Harmawati Rustan
Institut Kesehatan dan Bisnis Kurnia Jaya Persada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di Rsu St. Madyang Palopo Harmawati Rustan
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asfiksia adalah keadaan dimana bayi yang baru dilahirkan tidak segera bernafas secara spontan dan teratur setelah dilahirkan. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam rahim yang berhubungan dengan faktor–faktor yang timbul dalam kehamilan, persalinan dan setelah kelahiran. Faktor-faktor yang menyebabkan asfiksia diantaranya faktor ibu, faktor tali pusat dan faktor bayi. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSU St. Madyang Palopo. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi yang bersifat analitik cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran/observasi data variabel independen dan dependen dinilai secara stimultan pada satu saat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua bayi baru lahir di RSU St. Madyang Palopo sebanyak 100 bayi. Sampel yang diambil sebanyak 50 bayi dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan umur kehamilan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSU St. Madyang Palopo, ρ = 0,005 < α = 0,05. Terdapat hubungan berat badan lahir bayi dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSU St. Madyang Palopo, ρ = 0,007 < α = 0,05. Jadi kesimpulannya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSU St. Madyang Palopo, yaitu faktor umur kehamilan dan berat badan lahir bayi. Oleh karena itu, bagi pihak rumah sakit disarankan agar pencatatan status pasien pada rekam medis dilakukan dengan lebih teratur dan lengkap.
Hubungan Status Imunisasi Dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pada Balita Sakit (1-5 Tahun) Deviani Fatimah; Harmawati Rustan
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di Negara berkembang maupun di Negara maju. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit ISPA merupakan penyakit yang paling sering menyebabkan kematian pada anak balita. Sehingga ISPA masih merupakan penyakit yang mengakibatkan kematian yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana hubungan status imunisasi dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita sakit (1-5 tahun) di Puskesmas Kolonodale Kabupaten Morowali Utara Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling sebanyak 50 orang. Analisis data yang digunakan dengan cross sectional pada tingkat kemaknaan adalah 95% (p<0,05). Hasil penelitian diperoleh data, bahwa balita yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan imunisasi tidak lengkap sebanyak 34 orang (68,0%) sedangkan balita yang mendapatkan imunisasi lengkap sebanyak 16 orang (32,0%), dan pada balita yang mengalami ISPA untuk pertama kali sebanyak 32 orang (64,0 %) dan ISPA berulang sebanyak 18 orag (36,9 %) Hasil uji statistik menunjukkan nilai p= 0,08 maka ada hubungan yang signifikan antara status imunisasi dengan kejadian ISPA pada Balita. Pada hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan status imunisasi dengan ISPA pada balita sakit (1-5 tahun), maka disarankan kepada petugas pelayanan kesehatan agar memberikan konseling, informasi dan edukasi (KIE) tentang manfaat imunisasi lengkap dalam mencegah berbagai penyakit, sehingga dapat menurunkan angka kesakitan balita yang disebabkan oleh ISPA maupun penyakit lain.