Pinta Astuti
UMY

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Pemasaran Digital pada Kelompok UMKM Kopi di Desa Sarwodadi, Pejawaran, Banjarnegara Pinta Astuti; Adhitya Yoga Purnama; Surya Dewi Puspitasari; Dewi Sekar Kencono
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.5702

Abstract

Komoditas kopi yang dihasilkan di Desa Sarwodadi, Pejawaran, Banjarnegara menjadi salah satu hasil kegiatan ekonomi masyarakat dalam pemanfaatan lahan produktif. Pengolahan biji kopi mandiri telah mulai dilakukan beberapa tahun terakhir oleh masyarakat. Sebelum masa pandemi COVID-19, pengelola UMKM telah memasarkan kopi Sarwodadi ini ke berbagai daerah. Akan tetapi, sejak adanya pandemi COVID-19, omset penjualan menurun tajam karena penurunan permintaan. Selain itu, sejak sebelum pandemi terjadi, kesadaran untuk pemanfaatan teknologi digital sebagai media pemasaran masih tergolong rendah karena berbagai faktor. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas kelompok pengelola UMKM kopi dalam penguasaan dan pemahaman pemasaran digital agar dapat meningkatkan omset penjualan selama dan pasca masa pandemi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada Januari-Februari 2022. Metode pelaksanaan pada program ini antara lain dengan cara mengaktifkan kembali media sosial, meningkatkan kesadaran pemasaran digital, pelatihan foto produk, membangun branding pada produk, pelatihan pemasaran digital, dan mengikuti pameran virtual. Hasil dari kegiatan ini adalah pengelola UKM menyadari akan pentingnya penguasaan media sosial dan e-commerse untuk meningkatkan jumlah penjualan. Selain itu, peningkatan kualitas foto produk, branding melalui desain logo baru, dan keikutsertaan pada pameran UKM secara virtual juga meningkatkan awareness masyarakat baik di sekitar Desa Sarwodadi maupun di luar daerah akan eksistensi UMKM ini.  Oleh karena itu, kegiatan pendampingan pemasaran pada kelompok usaha ini dapat dijadikan alternatif solusi untuk meningkatkan kemampuan pemasaran pengelola UMKM. Seluruh kegiatan pengabdian telah selesai pada akhir Februari 2022 dan berdasarkan nilai post-test ditunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini menambah pengetahuan kelompok UMKM kopi dari 6,2% menjadi 94,2%. The coffee commodity in Sarwodadi Village, Pejawaran District, Banjarnegara Regency is one of the results of community economic activities in using productive land. The community has started to process independent coffee beans in recent years. Before the COVID-19 pandemic, MSME managers had marketed this Sarwodadi coffee to various regions. However, since the COVID-19 pandemic, sales turnover has fallen sharply due to falling demand. In addition, before the pandemic, awareness of digital technology as a marketing medium is also still low. Therefore, this community service program is carried out to increase the capacity of coffee MSME management groups to master and understand digital marketing in order to increase sales turnover during and after the pandemic. This program will be conducted from January-February 2022. The implementation methods in this program include re-activating social media, increasing digital marketing awareness, product photo training, building branding on products, digital marketing training, and participating in virtual exhibitions. The result of this activity is that SME managers realize the importance of mastering social media and e-commerce to increase the number of sales. In addition, improving the quality of product photos, branding through new logo designs, and participating in virtual SME exhibitions also increase public awareness both around Sarwodadi Village and outside the region of the existence of these SMEs. Therefore, marketing assistance activities in this business group can be used as an alternative solution to improve the marketing capabilities of MSME managers. All service activities were completed at the end of February 2022, and based on the post-test scores, it is shown that this community service activity has increased the knowledge of the coffee MSME group from 6.2% to 94.2%.  
Pendampingan Produsen Beton dalam Pengujian Kandungan Logam Berbahaya pada Limbah Mortar Sisa Batching Plant Beton di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Pinta Astuti
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i1.7322

Abstract

Batching plant beton biasanya menghasilkan limbah mortar sisa selama proses produksinya. Mortar sisa ini biasanya digunakan sebagai pelicin atau pencuci molen sebelum proses pengadukan dan distribusi ke lokasi proyek. Jumlah limbah mortar sisa tersebut sejumlah 20 m3 per hari atau tergantung dengan jumlah produksi harian di masing-masing pabrik. Adanya produksi limbah yang terus menerus mengakibatkan penumpukan dan memakan tempat. Pengelola mengharapkan agar material sisa tersebut dapat dimanfaatkan untuk lingkungan seperti tanah timbunan, bahan penyusun jalan, tempat parkir, dan lain-lain. Untuk pemanfaatan tersebut memerlukan data kandungan logam berbahaya dari limbah tersebut sehingga pengelola PT Aneka Dharma Persada menjadi mitra dalam kegiatan pendampingan uji kandungan logam berbahaya. Pengujian dilakukan dengan metode X-Ray Difraction (XRD) dan X-Ray Fluoeresence (XRF) pada sampel limbah yang lolos saringan 100. Kegiatan ini dilaksanakan pada November 2021- Februari 2022. Hasil dari pengujian didapatkan bahwa kandungan logam berbahaya seperti Al, Cr, Mn, Fe, Cu, Zn memiliki kadar yang lebih rendah dari ambang batas berbahaya. Oleh karena itu, limbah mortar sisa dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat seperti material timbunan. Oleh karena itu, kegiatan pendampingan pengujian logam berbahaya pada mortar sisa ini dapat dijadikan alternatif solusi untuk meningkatkan pemahaman mitra dalam melakukan uji kandungan logam sebelum pemanfaatan limbah untuk lingkungan sekitar. Semua kegiatan berjalan dengan baik dan berdasarkan hasil evaluasi, pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan mitra dari 15,4% menjadi 91,8%.Concrete batching plants usually produce residual mortar waste during the production process. This residual mortar is usually used as a lubricant or washing powder before the mixing process and distribution to the project site. The amount of residual mortar waste is 20 m3 per day or depending on the daily production in each factory. The continuous production of waste results in accumulation and takes up space. The management hopes the leftover material can be used for the environment, such as embankment soil, road building materials, parking lots, etc. For this utilization, data on the hazardous metal content of the waste is required so that the manager of PT Aneka Dharma Persada becomes a partner in assisting activities for testing the content of hazardous metals. The test was carried out using the X-Ray Diffraction (XRD) and X-Ray Fluoresence (XRF) methods on the waste samples that passed the 100 filters. The activity was held from November 2021 – February 2022. Based on the test result, the AL, Cr, Mn, Fe, Cu, and Zn content was lower than the dangerous threshold. Therefore, the community can use the residual mortar waste directly as stockpile material. Therefore, testing assistance activities in these community services can be an alternative solution to increase partners' understanding of conducting metal content tests before utilizing waste for the surrounding environment. All activities went well, and based on the evaluation results, this community service could increase partners' knowledge from 15,4% to 91,8%.