Koko Wahyu Tarnoto
Poltekkes Kemenkes Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TEKNIK RAPY UNTUK LANSIA DENGAN RISIKO DEMENSIA Koko Wahyu Tarnoto; Fransiska Novita Sari
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 8, No 1 (2022): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2022
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejadian demensia memiliki banyak dampak terhadap kualitas hidup serta ditakuti sebagian besar lansia. Demensia merupakan sindrom gangguan kognitif bersifat progresif yang dapat mengganggu seseorang akibat dari penurunan fungsi kognitif mulai dari penurunan ingatan hingga fungsi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan pengaruh penerapan intervensi Reminiscence dan Art Therapy sebagai bentuk Evidence Based Nursing Practice pada lansia demensia. Penelitian ini dilakukan di komunitas dengan 45 lansia yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Hasil evaluasi intervensi RAPY menunjukkan terjadi peningkatan sebelum dan sesudah intervensi pada kemandiran keluarga (rerata 3,6), pengetahuan, sikap, dan keterampilan lansia (p = 0.000), dan nilai HVLT (p = 0.000). Intervensi RAPY efektif untuk mempertahankan atau meningkatkan fungsi kognitif. Intervensi ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan status kesehatan dan kualitas hidup lansia dengan demensia di wilayah Limo, Kota Depok.Kata kunci: Demensia, HVLT, lansia
Analisis Praktik Keperawatan Berbasis Bukti Pengaruh Pemberian Posisi Semi Fowler terhadap Kenaikan SPO2 pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit X Santi Endang R Sianipar; Ricky Riyanto Iksani; Wiwie Herdalisa; Koko Wahyu Tarnoto; Peri Zuliani; Salamah Thomasita Batubara; Fitriyati Fitriyati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.18884

Abstract

ABSTRACT Microorganisms. Microorganisms enter the lungs through the respiratory tract to the bronchioles and alveoli will stimulate epithelial cells to produce mucus, resulting in accumulation of secretions in the alveoli The purpose of this study was to apply evidence-based practices in professional nursing, whether there is an effect of giving a semi-fowler position on increasing SPO2 in pneumonia patients at Hospital X. The research design used is evidence-based clinical practice used is Quasy Experiment. Namely by conducting intervention and control groups. There are two intervention groups, namely 2 groups that are given a semi-fowler position on increasing SPO2 in pneumonia patients for 4 consecutive days and are carried out twice a day in intervention group 4 and control 4 The results of the study showed a difference in the average value or mean value in the intervention group (SPO2 = 95.25%) and the average SPO2 in the control group (SPO2 = 91.25%) with a p value (0.016 or 0.05). Conclusion: There is a difference in the effect of giving a semi-fowler position in the intervention group compared to the control group with a p value (0.016), there is a significant effect of giving a semi-fowler position as indicated by a p value 0.05. Keywords: Semi-Fowler Position, SPO2, Pneumonia Patients  ABSTRAK Mikroorganisme. Mikroorganisme masuk ke paru melalui saluran pernapasan hingga ke bronkioulus dan alveoli akan merangsang sel-sel epitel untuk memproduksi mukus, sehingga terjadi penumpukan sekret di alveoli  Tujuan  penelitian ini adalah  menerapkan praktik berbasis bukti dalam keperawatan professional, apakah ada pengaruh pemberian posisi semi fowler terhadap kenaikan SPO2 pada pasien pneumonia di Rumah Sakit X. Desain penelitian yang di gunakan adalah evidence based clinical practice yang digunakan adalah Quasy Experiment. Yaitu dengan melakukan intervensi dan kelompok kontrol. Terdapat dua kelompok intervensi, yaitu 2 kelompok yang diberikan pemberian posisi semi fowler terhadap kenaikan SPO2 pada pasien pneumonia selama 4  hari berturut-turut dan dilakukan 2 kali sehari pada kelompok intevensi 4 dan kontrol 4 Hasil penelitian  menunjukkan perbedaan nilai rata-rata atau nilai mean pada kelompok intervensi (SPO2 = 95.25%) dan rata-rata SPO2 pada kelompok kontrol (SPO2 = 91.25%) dengan hasil nilai p (0.016 atau 0.05).  Kesimpulan  ada pengaruh perbedaan pemberian posisi semifowler pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan nilai p (0.016), terdapat pengaruh pemberian posisi semifowler secara signifikan yang ditunjukkan dengan nilai p 0.05. Kata Kunci: Posisi Semi Fowler, SPO2, Pasien Pneumonia