Andriansyah
Institut Al-Ma'arif Way Kanan, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tinjauan Hukum Islam Tentang Penjualan Kembali Barang Kredit Devi Agustin; Andriansyah
Falah Journal of Sharia Economic Law Vol. 2 No. 1 (2022): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.334 KB) | DOI: 10.55510/fjhes.v2i1.77

Abstract

Penelitian yang dilakukan di Kampung Negeri Agung Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan ditemukan adanya penjualan barang secara cash tetapi barang tersebut masih kredit, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah Tinjauan Hukum Islam terhadap penjualan kembali barang kredit yang dilakukan oleh masyarakat diKampung Negeri Agung Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tinjauan Hukum Islam terhadap penjualan kembali barang kredit yang dilakukan oleh masyarakat di Kampung Negeri Agung Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yaitu data yang digunakan pada penelitian masalah kemasyarakatan secara mendalam dengan maksud memahami sifat dan maknanya bagi perseorangan yang terlibat didalamnya dan penulis terjun langsung ke lapangan. Sedangkan dalam analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan praktik penjualan kembali barang kredit tidak secara tertulis hanya secara lisan dan tidak ada saksi. Adapun dalam Tinjauan Hukum Islam transaksi penjualan kembali barang kredit objek dalam jual beli tersebut bukan milik seutuhnya pihak penjual atau debitur (barang hutang) dan pihak ketiga walaupun sudah membeli barang tersebut secara cash/tunai bukan lah pemilik sah barang tersebut karena barang tersebut masih dalam angsuran pembayaran
Praktik Jual Beli Online Dengan Sistem Pre Order Ditinjau Dari Fiqh Muamalah Studi Kasus Pada Izza Shop Taman Asri Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan Andriansyah
Falah Journal of Sharia Economic Law Vol. 2 No. 2 (2022): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : STAI Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.502 KB) | DOI: 10.55510/fjhes.v2i2.122

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan fenomena berkembangnya jual beli online dengan sistem pre order. Jual beli online pre order adalah sistem pembelian barang dengan cara memesan dan membayar terlebih dahulu diawal, tengah atau akhir dengan masa tunggu waktu estimasi dan penyerahan barang dilakukan dikemudian hari. Jual beli pre order dalam fiqh muamalah menggunakan akad as-salam. Transaksi pre order dilakukan salah satu pihak yang siap menyerahkan barang kepada pihak lain pada waktu tertentu, dimana terkadang objek barang masih berada di supplier. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana proses transaksi jual beli online dengan sistem pre order di Izza Shop? (2) Bagaimana proses transaksi jual beli online dengan sistem pre order di Izza Shop menurut fiqh muamalah? Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa pada penelitian ini analisa deskriptif kualitatif dengan menggunakan penalaran induktif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pemesanan yang dilakukan secara online melalui media sosial, seperti facebook, instagram dan whatsapp. Pembeli dapat memilih barang yang akan dipesan melalui postingan yang ada di sosial media Izza Shop. Proses akad jual beli dilakukan melalui chat pribadi antara penjual dan pembeli melakukan kesepakatan bersama terkait dengan transaksi jual beli online, mulai dari sistem pembayaran, penyerahan barang dan kesepakatan lain. Transaksi jual beli beli online sistem pre order pada Izza Shop, menggunakan dua jenis akad yaiu akad as-salam dan istishna. Akad as-salam pembayarannya dilakukan diawal akad secara penuh, sedangkan jika akad istishna pembayarannya dilakukan secara cicilan atau tangguhan sesuai dengan kesepakatan Bersama. Sistem pembayaran pada Izza Shop sudah sesuai dengan fiqh muamalah dalam akad ba’i as-salam dan istishna, karena sistem pembayaran pada Izza Shop ini dapat dikatakan fleksibel sesuai dengan keadaannya. Dalam hal kepuasan pelanggan, Izza Shop menerapkan hak khiyar kepada pelanggan yang merasa kurang puas dengan barang yang diterima, apabila ketidakpuasan pelanggan disebabkan karena kelalaian dari pihak Izza Shop. Hal ini sudah sesuai jika ditinjau dari fiqh muamalah.
Tinjauan Hukum Islam Tentang Penjualan Kembali Barang Kredit Devi Agustin; Andriansyah
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 2 No. 1 (2022): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v2i1.77

Abstract

Penelitian yang dilakukan di Kampung Negeri Agung Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan ditemukan adanya penjualan barang secara cash tetapi barang tersebut masih kredit, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah Tinjauan Hukum Islam terhadap penjualan kembali barang kredit yang dilakukan oleh masyarakat diKampung Negeri Agung Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan?. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tinjauan Hukum Islam terhadap penjualan kembali barang kredit yang dilakukan oleh masyarakat di Kampung Negeri Agung Kecamatan Negeri Agung Kabupaten Way Kanan? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yaitu data yang digunakan pada penelitian masalah kemasyarakatan secara mendalam dengan maksud memahami sifat dan maknanya bagi perseorangan yang terlibat didalamnya dan penulis terjun langsung ke lapangan. Sedangkan dalam analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan praktik penjualan kembali barang kredit tidak secara tertulis hanya secara lisan dan tidak ada saksi. Adapun dalam Tinjauan Hukum Islam transaksi penjualan kembali barang kredit objek dalam jual beli tersebut bukan milik seutuhnya pihak penjual atau debitur (barang hutang) dan pihak ketiga walaupun sudah membeli barang tersebut secara cash/tunai bukan lah pemilik sah barang tersebut karena barang tersebut masih dalam angsuran pembayaran
Analisis Hukum Ekonomi Syari’ah Tentang Akad Ijarah Alat Pemanen Padi Combine Harvester (Studi Kasus di Kampung Simpang Asam Kecamatan Banjit) Febri Yansya; Andriansyah Andriansyah
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 4 No. 1 (2023): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v4i1.221

Abstract

Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui praktek akad ijarah alat panen padi combine harvester di Kampung Simpang Asam Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. Untuk mengetahui analisis hukum ekonomi syaria’ah terhadap praktek akad ijarah dalam alat panen padi combine harvester di Kampung Simpang Asam Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang sifatnya deskriptif analisis, yaitu memaparkan fakta-fakta yang ada untuk selanjutnya dianalisis secara kualitatif dengan pola pikir induktif dan atau deduktif. Hasil penelitian didapat bahwa akad sewa mesin combine harvester di Kampung Simpang Asam berdasarkan adat kebiasaan masyarakat setempat yang dituangkan dalam perjanjian lisan antara pemilik mesin dan pemilik lahan, dilihat dari landasan hukum ekonomi syaria’ah yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang sewa menyewa, maka sewa menyewa mesin pemanen padi di Kampung Simpang Asam Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan dipandang sah dan dibenarkan, dengan alasan sewa menyewa mesin pemanen padi ini telah memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh hukum ekonomi syari’ah, terutama yang berkaitan dengan subyek yang berakad dan obyek sewa menyewa asalkan itu tidak mengubah nashnya.
Analisis Etika Bisnis Kredit Baju Pada Kampung Sriwijaya Persepektif Hukum Islam Ella Chintia; Nara Purnama wari; Andriansyah
Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 2 (2023): Falah: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : LPPM Institut Al-Ma'arif Way Kanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55510/fjhes.v5i2.238

Abstract

Etika bisnis merupakan suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kegiatan bisnis yang dilakukan oleh para pelaku-pelaku bisnis dimanapu berada. Kegiatan jual beli barang secara non tunai atau lebih dikenal dengan sebutan kredit dalam praktek kehidupan sehari-hari bukanlah merupakan sesuatu yang asing lagi, Bahkan istilah kredit ini tidak hanya dikenal dari masyarakat kota saja, tetapi juga sudah dikenal pada masyarakat di desa. Kredit pada umumnya berfungsi untuk melancarkan suatu usaha, dan berperan penting di kegiatan perekonomian, karena pada sistem ini tujuannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan membantu perekonomian. Dalam berbisnis pun disertai dengan etika baik sesuai dengan syariat dan ketentuan Islam. Dengan pengumpulan data studi lapangan dan wawancara terhadap pelaku bisnis dan pembeli secara kredit. Sumber data yang dipakai dalam penelitian menggunakan buku etika bisnis islam dan sistem pembayaran syariah. Menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menganalisis masalah yang terdapat pada penelitian. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwasannya penerapan etika bisnis salah satunya yaitu berbisnis kredit baju pada kampung sriwijaya yang sesuai dengan implementasi hukum Islam, etika meliputi ada penjual dan pembeli, terjadinya akad, tidak adanya unsur riba.