Innayah Innayah, Innayah
Peneliti Muda Pada BPMRP Pustekkom Kemdikbud

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

MODEL EVALUASI SIARAN RADIO EDUKASI DARI RADIO MITRA HINGGA PENDENGAR Innayah, Innayah
Jurnal Kependidikan Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.555 KB)

Abstract

This study is aimed to find out the significance of a radio broadcasting evaluation, the method of educational radio broadcasting, and the strategy of broadcasting evaluation for radio partner of BPMRP Pustekkom (The Center of Communication Technology) of the Ministry of Education and Cultures. This study uses a descriptive analysis. The evaluation is carried out to understand the development of the broadcasting, to identify its audience categories, to monitor the audiences, to take the audience data, to meet to audiences, and to survey the audiences. The study shows that the evaluation of radio broadcasting is of important to carry out in order to re-examine a program proposal that is already arranged beforehand. The evaluation is also important to find out the success and the failure of a program.
MODEL EVALUASI SIARAN RADIO EDUKASI DARI RADIO MITRA HINGGA PENDENGAR Innayah, Innayah
Jurnal Kependidikan Vol 2 No 1 (2014)
Publisher : Kelompok Kajian Pendidikan Ikatan Alumni IAIN Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.555 KB) | DOI: 10.24090/jk.v2i1.540

Abstract

This study is aimed to find out the significance of a radio broadcasting evaluation, the method of educational radio broadcasting, and the strategy of broadcasting evaluation for radio partner of BPMRP Pustekkom (The Center of Communication Technology) of the Ministry of Education and Cultures. This study uses a descriptive analysis. The evaluation is carried out to understand the development of the broadcasting, to identify its audience categories, to monitor the audiences, to take the audience data, to meet to audiences, and to survey the audiences. The study shows that the evaluation of radio broadcasting is of important to carry out in order to re-examine a program proposal that is already arranged beforehand. The evaluation is also important to find out the success and the failure of a program.
TINDAK TUTUR DALAM TRADISI PERNIKAHAN MASYARAKAT MADURA PADA ERA MILLENIAL: KAJIAN SOSIOPRAGMATIK Kusumawati, Hesty; Innayah, Innayah
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: SEMINAR NASIONAL LALONGET I
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v0i0.3761

Abstract

Humans are social creatures who have the nature to live together, side by side, and they need one to each other to achieve physically and mentally peace in order to share the joys and sorrows of living life, therefore they create a marriage. Marriage is a sacred event that binds man and woman, involving two families, both man and woman. In the use of language it is believed that the meaning is very closely related to the form. However, each language has its own characteristics and uniquenessess. Likewise, the Madurese language has special characteristics and uniquenessess. One of the uniqueness is manifested in the form of Madurese marriage tradition. The tradition of Madurese marriages has several stages, the first stage is namely engagement (abhâkalan), the second stage is marriage, and the last namely is post-marriage. In this study, researcher used a qualitative descriptive approach with the method of listening. This study aims to see how the speech acts that appears in the speech of the Madurese in the Madurese marriage tradition in the millennial era.
TRANSFORMASI NASIONALISME MELALUI PROGRAM KISAH TOKOH RADIO EDUKASI Innayah, Innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.325 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.78

Abstract

diterima: 17 April 2013; dikembalikan untuk direvisi: 26 April 2013; disetujui: 30 April 2013Abstrak: Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui: (a) pengertian nasionalisme sebagai nilai sosial, (b) sejarah radio dan perannya dalam pendidikan, dan (c) kontribusi program Kisah Tokoh Radio Edukasi dalam menumbuhkan nasionalisme bangsa. Dalam penulisan ini motode yang digunakan adalah deskriptif. Hasil kajian dari penulisan adalah program Kisah Tokoh diharapkan dapat menginspirasi dan mengembangkan sikap nasionalisme generasi muda seperti yang diteladankan tokoh-tokoh bangsa yaitu menanamkan semangat (motivasi) menghargai orang lain dan meneladani kesuksesannya, memberikan pencerahan dan menanamkan kesadaran akan nilai-nilai luhur bangsa sendiri serta semangat juang orang orang sukses.Kata Kunci: Transformasi, Nasionalisme, Radio Edukasi, Media, Kisah TokohAbstract:The purpose of this paper was to find out: (a) the definition of nationalism as a social value, (b) the history of radio and its role in education, and (c) the contribution of Heroes story program in Radio Edukasi in growing nationalism. This paper used descriptive method. The result of this study was expected to inspire dan grow nationalism toward young people as exemplified by nation’s leaders who instilled the spirit of respect for others and immitating their success, enlightening and internalizing awareness of the great value of their own nation and morale of successful people. Key Word: Transformation, Nationalism, Media, Heroes Story
Model Pembelajaran Di Sekolah Darurat Korban Bencana Gunung Merapi Di Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Innayah, Innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.848 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.88

Abstract

Abstrak: Bencana letusan Gunung Merapi di perbatasan Propinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan kejadian alam yang mengakibatkan rusaknya berbagai sarana dan prasarana umum termasuk sekolah. Demikian juga dengan berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk kegiatan belajar-mengajar terpaksa harus dihentikan karena semuanya fokus pada upaya penyelamatan diri. Pemerintah dan berbagai pihak melakukan tanggap darurat termasuk dengan mengadakan sekolah darurat untuk anak-anak pengungsi. Sekolah darurat yang diselenggarakan di tempat pengungsian dibimbing oleh para guru relawan. Beban psikologis yang melanda diri anak-anak yang berada di barakbarak pengungsian mengakibatkan motivasi belajar mereka menurun. Kondisi yang demikian ini membutuhkan penanganan yang khusus agar tercipta kegiatan pembelajaran yang menyenangkan (Joyful learning). Salah satu bentuk penanganan khusus yang menjadi fokus penelitian dan yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media. Penelitian dilakukan di sekolah darurat yang berlokasi di SDN Pangukan, Tridadi, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang (1) pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah darurat, (2) pelaksanaan pembelajaran berbasis pemanfaatan media VCD pembelajaran dan (3) pendapat peserta didik dan guru relawan terhadap pembelajaran yang memanfaatkan media VCD pembelajaran. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pembelajaran di sekolah darurat yang berbasis pemanfaatan media VCD pembelajaran sangat menyenangkan bagi peserta didik, dan materi pelajaran disajikan secara menarik, jelas, serta mudah dipahami peserta didik. Dengan adanya kegiatan pembelajaran yang  memanfaatkan media VCD pembelajaran, anak-anak pengungsi lebih termotivasi untuk belajar sekalipun dalam kondisi serba keterbatasan.Kata kunci: Pembelajaran, pemanfaatan media pembelajaran, VCD pembelajaran, sekolah darurat.Abstract: Mount Merapi volcanic eruption disaster in the border of Central Java Province and and Special Region of Yogyakarta was such a natural phenomenon that caused ruination of many public facilitations including school buildings. Many daily activities, including teaching learning activity forced to be terminated since everyone focused on rescue efforts. Government and various parties did emergency responses and building emergency schools for refugees are among others. The emergency schools were guided by volunteer teachers. Psychological burden within children living in refugee tents caused their learning motivation decrease. Such condition needed particular solution to create joyful learning activity. One of the particular solutions which was the focus of this research and will be discussed in this paper is the learning activity using media. The research was conducted in emergency school located in Pangukan Public Primary School, Tridadi, Sleman, Yogyakarta. The aims of this research were to determine (1) learning conducted in emergency school, (2) the process of VCD media based learning, and (3) opinions of students and volunteer teachers toward the utilization of VCD media in learning. The research showed that the VCD media based learning in emergency school was such a joyful learning for students, and the lessons delivered were interesting, clear, and easy to be understood by students. The learning activity using VCD media caused the refugee children more motivated to learn despite of being limited condition. Keywords: Learning, learning media utilization, learning VCD, emergency school
EKSISTENSI RADIO EDUKASI DENGAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Innayah, Innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.129 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v18i1.112

Abstract

Abstrak:Tujuan kajian ini yaitu untuk mengidentifikasi: 1) perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada dua puluh tahun terakhir di Indonesia; dan 2) pengaruh perkembangan TIK terhadap eksistensi dan operasional siaran radio edukasi. Dalam kajian ini menggunakan motode deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa: a) perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah berhasil mengubah lingkungan penyiaran radio di seluruh dunia, termasuk di Indonesia; 2) model siaran radio yang interaktif semakin populer yaitu siaran radio yang menggunakan teknologi internet, sekaligus menggantikan model siaran analog dan siaran satu arah. Radio Edukasi yang dikelola oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) Yogyakarta telah berpengalaman dalam memberikan siaran edukasi dalam format analog dan telah melakukan inovasi dengan membuka streaming pada www.radioedukasi.com.Kata kunci: radio edukasi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, radio, analog, dan digital Abstract:The purpose of this paper is to determine: 1) the development of information and communication technologies (ICT) in Indonesia in the last 20 years; and 2) the effect of ICT development to the existency and operational hours of educational radio (radio edukasi). This paper uses descriptive method. The results of the study show: a) The development of information and communications technology has changed the environment of radio broadcasting in the world, including Indonesia; b) The use of internet and interactive model of broadcasting have become more popular in which it has replaced analog and one way model. Radio Edukasi operated by BPMRP Yogyakarta has had many experiences in analog format, and now has done an innovation to provide a streaming service through www.radioedukasi.comKey words: educational radio, information and communication technology, radio, analog, and digital..
PARTISIPASI STASIUN RADIO DALAM MENYIARKAN KONTEN PENDIDIKAN Innayah, Innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.784 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.126

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui partisipasi stasiun radio dalam menyiarkan konten pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan. Pada tanggal 17 Maret sampai 30 Juni 2014 di Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Papua. Metode yang digunakan adalah metode survey dan teknik dokumen terhadap 19 radio mitra yang peduli dalam siaran pendidikan. Populasi dari penelitian ini adalah stasiun radio mitra yang berjumlah 52, sampel 19 stasiun radio mitra yang aktif menyiarkan konten pendidikan yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP). Hasil penelitian diketahui bahwa partisipasi 19 radio mitra dalam menyiarkan konten pendidikan masih tergolong partisipasi rendah (nonparticipation) yaitu dikatakan sebagai bukan peran serta, masyarakat atau radio hanya dijadikan sebagai obyek suatu kegiatan. Untuk mengatasi hal tersebut dalam mengembangkan konten siar pendidikan diharapkan lebih mengutamakan penggunaan kata-kata yang umum dan lazim dipakai, tidak melanggar kesopanan, mengesankan, pengulangan kata-kata yang penting dan susunan kalimat yang logis.Kata kunci: partisipasi, radio pendidikan, penyiaran radio Abstract:The purpose of this research is to determine the participation of radio station to broadcast educational content. This research had been conducted in four months. Started on March 17 until June 30, 2014 and it was located in Yogyakarta (Central Java), East Kalimantan and Papua. Survey and documentary methods from 19 radio partners in educational programs were used for this research. The population of this research were 52 radio stations where 19 of those samples are still active to broadcast educational content developed by Provincial Development Unit for Educational Radio (Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan/ BPMRP).The results reveals that the participation of 19 partner stations in broadcasting educational content are still relatively low (nonparticipation). In other words, the participation is only limited to an object of program or an activity, not as an active participation in broadcasting the educational content. To overcome such problem in developing educational broadcasting content, it is expected to prioritize the use of common words that do not violate decency and portraying more impression, especially for repetition of the important words logical sentences.Key words: participation, educational radio, radio broadcasting
PARTISIPASI STASIUN RADIO DALAM MENYIARKAN KONTEN PENDIDIKAN Innayah, Innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.514 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i1.149

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi stasiun radio dalam menyiarkan konten pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan, yaitu dari tanggal 17 Maret sampai dengan 30 Juni 2014 di Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Timur dan Papua. Metode yang digunakan adalah metode survai dan teknik dokumen terhadap 19 radio mitra yang peduli tentang siaran pendidikan. Populasi dari penelitian ini adalah stasiun radio mitra yang berjumlah 52, sampel 19 stasiun radio mitra yang aktif menyiarkan konten pendidikan yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) Yogyakarta. Hasil penelitian diketahui bahwa partisipasi 19 radio mitra dalam menyiarkan konten pendidikan masih tergolong partisipasi rendah (low participation) di mana masyarakat atau radio hanya dijadikan sebagai obyek suatu kegiatan. Untuk mengatasi hal tersebut, di dalam mengembangkan konten siar pendidikan diharapkan lebih mengutamakan penggunaan kata-kata yang umum dan lazim dipakai, mengesankan, pengulangan kata-kata yang penting dan susunan kalimat yang logis, dan tidak melanggar kesopanan.Kata kunci: partisipasi, radio pendidikan, penyiaran radio.Abstract: The purpose of this research is to reveal the participation of radio station in broadcasting educational content.This research had been done in four months. Stating from March 17 until June 30, 2014 in Yogyakarta, Central Java, East Kalimantan, and Papua. The method used was survey and documentary in 19 radio partners that concern in education. The population of this research is 52 radio station partners which 19 samples of them have been active to broadcast educational content developed by Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) of Yogyakarta.The results reveal that the participation of 19 partner stations in broadcasting educational content are still relatively low in which the community or radio are considered to only be object of an activity. To overcome the problem in developing educational content broadcasting, it is expected to prioritize the use of common words, impressive words, repetition of the important words, logic structure of the sentences, and the words that do not violate decency.Keywords: participation, educational radio, radio broadcasting.
SURVAI PENDENGAR TERHADAP KONTEN SIAR RADIO PENDIDIKAN Innayah, Innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.705 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.170

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respons pendengar terhadap konten siar pendidikan, konten siar pendidikan yang diminati oleh pendengar, dan respons pendengar terhadap kemenarikan konten siar program pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan dalam kurun waktu dari tanggal 08 sampai dengan 10 Oktober 2014 di Tegal, Purbalingga, Kendal, Wonosobo, Sragen, Surakarta, Pekalongan, Bumiayu, Boyolali, Kebumen, Wonogiri, dan Brebes. Metode yang digunakan adalah metode survei. Populasi dari penelitian ini adalah pendengar dari 52 stasiun radio mitra yang menyiarkan konten pendidikan yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) Pustekkom-Kemendikbud. Sampel yang diambil berjumlah 95 pendengar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons pendengar terhadap konten siar pendidikan adalah baik, bermanfaat, dan penting karena dapat menambah wawasan. Konten siar pendidikan yang diminati oleh pendengar yaitu Ensipop, Kata Mutiara, Dongeng Anak Nusantara, Kisah Tokoh, serta Risalah Nabi dan Sahabat. Respons pendengar terhadap kemenarikan konten siar program pendidikan adalah menarik karena komposisi antara kata/kalimat, musik, sound effect, materi dan durasi cukup baik. Oleh karena itu, disarankan agar kemasan konten siar pendidikan ditingkatkan kemenarikannya, variasinya, dan unsur edukasinya dengan durasi 10 menit.Kata kunci: Pendengar, penyiaran, konten siar, radio pendidikanAbstract:The purpose of this study is to find out the response of listeners against education broadcast content, education broadcast content of listeners’ interest, and the response of listeners against education boradcast content’s attractiveness. This research was conducted during the period of October 8th through 10th 2014 in Tegal, Purbalingga, Kendal, Wonosobo, Sragen, Surakarta, Pekalongan, Bumiayu, Boyolali, Kebumen, Wonogiri, dan Brebes. The methodwas survey methods. The population of this research was the listeners of 52 radio station partners that broadcast education content developed by Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan (BPMRP) Pustekkom - Kemdikbud. The sample was 95 listeners. The result showed that the listeners’ response against education broadcast content was good, beneficial, and important because they could provide some information. Education broadcast content of listeners’ interest were Ensipop, Kata Mutiara, Dongeng Anak Nusantara, Kisah Tokoh, and Risalah Nabi dan Sahabat. The listeners’ response against the attractiveness of education broadcast content was attractive as the composition of words/sentences, music, sound effect, material, and duration was fairly good. Therefore it is recommended that education broadcast content packaging should be kept being improved in terms of its attractiveness, diversity, and education sides with duration of 10 minutes.Key words : Listeners, broadcasting, broadcast content, education radio.
SIARAN RADIO PENDIDIKAN: UPAYA PERLUASAN AKSES LAYANAN PENDIDIKAN DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA innayah, innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.312 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.372

Abstract

The aim of this study is to (1) describe the government’s policy on access to education on the border areas, (2) describe the condition of radio station in the border areas, and (3) explain the educational broadcasting model in the border areas. The method used is a documentary study towards the condition of educational services, RRI as a Public Broadcasting Institution (LPP), and the Local Indonesian Broadcasting Commission (KPID) in the border areas. The results of the study are: (1) the government has widened the educational access in the border areas through among others the construction of school infrastructure and dormitories, and the assignment of teachers to teach in the border areas, (2) LPP RRI and KPID in border areas have been broadcasting via radio stations in 12 provinces, and (3) the model of educational broadcast used in the border areas is the form of partnership between BPMRPK Yogyakarta, Ministry of Education and Culture with the radio stations in the border areas such as Public Broadcasting Institution (LPP), Local Public Broadcasting Institution (LPPL), Private Broadcasting Institution (LPS) as well as the Community Radio (Rakom). Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan kebijakan pemerintah di bidang perluasan akses terhadap layanan pendidikan di daerah perbatasan, (2) menggambarkan keberadaan atau kondisi stasiun radio di wilayah perbatasan, dan (3) menjelaskan model siaran pendidikan di wilayah perbatasan. Metode yang digunakan adalah studi dokumentasi terhadap kondisi layanan pendidikan di perbatasan, Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) di wilayah perbatasan. Hasil kajian/ telaah mengungkapkan bahwa (1) pemerintah telah melakukan perluasan akses layanan pendidikan di wilayah perbatasan yang antara lain berupa pembangunan sarana-prasarana sekolah, asrama, dan pengiriman tenaga pengajar, (2) LPP RRI, dan KPID telah menyelenggarakan siaran di wilayah perbatasan di 12 provinsi, dan (3) model siaran radio pendidikan di wilayah perbatasan dilakukan dalam bentuk kerjasama kemitraan antara Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta (BPMRPKKemendikbud) dengan stasiun radio, baik Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL), Lembaga Penyiaran Publik Swasta (LPS) maupun Radio Komunitas (Rakom).