Yulianti Yulianti
Universitas Galuh

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKRANISASI NOVEL RUDY KISAH MASA MUDA SANG VISIONER KARYA GINA S NOER KE DALAM FILM HABIBIE & AINUN 2 KARYA SUTRADARA HANUNG BRAMANTYO Yulianti Yulianti
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2022): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v6i2.7877

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “EKRANISASI NOVEL RUDY KISAH MASA MUDA SANG VISIONER KARYA GINA S NOER KE DALAM FILM HABIBIE & AINUN 2 KARYA SUTRADARA HANUNG BRAMANTYO”. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk ekranisasi tokoh, latar dan alur baik dalam bentuk kategorisasi aspek penguramgan, penambahan, maupun perubahan bervariasi dalam ekranisasi novel Rudy Kisah Masa Muda Sang Visioner ke dalam film Habibie & Ainun 2. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Rudy Kisah Masa Muda Sang Visioner karya Gina S Noer dan film  Habibie & Ainun 2 karya sutradara Hanung Bramantyo. Fokus penelitian berupa ekranisasi alur, tokoh, dan latar. Data diperoleh dengan teknik membaca, teknik menonton, teknik mencatat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk ekranisasi yang terjadi pada unsur tokoh, latar dan alur, yaitu adanya penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Pengurangan alur, tokoh dan latar terjadi karena media yang digunakan dalam pembuatan novel dan film berbeda. Secara keseluruhan penciutan yang dilakukan dalam visualisasinya ke bentuk film masih wajar dilakukan karena penghilangan cerita, tokoh dan latar diambil pada bagian yang tidak begitu penting untuk divisualisasikan. Penambahn alur, tokoh dan latar dalam film secara keseluruhan masih relevan dengan cerita yang ada dalam novel, hanya saja pada visualisasi dalam film dibuat lebih menarik dengan banyaknya konflik cerita, adanya tokoh dan latar tambahan yang dimunculkan sehingga cerita dalam film tidak monoton seperti dalam novel. Kemunculan tersebut untuk menambah esensi film sehingga penonton akan terbawa masuk dalam alur cerita. Adapun untuk perubahan bervariasi alur, tokoh dan latar yang dilakukan dalam visualisasinya ke bentuk film secara keseluruhan tidak jauh melenceng dari penggambaran yang ada pada novel.Kata Kunci: Ekranisasi, Novel, dan Film.