Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Online Course Berbasis Blended Learning Untuk Mata Kuliah "Entrepreneurship Dalam TP" Juan Carlos Sarwijang; R.A. Hirmana Wargahadibrata; Uwes Anis Chaeruman
Jurnal Pembelajaran Inovatif Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Pembelajaran Inovatif
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPI.052.03

Abstract

This study aims to develop online learning as a blended learning medium for the "Entrepreneurship in TP" course using blended learning as mandated by UNJ 2020 academic policy. This research uses the ILDF (Integrative Learning Design Framework) development method. This theory of development consists of three stages, namely exploration, enactment and evaluation. The implications of the results of this research are in general product development into interventions that facilitate learning through online courses in the form of blended learning. In particular, this product is a fulfillment of the academic policy of the State University of Jakarta in 2020 where courses are required to use online learning and blended learning. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pembelajaran online sebagai media blended learning mata kuliah “Kewirausahaan di TP” menggunakan blended learning sebagaimana diamanatkan oleh kebijakan akademik UNJ 2020. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan ILDF (Integrative Learning Design Framework). Teori perkembangan ini terdiri dari tiga tahap, yaitu eksplorasi, enactment dan evaluasi. Implikasi dari hasil penelitian ini secara umum pengembangan produk menjadi intervensi yang memfasilitasi pembelajaran melalui kursus online dalam bentuk blended learning. Secara khusus, produk ini merupakan pemenuhan kebijakan akademik Universitas Negeri Jakarta tahun 2020 dimana mata kuliah diwajibkan menggunakan online learning dan blended learning.
PORTOFOLIO DIGITAL DENGAN SEESAW: TRANSFORMASI ASESMEN AUTENTIK DAN BUDAYA REFLEKSI GURU DI SEKOLAH DASAR Cecep Kustandi; Durotul Yatimah; R.A. Hirmana Wargahadibrata; Athiya Fara Swid; Shaffiya Rasidha Andinnari
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut guru untuk menguasai keterampilan asesmen autentik dan praktik reflektif. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa guru sekolah dasar di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mendesain asesmen yang kontekstual serta membangun budaya refleksi profesional. Artikel pengabdian masyarakat ini melaporkan intervensi portofolio digital berbasis aplikasi SeeSaw yang dilaksanakan di SD Negeri Jakasetia IV, Kota Bekasi, dengan melibatkan 30 guru. Kegiatan dirancang melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, implementasi, pendampingan, dan evaluasi.Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh dimensi kompetensi guru. Skor pengetahuan meningkat dari 2,6 menjadi 4,3, keterampilan teknis dari 2,8 menjadi 4,2, dan sikap reflektif dari 3,1 menjadi 4,4 (skala 1–5). Temuan ini menegaskan bahwa portofolio digital tidak hanya berfungsi sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai instrumen formatif yang memperkuat siklus experiential learning guru. Hasil kualitatif mengidentifikasi tiga tema utama: (i) persepsi baru guru bahwa pengalaman mengajar merupakan data berharga, (ii) kebanggaan terhadap artefak digital yang dihasilkan, dan (iii) inisiatif pembentukan komunitas praktik berbasis sekolah. Implikasi dari kegiatan ini adalah bahwa integrasi SeeSaw dapat menumbuhkan budaya refleksi profesional yang berkelanjutan serta memperkuat keterhubungan antara asesmen autentik dan pengembangan kapasitas guru. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini relevan bagi agenda nasional Merdeka Belajar sekaligus memperkaya literatur internasional tentang peran portofolio digital dalam pendidikan guru. Abstract The transformation of 21st-century education requires teachers to master authentic assessment and reflective practice. However, research indicates that Indonesian elementary teachers continue to face challenges in designing contextualized assessments and cultivating a professional culture of reflection. This community service article reports on the implementation of a digital portfolio program using the SeeSaw application at SD Negeri Jakasetia IV, Bekasi City, involving 30 teachers. The intervention adopted a participatory approach comprising socialization, training, implementation, mentoring, and evaluation stages. Quantitative results demonstrated a significant increase across all competency dimensions. Knowledge scores rose from 2.6 to 4.3, technical skills from 2.8 to 4.2, and reflective attitudes from 3.1 to 4.4 (on a 5-point scale). These findings highlight that digital portfolios function not only as documentation tools but also as formative instruments reinforcing the teachers’ experiential learning cycle. Qualitative findings revealed three key themes: (i) teachers’ new perception of teaching experiences as valuable data, (ii) pride in producing digital artifacts, and (iii) the emergence of school-based communities of practice. The implications suggest that integrating SeeSaw can foster a sustainable culture of professional reflection while strengthening the link between authentic assessment and teacher capacity development. Consequently, this initiative aligns with Indonesia’s Merdeka Belajar reform agenda and enriches the international literature on digital portfolios in teacher education.