Lubis Lubis
Institut Kesehatan dan Bisnis Kurnia Jaya Persada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Metode Tudang Sipulung Terhadap Pengetahuan Tentang Pencegahan Gastritis di SMAN 2 Luwu Berkah Putri Hakim; Lubis Lubis
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis adalah peradangan yang terjadi pada mukosa lambung.Gastritis merupakan salah satu dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat inap, dengan total 33.580 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan metode tudang sipulung terhadap pengetahuan tentang pencegahan gastritis. Jenis penelitian ini menggunakan pre eksperimental dengan onegroup pretest-postest berlokasi di SMAN 2 Luwu. Teknik sampling yang digunakan probability sampling dengan stratifield Random sampling dengan jumlah responden 90. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan menggunakan media leaflet. Analisa data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa pengetahuan siswa sebelum pendidikan kesehatan adalah baik 9 orang (10,0), cukup 69 orang (76,7%) dan kurang 12 orang (13,3%). Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dengan pengetahuan baik adalah 46 orang (51,5%), cukup 43 orang (47,8%), kurang 1 orang (1,1%). Uji Hipotesis menggunakan Wilcoxon dengan nilai Z -7,682 dan nilai pValue 0,000 (p<0,05) yang berarti Ha diterima. Hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan remaja tentang gastritis.Pendidikan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan. Menyarankan bagi profesi keperawatan agar lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan dalam memberikan informasi tentang gastritis sehingga dapat membantu dalam meningkatkan pengetahuan tentang gastritis.
URGENSI PENJATUHAN PIDANA MATI TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN RELEVANSINYA DALAM PERSPEKTIF HUKUM, HAK ASASI MANUSIA DAN HUKUM ISLAM Ilham Laman; Lubis Lubis
Jurnal Andi Djemma | Jurnal Pendidikan Vol 6, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jad.v6i1.1208

Abstract

Indonesia, negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, mengakui kepantasan dan urgensi penjatuhan pidana mati terhadap tindak pidana tertentu atau kejahatan yang mengganggu ketertiban umum dan mengancam kehidupan manusia serta stabilitas nasional. Namun jika dikaitkan dengan konsep pidana mati dan kaitannya dengan kejahatan narkoba, dapat disimpulkan bahwa urgensi penjatuhan hukuman mati bagi pelaku kejahatan narkoba memerlukan penelitian lebih lanjut. Pendapat dari beberapa kelompok yang menginginkan hukuman mati. Menghapuskan pidana mati karena bertentangan dengan hak untuk hidup dan dengan pengertian resosialisasi tujuan pemidanaan agar pelaku dapat menjadi manusia yang lebih baik dan dapat kembali ke masyarakat. Penulis menelusuri pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian menguraikannya dengan pendekatan kualitatif yang menekankan pada masalah pemahaman masalah sosial berdasarkan kondisi lingkungan yang nyata dan alami yang kompleks dan mendetail (nyata). Pencerahan melalui penelitian ini, secara umum penulis berkesimpulan bahwa urgensi penjatuhan hukuman mati bagi pelaku kejahatan narkoba dikarenakan kejahatan tersebut menciptakan korban yang pasif, Diperlukan biaya rehabilitasi dan penegakan hukum yang merugikan generasi muda dan melemahkan sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Kemudian dalam hukum Islam ada istilah Qishash yang merupakan hukuman yang pantas atas perbuatan seseorang terhadap orang lain, dalam hal ini hukuman mati, pelaku utama dieksekusi atas tindak pidana penyalahgunaan narkoba yang patut karena menimbulkan kerugian di setiap aspek negara dan kehidupannya