This Author published in this journals
All Journal Agropet
Meitry Tambingsila
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sintuwu Maroso

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tingkat Layu Pentil pada Berbagai Jenis Klon Kakao Ridwan Ridwan; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 17, No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kakao salah satu komunitas ekspor penting Indonesia yang akhir-akhir ini banyak mengalami masalah dalam system budidaya dan salah satunya layu pentil kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat layu pentil pada berbagai jenis klon kakao. Pelaksanaan penelitian pada bulan maret 2018 sampai bulan mei 2018 di Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisisr Utara Kabupaten Poso.  Penelitian Ini menggunakan Rancangan acak Kelompok denga 4 perlakuan.  Adapun Perlakuan dalam Penelitian Ini P1 (klon Kakao Lokal hijau) P2 (klon Kakako Lokal merah).P3 KM01 (klon kakao M01),P4 (klon Kakao 45)Hasil Penelitian maka dapat disimpulkan bahwa jenis klon kakao berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah pentil yang terbentuk, jumlah pentil yang layu, presentase pentil layu dan jumlah pentil yang menjadi buah. Rata-rata diameter pentil pada berbagai jenis klon kakao tidak berpengaruh nyata pada umur 3,5,7,9 dan 13, tetapi berpengaruh nyata pada umur 11 minggu.
Daya Toksisitas Piper Betle Terhadap Hama Kacang Hijau (Callosobruchus maculatus) di Tempat Penyimpanan Meitry Tambingsila; Alvent Maichel Salu; Nurnilam Pakaya
Agropet Vol 19 No 1 (2022): Volume 19 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.457

Abstract

Callosobruchus maculates F. merupakan hama utama kacang-kacangan ditempat penyimpanan dan menyebabkan kerugian yang berarti. Upaya alternative yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat kerusakan dan kerugian oleh hama ini, berupa pemanfaatan daun sirih (Piper betle) karena kandungan senyawa bioaktif pada daun sirih bersifat insektisidal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya toksisitas tepung daun sirih (Piper betle) dan mendapatkan dosis tepung daun sirih (Piper betle) yang efektif mematikan hama Callosobruchus maculatus F. pada kacang hijau di penyimpanan. Penelitian dengan metode eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan. Perlakuan yang diuji yaitu: S0= 0g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S1= 5g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S2= 10g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S3= 15g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S4= 20g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S5= 25g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau; S6= 30g tepung daun sirih/ 100g kacang hijau. Adapun parameter amatan yang akan diamati yaitu 1) Mortalitas Harian C. maculatus F (%); 2) Mortalitas Total C. maculatus F (%); 3) Penyusutan Berat Biji Kacang Hijau (%); dan 4) Lethal Dose 50% (LD50) dan Lethal Dose 95% (LD95). Data hasil penelitin akan dianalisis dengan menggunakn Analysis of Variance (ANOVA). Hasil Penelitian menunjukan bahwa tepung daun sirih berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas imago C.maculatus dan Persentase mortalitas mencapai 83,33% pada dosis 30gr tepung daun sirih. LD50  tepung daun sirih yaitu 14,79gr dan LD95 yaitu 41,99gr. 
Tingkat Layu Pentil pada Berbagai Jenis Klon Kakao Ridwan Ridwan; Meitry Tambingsila
Agropet Vol 17 No 1 (2020): Volume 17 No 1 Tahun 2020
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.530

Abstract

Kakao salah satu komunitas ekspor penting Indonesia yang akhir-akhir ini banyak mengalami masalah dalam system budidaya dan salah satunya layu pentil kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat layu pentil pada berbagai jenis klon kakao. Pelaksanaan penelitian pada bulan maret 2018 sampai bulan mei 2018 di Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisisr Utara Kabupaten Poso.  Penelitian Ini menggunakan Rancangan acak Kelompok denga 4 perlakuan.  Adapun Perlakuan dalam Penelitian Ini P1 (klon Kakao Lokal hijau) P2 (klon Kakako Lokal merah).P3 KM01 (klon kakao M01),P4 (klon Kakao 45)Hasil Penelitian maka dapat disimpulkan bahwa jenis klon kakao berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah pentil yang terbentuk, jumlah pentil yang layu, presentase pentil layu dan jumlah pentil yang menjadi buah. Rata-rata diameter pentil pada berbagai jenis klon kakao tidak berpengaruh nyata pada umur 3,5,7,9 dan 13, tetapi berpengaruh nyata pada umur 11 minggu.