Rini Oktavia
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mulia Darma Pratama

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Merger Dengan Metode Pembelian dan Dampaknya Terhadap Kinerja Perusahaan Pada PT. Dahlia Dewantara Palembang Rini Oktavia; Feronika Rosalin
JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi) Vol 4 No 1 (2019): JEMBATAN (Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis, Auditing, dan Akuntansi)
Publisher : P3M STIE Mulia Darma Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merger dilakukan oleh perusahaan dengan harapan mendapat keuntungan yang besar dan dapat memperkuat posisi keuangan perusahaan yang melakukan merger. Untuk mengurangi persaingan sekaligus menciptakan efisiensi, PT. Dahlia Dewantara melakukan merger dengan PT. Terate Gemilang pada tanggal 15 Maret 2016 yang dilakukan dengan metode pembelian. Keputusan merger mempunyai dampak yang besar dalam kinerja perusahaan karena dengan bergabungnya dua atau lebih perusahaan dapat mengubah kondisi dan posisi keuangan perusahaan. Metode analisis data yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menganalisis langkah-langkah merger dengan metode pembelian dan kinerja perusahaan menggunakan kinerja keuangan yaitu rasio likuiditas menggunakan current ratio, rasio solvabilitas menggunakan debt to asset ratio, rasio profitabilitas menggunakan net profit margin, dan rasio aktivitas menggunakan total assets turn over. Hasil penelitian merger dengan metode pembelian pada PT. Dahlia Dewantara menghasilkan keuntungan kepada PT. Terate Gemilang sebesar Rp. 743.911.000 atas aset dan kewajiban yang dibeli, sedangkan keuntungan yang didapatkan oleh PT. Dahlia Dewantara yaitu wilayah pemasarannya bertambah luas, barang yang dijual semakin banyak dan bervariasi, serta laba bersih yang di dapatkan perusahaan setelah 1 tahun merger naik sebesar Rp. 7.768.392.000. Merger PT. Dahlia Dewantara mempunyai dampak terhadap kinerja perusahaan yaitu current ratio menjadi lebih baik karena mengalami peningkatan setelah 1 tahun merger sebesar 54%, debt to asset ratio menjadi tidak baik karena mengalami penurunan setelah 1 tahun merger sebesar 4%, net profit margin menunjukkan tidak adanya dampak terhadap kinerja perusahaan karena rasio sebelum dan sesudah merger tidak berbeda yaitu sebesar 23%, dan total assets turn over menjadi lebih baik karena mengalami peningkatan setelah 1 tahun merger sebesar 11 kali.