hamil dengan hipertensi berat sebanyak 50 (44,6%). Ibu hamil yang mengalami preeklampsia sebanyak 55 (49,1%) dan ibu hamil yang tidak mengalami preeklampsia sebanyak 57 (50,9%). Kesimpulan: Hasil uji bivariat menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara protein urin dengan preeklampsia dengan nilai p=0,000 dengan (CI 95%) didapatkan OR=41,250, artinya ibu hamil dengan protein urin berat memiliki odds 41,250 mengalami preeklampsia dan adanya hubungan yang signifikan antara hipertensi dengan preeklampsia dengan nilai p=0.000 dengan (CI 95%) didapatkan OR=10,193, artinya ibu hamil dengan hipertensi memiliki odds 10,193 lebih tinggi mengalami preeklampsia. Penelitian ini menggunakan metode pemeriksaan urin carik celup yang hanya sensitif terhadap albumin dan tidak dapat mendeteksi protein lain seperti globulin dan protein bance jones sehingga peneliti berharap untuk penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode pemeriksaan lain seperti metode asam asetat 6%
HUBUNGAN GLUKOSA DARAH PUASA DAN KOLESTEROL TOTAL PADA PEROKOK DI KAMPUNG JEMBATAN JAKARTA TIMUR Tri Prasetyorini; Syaeful Rahmad; Adia Putra Wirman; Elvyna Rizka Freshantyka
Jurnal Kesehatan Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v14i2.364

Abstract

Merokok dikaitkan dengan berbagai penyakit, terutama yang mempengaruhi paru-paru serta sistem kardiovaskular. Kebiasaan merokok dan paparan nikotin berkepanjangan dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh dan mengurangi efektivitas insulin, kemudian akan meningkatkan kadar gula darah. Penggunaan nikotin jangka panjang juga dapat meningkatkan kadar trigliserida, kolesterol, dan VLDL sekaligus menurunkan kadar HDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan kadar glukosa darah puasa dan kolesterol total pada perokok di Kampung Jembatan Jakarta Timur. Desain yang digunakan dalam penelitian bersifat deskriptif analisis dengan pendekatan cross sectional. Pemeriksaan sampel diuji menggunakan spektrofotometer. Analisis data yang digunakan berupa uji spearman. Sampel diambil dari 38 responden yang berusia 20 hingga 40 tahun. Terdapat 13 responden perokok ringan, 12 responden perokok sedang, dan 13 responden perokok berat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok terhadap kadar glukosa darah puasa dan kadar kolesterol total dengan nilai Sig 0.000 pada kedua variabel. Semakin sering responden merokok, maka semakin tinggi kadar kolesterol dan kadar glukosa.  Untuk penelitian selanjutnya pengujian dengan sampel yang lebih banyak. Mempertimbangkan faktor lain yang dapat mempengaruhi kadar glukosa darah dan kolesterol total seperti aktivitas fisik, gaya hidup dan makanan yang dikonsumsi. Mengedukasi masyarakat akan dampak yang ditimbulkan rokok dan mengedukasi masyarakat untuk memperbaiki gaya hidupnya menjadi lebih baik.Kata kunci: Glukosa Darah; Kolesterol; Perokok Abstract Smoking is associated with various diseases, especially those that affect the lungs and cardiovascular system. Smoking habits and prolonged exposure to nicotine can increase free radicals in the body and reduce the effectiveness of insulin, which will then increase blood sugar levels. Long-term nicotine use can also increase triglyceride, cholesterol and VLDL levels while lowering HDL levels. This study aims to determine whether there is a relationship between fasting blood glucose levels and total cholesterol in smokers in Kampung Jembatan, East Jakarta. The design used in the research is descriptive analysis with a cross-sectional approach. The samples were tested using a spectrophotometer. The data analysis used was the Spearman test. Samples were taken from 38 respondents aged 20 to 40 years. There were 13 respondents who were light smokers, 12 respondents who were moderate smokers, and 13 respondents who were heavy smokers. The results of the study showed that there was a significant relationship between smoking habits for fasting blood glucose levels and total cholesterol levels, with a Sig value of 0.000 for both variables. The more often the respondent smokes, the higher the cholesterol and glucose levels. For further research, testing with larger samples. Consider other factors that can influence blood glucose and total cholesterol levels, such as physical activity, lifestyle and food consumed. Educating the public about the impacts of smoking and educating the public to improve their lifestyle for the better.Keywords: Blood Glucose; Cholesterol,;Smoker