Kadir Johnson Rajagukguk
Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Politik Universitas Terbuka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Pengembangan Empat Pilar Kebangsaan Terhadap Penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan Generasi Bangsa Indonesia di Provinsi Sumatera Utara Kadir Johnson Rajagukguk; Rulinawaty Rulinawaty; Faizal Madya
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i3.927

Abstract

Four pillars of nationality are strong pillars so that the Indonesian people feel comfortable, safe, peaceful, and prosperous and avoid various kinds of disturbances and disasters. Pillars as a support for a building stand firmly. The fragile pillars cause the building to collapse easily. It is very important efforts to reconstruct the four pillars of the national MPR to provide a concept that becomes an integrative, comprehensive Indonesia, and becomes the basis for advancing national unity. The four pillars of nationality or MPR are: Pancasila as the National Ideology, the 1945 Constitution as the state constitution, the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI) as the Form of the State, and Bhinneka Tunggal Ika as the National Motto. This research uses a qualitative approach with a case study method. The informants are ASN, the private sector, community leaders, youth, students, the younger generation, community members and related parties in Toba Regency, North Sumatra.The study show that socialization is a shared responsibility by carrying out the stages. Education as the formation of national character is a strategic step and the expectations of the community are related to the 4 (four) Pillars of the MPR RI, namely upholding the value of national unity and integrity above personal or group interests. Empat pilar kebangsaan merupakan tiang penyangga yang bertujuan agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tentram dan sejahtera serta menghndar terjadinya gangguan dan bencana. Pilar pada prinsipnya merupakan tiang penyangga bangunan agar dapat berdiri kokoh. Risiko tiang rapuh adalah bangunan akan mudah roboh. Oleh karena itu, upaya untuk merekonstruksi empat pilar MPR dalam kehidupan kebangsaan sangatlah penting. Tujuannya adalah memberikan konsep yang menjadi Indonesia yang integrative, komprehensif, dan sekaligus menjadi landasan untuk memajukan persatuan bangsa. Empat pilar kebangsaan atau MPR tersebut adalah: Pancasila sebagai Ideologi Nasional, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Motto Nasional. Sasaran Penelitian ini adalah ASN, swasta, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, generasi muda, warga masyarakat dan pihak-pihak yang terkait yang mewakili unsur-unsur masyarakat di Kabupaten Toba Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sosialasasi menjadi tanggung jawab bersama dengan melaksanakan tahapan-tahapanya. Pendidikan sebagai salah satu upaya pembentukan karakter bangsa adalah suatu langkah yang strategis dan harapan dari masyarakat berkaitan dengan 4 (empat) pilar MPR RI yaitu menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan.