Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENCEGAHAN PERILAKU KORUPSI MELALUI INTERNALISASI NILAI-NILAI ANTI KORUPSI DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP IT FATEEH SEMARANG Rico Setyo Nugroho; Martinus Aditya Pardiyanto; M. Dliya’Ulami
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i10.1588

Abstract

Korupsi adalah salah satu masalah paling krusial yang terus mendera Indonesia.Korupsi sudah merasuk hampir ke seluruh sektor kehidupan bernegara.Masyarakat pun menjadi korban yang paling menderita.Meski tindakan pemberantasan korupsi terus dilakukan, tetapi masyarakat seakan pesimis terhadap keberhasilannya.Tujuan pengabdian ini membentuk mental anti korupsi pada generasi remaja melalui pelajaran pendidikan agama Islam.Metode pengabdiannya dengan Asset Based Communities Development (ABCD) Permasalahan diselesaikan dalam tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.Persiapan dilakukan dengan melakukan survey pendahuluan untuk melihat kondisi di lapangan mengenai kondisi dari mitra. Pelaksanaan dilakukan dengan pelatihan, menggunakan metode ceramah yaitu dengan teknik presentasi, dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk masing-masing tahap dengan mengerjakan pretest dan diakhiri dengan posttest. Hasil kegiatan ini menunjukkan ada perubahan pengetahuan yang signifikan sebesar 32% antara sebelum dilaksanakan pelatihan dan sesudahnya dari hasil pre test dan posttest dari peserta pelatihan ini.
THE POLICY OF LEGAL PROTECTION FOR FEMALE PRISONERS IN CLASS II A FEMALE CORRECTIONAL INSTITUTIONS IN SEMARANG Martinus Aditya Pardiyanto
Journal Philosophy of Law Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jpl.v3i4.3360

Abstract

Women convicts, as a vulnerable group in society, are a group that must receive guaranteed protection for their human rights. The problem in this research is the legal protection of female prisoners in the Class II A Women’s Prison in Semarang, the problems faced, and the efforts made to overcome the problems in providing legal protection to female prisoners. The approach method used is juridical-normative. This research is descriptive-analytical. The types of data used are secondary data and primary data. Data collection methods include library research, interviews, and documentation studies, and are then analyzed descriptively and qualitatively. Based on the study’s results, it can be seen that legal protection for female prisoners in the Class II A Women’s Prison in Semarang is carried out by fulfilling all the rights of female prisoners as stipulated in the legislation. In principle, all the rights of women prisoners have been granted and fulfilled, although they are still limited and not yet at the maximum level. Problems faced by the Semarang Women’s Class II A Prison in providing legal protection to female prisoners, including: (1) the limitations of existing human resources, both in quantity and quality; (2) over capacity; (3) the condition of the prison building is not following the minimum standard; (4) the lack of health facilities provided; (5) the lack of information and communication systems; and (6) minimal operating budget. Efforts made by the Class II A Women’s Prison in Semarang to overcome these problems, such as (1) increasing the quantity and quality of prison officers either through proposals for adding new employees, partnership cooperation, or through correctional technical training; (2) proposing new women’s prisons in the area of Central Java province and simplifying procedures for fulfilling the rights of inmates such as assimilation, CMB and PB consistently and transparently; (3) the renovation of prison buildings adapted to the concepts and ideas of correctional that leads to the fulfillment of the rights of women prisoners; (4). improving the health facilities and facilities for the residents of prisons; (5) procurement of information technology-based correctional service facilities and infrastructure; (6) implementing a budget system based on the real needs of the correctional process and the fulfillment of special unit costs. This study concludes that the legal protection of female prisoners in the Class II A Women’s Prison in Semarang follows what is mandated in the legislation.
PERBAIKAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH SECARA LANGSUNG DALAM PERSPEKTIF DEMOKRASI PANCASILA Martinus Aditya Pardiyanto
Spektrum Vol 20, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/spektrum.v20i2.9138

Abstract

Pada tanggal 9 Desember 2015 lalu, Indonesia kembali melaksanakan pilkada secara langsung, setelah dulu pilkada sebelumnya dilaksanakan melalui perwakilan. Akan tetapi dalam pelaksanaannya masih menimbulkan permasalahan klasik, seperti banyaknya praktek politik uang. Realitanya masih terjadi kesenjangan yang sangat tinggi antara das sein dan das sollen-nya. Untuk itu perumusan masalah dalam penelitian ini ialah mengapa pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah di Indonesia dilaksanakan secara langsung, serta bagaimana urgensi perbaikan pemilihan umum kepala daerah secara langsung dalam perspektif demokrasi menurut Pancasila. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif/doktrinal. Spesifikasi penelitian adalah penelitian deskriptif  analitis. Sumber dan jenis data pada penelitian ini merupakan data-data yang terkait  dengan penelitian yaitu UU No. 8 Tahun 2015, UUD 1945, buku-buku pustaka tentang pilkada langsung dan media cetak serta media online. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode studi pustaka dan studi dokumenter. Teknik analisis data yang dipergunakan di dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan analisis data kualitatif normative. Hasil  penelitian  adalah  alasan  pelaksanaan  pemilihan  umum  kepala  daerah  di Indonesia  dilaksanakan  secara  langsung  karena  rakyat  sudah  terbiasa  dengan  sistem pemilihan langsung serta pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah langsung merupakan wujud dari kedaulatan rakyat. Urgensi perbaikan pemilihan umum kepala daerah secara langsung dalam perspektif demokrasi menurut Pancasila adalah perbaikan harus mencakup semua aspek, substansi, struktur dan budaya demokrasi substantif. Dalam perbaikannya agar diperoleh perbaikan yang maksimal dalam pelaksanaan pilkada langsung yang  akan  datang  dibutuhkan  kerjasama  dari  semua  elemen  masyarakat,  partai  politik, penyelenggara   pemilu   maupun   pemerintah   dalam   perbaikannya.   Proses   demokrasi prosedural harus diganti menjadi proses demokrasi substantif. 
PELATIHAN PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA BAGI PETERNAK DOMBA DI WILAYAH BUGEN KELURAHAN TLOGOSARI SEMARANG Ani Setyowati; Martinus Aditya Pardiyanto; Shinta Eka Kartika; Abdul Manan
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 4 No. 1 (2024): Batara Wisnu | Januari - April 2024
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v4i1.244

Abstract

Financial statements is a part of an entity's responsibility in informing the condition of assets, liabilities and equity. With financial reports, an entity's financial condition can be traced and its effectiveness in managing finances assessed. Apart from that, financial reports can be used as a tool to take measurements to ensure business capabilities in carrying out operations. Besides that financial statements  projections of future business operations can be planned better. Livestock farming is an important sector in the process of meeting society's needs, but not all livestock business managers understand the importance of bookkeeping reports. Therefore, training and assistance in making simple financial reports is needed to help livestock farmers in managing their livestock businesses. The location for mentoring and training is in the Bugen area, Tlogosari Wetan Village
Dinamika Rumah Tangga Poligami dalam Islam: Studi Fenomenologis Rico Setyo Nugroho; Daryono Daryono; Martinus Aditya P; Muchlisin
ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2026): ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisplin, Mei 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/armada.v4i5.2027

Abstract

Rumah tangga poligami memiliki dinamika dan tantangan yang berbeda dengan rumah tangga monogami. Beragam konflik mulai dari masalah kecemburuan, ketidakadilan, penelantaran anak dan istri, kurangnya perhatian, dan sebagainya menjadi momok yang menakutkan bagi suami yang menginginkan memiliki istri lagi. Islam sebagai agama yang memberikan panduan yang jelas dalam menyelesaikan segala dinamika konflik rumah tangga poligami. Penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi fenomenologis. Subjek penelitian ini adalah mereka yang terlibat langsung dalam rumah tangga poligami baik suami dan para istrinya. Hasil penelitian ini adalah masih banyaknya rumah tangga poligami yang mengalami dinamika konflik yang seringkali menjadi konflik yang berkepanjangan di antara anggotanya. Hal ini disebabkan masih banyaknya pelaku poligami yang tidak memahami akan penyelesaian atau manajemen konflik dalam Islam.
KONFLIK SOSIAL DAN EKONOMI SEBAGAI DAMPAK UNDANG UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA Martinus Aditya Pardiyanto
Jurnal Ius Constituendum Vol. 2 No. 2 (2017): OCTOBER
Publisher : Magister Hukum Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.741 KB) | DOI: 10.26623/jic.v2i2.660

Abstract

KONFLIK SOSIAL DAN EKONOMI SEBAGAI DAMPAK UNDANG UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA  Martinus Aditya PardiyantoDosen Pancasila Fakultas Ekonomi Universitas Semarang  ABSTRAKDengan ditetapkannya Undang undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa pada 15 Januari 2014 dapat memberi ruang bagi Pemerintahan Desa. Dikarenakan Kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi rakyat tidak selamanya berada dilingkungan perkotaan saja, tetapi dalam membangun Indonesia haruslah di mulai dari Desa. Permasalahan yang dibahas didalam tesis ini (1). Siapakah aktor aktor yang diuntungkan di balik Undang undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. (2). Potensi konflik apakah yang dimungkinkan timbul dengan ditetapkannya Undang undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat dijelaskan bahwa: Kelompok Kepentingan, Politisi Dan Partai Politik, Kelompok kepentingan memainkan peran penting dalam pembentukan kebijakan, selain kelompok kepentingan, para politisi menggunakan partai politik untuk meraih kekuasaan. Serta Pemerintahan Desa, Luasnya kewenangan pemerintah desa tanpa pengawasan kuat Badan Permusyawaratan Desa pada akhirnya membuka peluang korupsi di desa disebabkan sumber daya aparatur yang minim, apalagi jika pemerintah lalai dalam melakukan pembinaan dan pengawasan sebagaimana amanat undang undang desa. Potensi konflik yang dimungkinkan timbul, Undang undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa akan melahirkan konflik baru bagi sebagian masyarakat yang ada di desa, baik konflik manifes maupun konflik laten. Saran Sebuah perubahan   menjadi desa mandiri jangan disalah artikan bahwa Pemerintah lainnya menjadi tidak bertanggungjawab untuk kelangsungan atas penyelenggaraan pemerintahan desa malah seharusnya     pemerintah pusat mendorong dan membangkitkan semangat bagi pemerintah desa untuk maju dan bangkit serta berbenah diri sehingga wajah pemerintahan desa memang   dapat menjadi   citra pemerintahan lainnya dimata masyarakat.  Kata Kunci: Dampak, Desa, Konflik.          SOCIAL AND ECONOMIC CONFLICTS AS THE IMPACT OF THE LAW NUMBER 6 OF 2014 ON VILLAGE  Martinus Aditya PardiyantoLecturer of Pancasila, Faculty of Economics, University of Semarang  ABSTRACTWith the enactment of Law Number 6 Year 2014 on the Village on January 15, 2014 can make space for the Village Government. Since welfare and economic prosperity of the people are not always located in urban area, building Indonesia begins from the village. The problems discussed in this thesis are (1). Who are the beneficiaries behind Law No. 6 of 2014 on Villages (2). What are the potential conflicts that exist in accordance with the stipulation of Law No. 6 of 2014 about the Village? Based on the results of research and discussions, it can be explained: Interest Groups, Politicians and Political Parties, Interest groups play an important role in the formation of policies, in addition to interest groups, politicians use political parties to gain power, as well as Village Government. The extent of village government regulations without strong supervision from the Village Deliberative Council ultimately opens opportunities for corruption in the village due to the lack of personnel resources, especially if the government is negligent in conducting guidance and supervision over the mandate of the village law. Potential conflicts that arise, Law Number 6 Year 2014 about the Village will give birth to new conflicts for some communities in the village, both manifest conflict and latent conflict. Suggestions a change to become an independent village should not be misunderstood, that other government levels become irresponsible for the operation of the governance of the village. Furthermore, the center government encourages and pushes spirit for the village government to advance and rise and clean up themselves, so that the village administration can indeed be the image of other government in the eyes of society.Keywords: Impact, Village, Conflict.