Judul Penelitian ini adalah “ Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Dinas Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)” bertujuan untuk mengetahui pengembangan kompetensi sumber daya manusia di Dinas Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Jenis Penelitian yang digunakan adalah metodologi penelitian kualiatif dengan pendekatan deskriptif yang berawal dari sebuah gagasan untuk memperoleh gambaran yang utuh dan menyeluruh dalam mengungkap fakta, situasi, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif yaitu data yang berupa informasi, pernyataan-pernyataan, fakta mengenai objek yang bermanfaat, jelas dan secara nyata mendukung penelitian ini, bukan berupa angka dan tidak dapat di ukur secara langsung dengan angka. Dalam penelitian ini juga, peneliti menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil analisa adalah Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Dinas Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan melaksanakan pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) berkaitan dengan analisis budaya dan analisis pariwisata untuk memberikan kesempatan bagi masing-masing Aparatur Sipil Negara (ASN). Permasalahan pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) adalah usia yang mendekati pensiun, sehingga tidak memiliki keinginan untuk mengembangkan kompetensi.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat direkomendasikan beberapa hal yaitu: Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia di Dinas Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) harus melihat kondisi kompetensi kepegawaian di Dinas Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dilihat dari indikator pengetahuan, keterampilan, konsep diri, karakteristik pribadi dan motif dalam memetakan kompetensinya, dan Dalam rangka menyediakan Sumber Daya Manusia di Dinas Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) disusun analisis jabatan berdasarkan tingkat pendidikan, dilihat dari tingkat pendidikan yang masih ada. Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sangat diperlukan pengembangan kompetensi.