Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Effect Of Massage Therapy Towards Weight Gain On Stunting Toddlers Ayu Mutia Lestari; Yulinda Laska; Erika Fariningsih
JURNAL KEBIDANAN KESTRA (JKK) Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Kebidanan Kestra (JKK)
Publisher : Fakultas Kebidanan Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkk.v5i1.1241

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem occurringin toddlers, characterized by shorter height compared to children of their age. Massage therapy is known to providevarious benefits such as increasing endurance, increasing body weight, stimulating the Vagus nerve, increasing breast milk production, overcoming stomach pain, and improving sleep quality. This research employed Quasi-Experiment method with Two Groups Pre-test and Post-test design, by observing and giving treatment for 14 days. The research involved 20 stunting toddlers in Tanjung Riau, Batam as the samples. The research results revealed that there was an effect of giving massage therapy on weight gain in stunting toddlers. The Independent Sample T-test obtained a significant p-value of 0.033 (P < 0.05).Therefore, it can be concluded that there is an effect of giving massage therapy on weight gain in stunting toddlers.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG MANAJEMEN KEBERSIHAN MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI SEBAGAI PENERAPAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE Yulinda Laska; Risma Ikha Paramitha; Eka Fitri Amir
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9: February 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i9.4833

Abstract

Adolescent girls need adequate information regarding welcoming the arrival of the first menstruation. This is so that young women do not experience fear when their first menstruation arrives. Information is needed so that young women can respond to the arrival of their first menstruation in a calm and comfortable manner. On the other hand, many women and girls experience difficulties in managing their menstrual hygiene, which has an impact on hygiene, health and well-being and thus affects progress towards achieving the Sustainable Development Goals for gender equality. Information related to Menstrual Hygiene Management is needed by young women to maintain their reproductive health. Poor knowledge affects bad behavior as well. Therefore, information on Menstrual Hygiene Management is needed by young women to improve their hygiene, health, and well-being. In an effort to increase the knowledge of young women about Menstrual Hygiene Management, community service activities in the form of health counseling were carried out online through the Zoom Cloud Meeting on July 21, 2022, which was attended by 36 young women with an age range of 14-22 years old. Community service activities went well and smoothly, marked by the high enthusiasm of the participants during the session of providing material and question and answer related to Menstrual Hygiene Management. The benefits obtained by the participants in this activity are that the participants gain increased knowledge related to Menstrual Hygiene Management which can be used to maintain their own cleanliness.
PENYULUHAN PENTINGNYA PEMENUHAN KEBUTUHAN GIZI PADA ANAK UNTUK MENCEGAH STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMPUNG JABI KOTA BATAM Erika Fariningsih; Yulinda Laska; Risma Ikha Paramitha; Desi Ramadhaniati; Dermonika Purba
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 7: Juli 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the implementation of this outreach activity is so that mothers of toddlers who take part in the activity can understand and understand the importance of fulfilling nutrition in children to prevent stunting. The method used in this community service is to provide socialization in the form of counseling about the importance of fulfilling nutrition in children as an effort to prevent stunting. Participants in this activity are all mothers who have toddlers as many as 15 people. The evaluation of this socialization activity was that participants could understand the material presented, as evidenced by the enthusiastic participants in asking questions related to nutritional fulfillment. The result of this socialization activity is an increase in the knowledge and enthusiasm of the participants by participating in outreach activities on the importance of fulfilling nutrition in children.
Penyuluhan Pentingnya Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Pada Anak Usia 6-8 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Botania Erika Fariningsih; Yulinda Laska; Jihan Febiyanti
Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal Vol. 1 No. 3 (2024): Juli: Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/masyarakatmandiri.v1i3.312

Abstract

The complementary feeding of breast milk is additional food given to infants after the age of 6 months. Although breast milk is the best food for infants, after the age of >6 months, infants require more vitamins, minerals, proteins, and carbohydrates. The provision of complementary feeding aims to train and familiarize infants to consume foods that contain the nutrients needed by their bodies as they grow older. This community service activity uses a method of health education through providing information to the community about the importance of nutrition for children to prevent stunting, involving the roles of lecturers, health center officials, cadres, and students as responsible parties in community service. There were 17 mothers of toddlers who participated. With the implementation of community education at the integrated health service post (posyandu) regarding complementary feeding of breast milk for infants aged 6-8 months, the community gains a better understanding of the benefits of complementary feeding for infants aged 6-8 months.
Pengembangan Model Intervensi Bidan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Remaja dalam Mengadvokasi Hak Kesehatan Reproduksi Fitriani Fitriani; Yulinda Laska; Ridni Husnah; Nuraini Amalia Zakiah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.158

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting yang masih menghadapi berbagai tantangan, tingginya angka kehamilan remaja, infeksi menular seksual, dan rendahnya literasi reproduksi. Remaja kerap menghadapi keterbatasan akses informasi, dan kurangnya keterampilan dalam mengadvokasi hak kesehatan reproduksi. Bidan sebagai tenaga kesehatan primer memiliki potensi besar dalam memberikan edukasi, namun peran tersebut belum optimal secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model intervensi bidan yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengadvokasi hak kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 43 siswa yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner untuk melihat hubungan antara partisipasi dalam program intervensi bidan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja terhadap kesehatan reproduksi. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa partisipasi dalam intervensi bidan secara signifikan berhubungan dengan pengetahuan baik (88,9%), sikap positif (88,9%), dan tindakan yang baik (92,6%) terhadap kesehatan reproduksi. Uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,001 pada seluruh indikator dengan rasio prevalensi tinggi (RP = 90,0 untuk pengetahuan, RP = 22,0 untuk sikap, dan RP = 60,0 untuk tindakan). Analisis multivariat menunjukkan bahwa tidak mengikuti program meningkatkan risiko pengetahuan rendah (RP = 25,0) dan praktik buruk (RP = 15,5). Kesimpulan: Model intervensi bidan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan advokasi remaja terkait hak kesehatan reproduksi. Peran aktif bidan dalam edukasi berbasis sekolah dapat menjadi strategi penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan remaja secara berkelanjutan.
EFEKTIVITAS TEKNIK REBOZO TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN KALA I Diyan Wahyuningsih; Yulinda Laska
Jurnal Bidan Pintar Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jubitar.v7i1.7775

Abstract

Abstrak Persalinan kala I yang berlangsung lama dapat meningkatkan risiko kelelahan ibu dan komplikasi persalinan, sehingga diperlukan metode nonfarmakologis yang dapat membantu mempercepat kemajuan persalinan, salah satunya teknik rebozo. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas teknik rebozo terhadap kemajuan persalinan kala I. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent control group design, membandingkan kelompok yang diberikan teknik rebozo dengan kelompok yang mendapat asuhan persalinan standar, dianalisis menggunakan uji beda dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang diberikan teknik rebozo mengalami kemajuan persalinan kala I fase aktif yang lebih cepat dibandingkan kelompok kontrol. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Perbedaan ini menunjukkan bahwa teknik rebozo yang membantu relaksasi otot panggul dan optimalisasi posisi janin turut berkontribusi mempercepat proses pembukaan serviks pada kala I. Teknik rebozo dapat dipertimbangkan sebagai salah satu asuhan komplementer dalam pertolongan persalinan normal untuk membantu mempercepat kemajuan persalinan kala I secara aman dan nyaman bagi ibu bersalin. Kata kunci : teknik rebozo; persalinan kala I; kemajuan persalinan; asuhan komplementer
Olah Tubuh dengan Yoga sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Penanganan Dismenore pada Remaja Yulinda Laska
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2126

Abstract

Dismenore merupakan keluhan nyeri menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada aktivitas belajar, kenyamanan fisik, serta kesejahteraan psikologis. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai penanganan dismenore secara nonfarmakologis menyebabkan sebagian besar remaja masih bergantung pada penggunaan obat pereda nyeri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penanganan dismenore melalui olah tubuh dengan yoga. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan desain pretest dan posttest pada 15 remaja putri. Intervensi meliputi edukasi kesehatan reproduksi remaja dan praktik yoga yang berfokus pada gerakan peregangan, pernapasan, dan relaksasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai dismenore dan penanganannya melalui yoga setelah intervensi. Pembahasan hasil kegiatan diperkuat dengan telaah 15 jurnal nasional dan internasional yang menunjukkan kesinambungan temuan mengenai efektivitas yoga sebagai media edukatif dan promotif dalam pengelolaan dismenore pada remaja. Yoga dapat direkomendasikan sebagai metode nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesiapan remaja dalam menangani dismenore.