APRIMAYULIS APRIMAYULIS
SMA Negeri 9 Bungo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIVE LEARNING) DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X DAN XII IPS SMA NEGERI 9 BUNGO PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA APRIMAYULIS APRIMAYULIS
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v2i3.1616

Abstract

Improving the quality of education can be seen from the final results of education, which can be seen from the output which includes learning achievement. Many things also affect student achievement, including student motivation and learning methods used. This study aims to test whether there is an effect of cooperative learning methods (cooperative learning) and learning motivation on high school students' learning achievement. The subjects in this study were students of class X and XII of Social Studies at SMA Negeri 9 Bungo. Class X Social Sciences was given Indonesian language learning using the Jigsaw technique cooperative learning method, and class XII Social Sciences was given Indonesian language learning using traditional learning methods. This study is a quasi-experimental study with a pre-test-post-test control group design. The measuring instrument used in this study is the modified Learning Motivation Scale made by Hasanah (2018), with a total of 60 items divided into three aspects, as well as a tool to measure Indonesian language learning outcomes in students, namely the Learning Outcomes Test. Indonesian language, where the learning outcomes test contains paragraph material with 36 questions. The learning outcomes test was prepared by the researcher himself with reference to the syllabus used by the teacher concerned. The results of the analysis showed that t was 0.257 with p=0.798, showing an insignificant result (p>0.05), which means that there is no difference between the two groups. In conclusion, there is no difference in Indonesian language learning achievement in students between groups of students who are given cooperative learning and groups of students who are given traditional learning. ABSTRAKPeningkatan mutu pendidikan dapat diketahui dari hasil akhir pendidikan, yang dapat dilihat dari output yang termasuk di dalamnya adalah prestasi belajar. Banyak hal yang turut berpengaruh pada prestasi belajar siswa, diantaranya adalah motivasi belajar siswa dan metode pembelajaran yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada pengaruh metode pembelajaran kooperatif (cooperative learning) dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa SMA. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XII IPS SMA Negeri 9 Bungo. Kelas X IPS diberikan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan metode pembelajaran kooperatif teknik Jigsaw, dan kelas XII IPS diberikan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan metode pembelajaran tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi- eksperimen dengan desain control group pre-test-post-test. Adapun alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil modifikasi Skala Motivasi Belajar yang dibuat oleh Hasanah (2018), dengan total aitem sebanyak 60 aitem yang terbagi dalam tiga aspek, serta alat untuk mengukur hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa, yakni dengan Tes Hasil Belajar Bahasa Indonesia, dimana pada tes hasil belajar ini berisikan materi paragraf dengan pertanyaan sebanyak 36 butir soal. Tes hasil belajar ini disusun sendiri oleh peneliti dengan mengacu pada silabus yang digunakan oleh guru yang bersangkutan. Hasil analisis menunjukkan t sebesar 0,257 dengan p=0,798, memperlihatkan hasil yang tidak signifikan (p>0,05), yang artinya bahwa tidak ada perbedaan antara kedua kelompok. Kesimpulan, tidak ada perbedaan prestasi belajar Bahasa Indonesia pada siswa antara kelompok siswa yang diberikan pembelajaran kooperatif dengan kelompok siswa yang diberikan pembelajaran tradisional.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 9 BUNGO APRIMAYULIS APRIMAYULIS
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v2i3.1631

Abstract

Indonesian language learning in schools indicates that the learning is conventional and makes it passive. This study aims to analyze the application of numbered heads together (NHT) learning in improving learning outcomes and student activity of XI IPS 2 SMA Negeri 9 Bungo, Using class room action research, carried out in two cycles, each cycle carried out 4 times. meeting. The KKM 70 performance indicator with the condition that learning completeness is 80%. The results of the calculation of the average individual mastery in the first cycle are 65.93 and the second cycle is 82.53. These results indicate an increase in the score of 16.6. Based on the calculation of classical completeness, students who passed the first cycle were 53.33% and the second cycle was 93.33%, which showed a significant increase of 40%. Group learning activities for students are the teacher's efforts in developing the potential for student collaboration, this is in line with the concept of student centered learning. ABSTRAKPembelajaran bahasa Indonesia di sekolah mengindikasikan bahwa pembelajaran tersebut bersifat konvensional dan membuat fasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran numbered heads together (NHT) dalam meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa XI IPS 2 SMA Negeri 9 Bungo, Menggunakan penelitian tindakan kelas (class room action research), dilaksanakan sebanyak dua siklus, tiap siklus dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Indikator kinerja KKM 70 dengan syarat ketuntasan belajar adalah 80 % .Hasil perhitunganrata ketuntasan individual pada siklus I rata-rata 65,93 dan siklus II sebesar 82,53. Hasil ini menunjukkan kenaikan skor 16,6. Berdasarkan perhitungan ketuntasan klasikal, siswa yang lulus pada siklus I sebesar 53,33% dan siklus II 93,33%, yang menunjukkan kenaikan secara signifikan sebesar 40%. Kegiatan belajar berkelompok bagi siswa merupakan upaya guru dalam mengembangkan potensi kerjasama siswa, hal tersebut sejalan dengan konsep pembelajaran student centered learning.