Wati Sukmawati
Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kontekstual Materi Sumber Energi Kelas III di SD Muhammadiyah 37 Tangerang Selatan Aulia Firlia; Wati Sukmawati
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i3.844

Abstract

This research is based on Contextualnergy source material of Student Worksheets (LKPD). This study aimed to generate a contextual-based Student Worksheet (LKPD) on energy sources. This LKPD was developed by the research and development (R&D) method and used a 4D model through four stages: 1) definition stage, 2) design stage, 3) develop stage, 4) dissemination stage. The final product of this development is LKPD based on 3rd-grade energy source materials. This study also includes the product growth and being tested on 3rd-grade students, consist of 30 respondents with data collection carried out by question sheet. The study obtained data through validation process by LKPD media experts and validation by material experts and student respondents. The research data were analyzed using a Likert scale using a quantitative approach. The data on the assessment results from validation and student respondents with the following gains: (1) LKPD media validation 95%, (2) Material Validation 83%, and (3) Student Respondents amounting to 93%. Last, the results shows that the development of energy source materials Contextual-based LKPD meets the criteria very suitable to elementary school students. Penelitian ini meneliti tentang pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berbasis kontekstual materi sumber energi. Tujuan dari penelitian ini adalah pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang secara kontekstual dari pelajaran mengenai sumber energi. LKPD ini dikembangkan dalam penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model 4D yang melalui empat tahap yaitu: 1) tahap pendefisian (define), 2) tahap perancangan (design), 3) tahap pengembangan (develop), 4) tahap penyebaran (dissiminate). Produk akhir dari pengembangan ini adalah LKPD berbasis kontekstual materi sumber energi kelas III. Penelitian ini mencakup pengembangan produk dan hasil akhirnya yang diujicobakan pada siswa kelas III dengan jumlah sebanyak 30 responden dengan pengumpulan data dilakukan dengan angket. Data dari hasil penelitian didapat dari proses validasi oleh ahli media LKPD dan validasi oleh ahli materi serta responden peserta didik. Hasil penelitian di analisis dengan skala likert menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penilaian hasil validasi dan responden peserta didik dengan perolehan yaitu: (1) validasi media LKPD 95%, (2) validasi Materi 83%, dan (3) responden peserta didik sebesar 93%. Data menunjukkan bahwa pengembangan LKPD berbasis kontekstual pada materi sumber energi memenuhi kriteria sangat layak digunakan siswa sekolah dasar dalam proses pembelajaran.
Pengaruh Praktikum Perubahan Wujud Materi Berbasis Video Terhadap Pemahaman Konsep Siswa Kelas V Sekolah Dasar Aulia Nur Baitty; Wati Sukmawati
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i3.859

Abstract

Video based practicum learning is very important to further develop and understanding of science concepts for elementary school students. This researcher aims to determine the effect of the video based material transformation practicum on the understanding of the concepts of 5th graders students at SDN Duren Sawit 07 Jakarta. The research used a quasi-experimental quantitative method with a Nonequivalent Control Group Design. The place and population of the research, were the 5th grade students of SDN Duren Sawit 07 Jakarta, totaling 56 students, divided into experimental class and control class. Information was collected using pretest and posttest question. This show that the typical value of the experimental class and control class using the N-Gain equation is 70,72% in the experimental class and 43,32% in the control class. The strategy of testing hypothesis information using Peireds T-Test obtained an importance value of 0,000 < 0,05. The results showed that there was an effect that video based practicum could increase understanding of science concepts for 5th grade elementary school students. Pembelajaran praktikum berbasis video sangat penting untuk lebih mengembangkan teoritis dan pemahaman konsep sains peserta didik sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh praktikum perubahan wujud materi berbasis video terhadap pemahaman konsep siswa kelas V SDN Duren Sawit 07 Jakarta. Penelitian tersebut menggunakan metode kuantitatif quasi experimental dengan pendekatan Nonequivalent Control Group Design. Tempat dan jumlah populasi penelitian adalah peserta didik kelas V SDN Duren Sawit 07 Jakarta yang berjumlah 56 peserta didik, dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Informasi dikumpulkan dengan menggunakan pretest dan posttest. Menunjukkan bahwa nilai mean pemahaman konsep IPA kelas eksperimen dan kelas kontrol yang menggunakan persamaan N-Gain adalah 70,72% di kelas eksperimen dan 43,32% di kelas kontrol. Strategi pengujian informasi hipotesis dengan menggunakan uji-t Peired diperoleh nilai sig 0,000 < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh praktikum berbasis video dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA bagi peserta didik kelas V SD.
Analisis Perbedaan Hasil Belajar pada Pembelajaran Matematika Secara Daring dan Luring Siswa Kelas V SDN Tegal Alur 21 Petang Mellynda Nurul Fitria; Wati Sukmawati
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i3.853

Abstract

Learning that has been carried out online during the Covid-19 pandemic, especially in Indonesia, is now with conditions starting to stabilize, the government has allowed learning to take place offline or face-to-face, this of course creates problems for the world of education. This research was conducted with the aim of being able to answer questions in an empirical form on the differences between online learning and offline learning in mathematics subjects with the volume of geometric figures seen on student learning outcomes. The method applied to the research is descriptive quantitative approach, while the students who are used as samples in this study are class V students. From the research that has been successfully completed, the data is obtained through instrument tests and interviews with students and teachers, this research was conducted as an evaluation of online and offline learning during the pandemic and post-pandemic.. The results of the study found that students have an average value of online learning that is greater than offline learning. In the results of hypothesis testing it was found that is 4,910 greater than is 4,10, so there are significant results, that there is a difference in learning outcomes in online learning and offline learning. This is also increasingly supported by the results of interviews that have been conducted with students and teachers. Pembelajaran yang telah dilakukan secara daring ketika adanya pandemi covid-19 terutama di Indonesia, kini dengan kondisi yang mulai stabil, pemerintah mengizinkan kembali pembelajaran berlangsung secara luring atau tatap muka. Hal ini tentunya menimbulkan permasalahan bagi dunia pendidikan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar dapat menjawab pertanyaan dalam bentuk empiris terhadap perbedaan pembelajaran daring dengan pembelajaran luring pada mata pelajaran matematika materi volume bangun ruang dilihat terhadap hasil belajar siswa. Metode yang diterapkan pada penelitian yaitu metode deskriptif pendekatan secara kuantitatif, adapun siswa yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V. Dari penelitian yang sudah berhasil diselesaikan data didapatkan melalui tes instrumen soal dan wawancara kepada siswa dan guru, penelitian ini dilakukan sebagai evaluasi terhadap pembelajaran daring dan luring semasa pandemi dan pasca pandemi. Hasil penelitian ditemukan siswa memiliki rata-rata pada nilai pembelajaran daring lebih besar daripada pembelajaran secara luring. Pada hasil uji hipotesis ditemukan bahwa sebesar 4,910 lebih besar dari 4,10, maka terdapat hasil yang signifikan, bahwa adanya perbedaan dari hasil belajar pada pembelajaran secara daring dengan pembelajaran secara luring. Hal tersebut juga semakin di dukung atas hasil wawancara yang telah di lakukan kepada siswa dan guru.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Motivasi Belajar Peserta Didik pada Pembelajaran IPS Sayyidah Intan Nurul Izzah; Wati Sukmawati
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 8 No 3 (2022): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Agustus)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v8i3.852

Abstract

The purpose of this study is to examine the impact of the PBL (Problem Based Learning) model on students motivation to learn about social studies in 4th grade elementary school students.. Using a quantitative experimental approach with a quasi-experimental research methodology, researchers cannot control all external variables that affect the experiments outcome.. The t test was used to examine the test results once they were collected. There was no significant difference in students learning motivation between the PBL approach and the conventional model, according to the findings. The tcount ttable value of 0.661 1.672 demonstrates this. As a result, H0 is accepted and H1 is rejected, indicating that the Problem Based Learning (PBL) Model has no effect on students willingness to learn social studies when compared to students who do not use the Problem Based Learning (PBL) Model. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model PBL (Problem Based Learning) terhadap motivasi belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPS pada peserta didik kelas 4 SD. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif eksperimen dengan metode penelitian quasi experiment dimana peneliti tidak dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Data yang didapat dari pemberian tes dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar peserta didik yang menggunakan model PBL dengan model konvensional. Hal ini dapat dilihat dari thitung < ttabel,yaitu 0,661 < 1,672. Dengan demikian H0 diterima dan H1 ditolak, yang artinya tidak ada pengaruh dari model pembelajaran Problem Based Learning terhadap motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran IPS peserta didik antara yang menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan yang tidak menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di SDN Susukan 07 Pagi.