Fifiet Dwi Tresna Santana
Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi, Cimahi, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN KREASI WARNA MELALUI MEDIA CAT DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Nina Maemunah; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12471

Abstract

The main cause of inhibition of children's creativity is parenting and the education system in schools that do not provide a stimulus to children's creativity. It is often found that the problem of lack of creative potential in early childhood is due to not getting the opportunity to develop their creative potential. Therefore, learning such as the art of coloring through watercolor games is needed that can increase the creativity of children from pre-school age. The purpose of this study was to describe the color art learning activities through watercolor games in increasing children's creativity. Color art activities provide a means to identify oneself, express oneself, and encourage opportunities for intellectual, emotional, physical, and social development. This study uses a qualitative descriptive research method that analyzes the events of an action taken, with the main research consisting of several randomly selected children. The research instrument uses data collection through observation and documentation. In analyzing the data, the authors perform data reduction, display data, and draw conclusions. The results showed that the color art learning activities through watercolor games could increase children's creativity. Children feel happy and enthusiastic and can produce interesting works of art, can combine colors so that colors become diverse, and show an exploratory attitude and curiosity so that children get used to actively asking questions.Penyebab utama terhambatnya kreativitas anak adalah pola asuh dan sistem pendidikan di sekolah yang tidak memberikan stimulus terhadap kreativitas anak. Sering ditemukan masalah kurangnya potensi berkreasi anak usia dini disebabkan tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi kreatifnya. Karena itu diperlukan pembelajaran seperti seni mewarnai melalui permainan cat air yang dapat meningkatkan kreativitas anak sejak usia pra sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kegiatan pembelajaran kreasi warna melalui media cat air dalam meningkatkan kreativitas anak. Kegiatan kreasi warna mempersiapkan sarana untuk mengenali diri, mengekspresikan diri, dan mendorong kesempatan untuk berkembangnya intelektual, emosional, fisik, serta social. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripstif kualitatif yang menganalisis  peristiwa dari  suatu  tindakan yang dilakukan, dengan pokok penelitian terdiri dari beberapa anak yang dipilih secara acak, Instrumen penelitian yang menggunakan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, penulis melakukan pengurangan data, menampilkan data, dan menarik simpulan. Hasil pada penelitian ini menyatakan bahwa aktifitas pembelajaran seni warna melalui permainan cat air dapat meningkatkan kreativitas anak. Anak merasa senang dan antusias serta dapat  menghasilkan karya seni yang menarik, dapat mengkombinasikan warna sehingga warna menjadi beragam, serta menunjukan sikap eksploratif dan rasa ingin tahu sehingga anak mulai terbiasa aktif bertanya.
MEDIA LOOSE PART: MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA ANAK KELOMPOK B Emil Ratna Emilia; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i5.12268

Abstract

One of the abilities that must be possessed by children in the 21st century is critical thinking skills, where critical thinking skills are a thinking process to be able to make rational decisions in deciding a problem. Efforts have been made in the field to improve children's thinking skills, experiencing several obstacles, and problems found by researchers in research at Al Azhar Islamic Kindergarten 30, there are some children whose critical thinking skills have not appeared, therefore it is necessary to have media that can stimulate one of the ways to improve children's critical thinking skills optimally is by using loose part media. This study aims to improve critical thinking skills by using loose parts media. The method used in this research is qualitative with a descriptive method. The subjects of the study were group B children as many as 5 children. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. Data analysis carried out in this study is to describe, describe, analyze and summarize the events studied and carried out interactively and continuously until complete so that the data is saturated. So that the results obtained from the five children studied, 4 children developed very well (BSB) in the four indicators used, while one child showed development as expected (BSH) in two indicators, this is enough to prove that the use of loose parts media can improve skills. children's critical thinking.Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh anak di abad 21 ini adalah keterampilan berpikir kritis, dimana keterampilan berpikir kritis adalah sebuah proses berpikir dengan tujuan untuk dapat membuat keputusan secara rasional dalam memutuskan suatu masalah.Upaya yang telah dilakukan di lapangan untuk meningkatkan keterampilan berpikir anak, mengalami beberapa kendala, dan permasalahan yang ditemukan oleh peneliti  dalam penelitian di TK Islam Al Azhar 30, terdapat beberapa anak  dalam keterampilan berpikir kritisnya belum muncul, oleh karena itu diperlukan adanya media yang dapat menstimulasi peningkatan keterampilan berpikir kritis anak secara optimal salah satunya dengan media loose Part. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan menggunakan media loose parts. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dari penelitian adalah anak kelompok B sebanyak 5 anak. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. analisis data yang digunakan dalam kegiatan reduksi data, visualisasi data, dan pengambilan kesimpulan Berdasarkan temuan dari lima anak peserta penelitian, empat anak menunjukkan perkembangan sangat baik (BSB) pada empat indikator yang digunakan, sedangkan 1 anak menunjukkan perkembangan sesuai harapan (BSH) dalam dua indikator. Ini adalah bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa penggunaan media loose part dapat meningkatkan keterampilan. berpikir kritis pada anak.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING PADA ANAK KELOMPOK B UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN VISUAL SPASIAL DENGAN MENGGUNAKAN PENERAPAN SENI RUPA DUA DIMENSI Santi Fitriani; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v6i1.14625

Abstract

Online learning, especially in art learning for children, has not been effective in improving children's visual-spatial abilities. This is due to the lack of teachers in terms of scenarios and implementation of learning, teachers' lack of understanding of fine arts, and the development of visual-spatial abilities. So that in this problem there needs to be a solution to increase the effectiveness of online learning, one of which is done by developing children's art skills with two dimensions. This study uses a qualitative descriptive method to know the visual-spatial ability of children by using the application of two-dimensional art. The data collection techniques were carried out using observation, interviews, and documentation studies. While the data analysis technique is done by data reduction, data display, and verification. The results of this research are through learning activities of the application of two-dimensional art to improve children's visual-spatial that is effective in online learning through WhatsApp, as well as scenarios and implementation of learning carried out in a structured, planned, and gradual manner starting from the preparation of teaching materials, learning methods, learning media, and evaluation system by standard provisions. Student responses are generally positive, it can be seen from the development of children's art skills with two dimensions. The teacher's response is generally positive, it can be seen from the percentage of difficulties experienced by the teacher for each item below fifty percent.  Pembelajaran daring terutama pada pembelajaran seni rupa pada anak dalam peningkatan kemampuan visual spasial anak belum efektif. Hal ini disebabkan kurangnya guru dalam hal skenario dan implementasi pembelajaran, kurangnya pemahaman guru tentang seni rupa dan pengembangan kemampuan visual spasial. Sehingga dalam permasalahan tersebut perlu adanya solusi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran daring salah satunya dilakukan dengan mengembangkan kemampuan seni rupa anak dengan dua dimensi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan visual spasial anak dengan menggunakan penerapan seni rupa dua dimensi. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data dan verifikasi. Adapun hasil penelitian ini melalui kegiatan pembelajaran penerapan seni rupa dua dimensi untuk meningkatkan visual spasial anak yakni efektif dalam pembelajaran daring melalui whatapp, serta skenario dan implementasi pembelajaran dilakukan secara terstruktur, berencana, dan bertahap dari mulai penyiapan bahan ajar, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sistem evaluasi sesuai dengan ketentuan baku. Respon siswa pada umumnya positif, hal itu dapat dilihat dari perkembangan kemampuan seni rupa anak dengan dua dimensi. Respon guru pada umumnya positif hal itu dapat dilihat dari persentase kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru setiap itemnya di bawah 50%.