M Averros Azzam Al Islami
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Era Globalisasi di Pendidikan (Pendidik dan Peserta Didik) Radhita maharani; M Averros Azzam Al Islami; Radhita Maharani Ramli; Wahyudi Agung Rahman; Oki Sandra Agnesia
Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 9, No 1 (2022): Faktor : Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/fjik.v9i1.10117

Abstract

Globalisasi adalah Proses sesuatu yang mendunia. Globalisasi membawa pengaruh hampir keseluruhan aspek kehidupan,dan tidak dapat dihindari baik pengaruh positif maupun negatif, terutama pada pendidikan. Sehingga pendidik harus lebih professional dan kreatif, peserta didik yang sudah menguasai teknologi sejak dini. Tujuan penelitian ini adalah agar mengetahui bagaimana pengaruh globalisasi terhadap pendidik dan peserta didik. Metode yang di gunakan yaitu metode studi kepustakaan (literatus) dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa globalisasi telah membawa perubahan pada semua aspek kehidupan khususnya dalam dunia pendidikan. Globalisasi dapat memberikan dampak positif dan negative didunia pendidikan. Berdampak positif jika membuat perubahan yang membawa pendidikan Indonesia ke arah yang lebih maju, dan berdampak negative jika menurunkan kualitas pendidikan itu sendiri. Dalam era globalisasi guru juga berperan penting dalam mengembangkan peserta didik. Guru bukan hanya memberi pelajaran tetapi juga mengembangkan karakter kepada peserta didik di era yang professional dan bermutu. Selain itu, sebagai guru harus memiliki etika yang baik dan berakhlak mulia agar bisa memberika contoh yang teladan bagi peserta didik. Di era globalisasi guru harus mampu memberikan pengajaran yang baik kepada peserta didiknya. Pada era globalisasi guru  harus bisa menghadapi tantangan yaitu dengan cara memberikan orientasi, tidak hanya teori-teori melainkan praktik untuk menciptakan suatu pembelajaran yang nantinya membentuk karakter kemandirian pada peserta didik  untuk bekalnya dikemudian hari.