This Author published in this journals
All Journal JAQ
Asriani Alimuddin
Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS KOMUNIKASI NON-VERBAL PADA ANAK TUNARUNGU DALAM BERKOMUNIKASI DI SLB RAJAWALI MAKASSAR Asriani Alimuddin; Schancya Gillian Wairata
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 8 NOMOR 1, 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.775 KB) | DOI: 10.47030/aq.v8i1.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan bahasa anak tunarungu dalam berkomunikasi dengan masyarakat di lingkugannya dan mengetahui kemampuan pemahaman dan keefektifan komunikasi non-verbal pada anak tunarungu di SLB Rajawali Makassar. Subyek penelitian adalah semua siswa/siswi tunarungu sekolah dasar SLB Rajawali Makassar tahun pelajaran 2017 yang berjumlah 4 anak, terdiri dari 3 perempuan dan 1 laki-laki.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi analisis komunikasi non-verbal yang melihat esensi komunikasi pada anak tunarungu terletak pada kesamaan makna antara aktor-aktor yang terlibat dalam proses komunikasi. Hasil penelitian yang dipaparkan secara deskriptif kualitatif menunjukkan bahwa komunikasi non-verbal efektif dalam proses interaksi dan komunikasi anak tunarungu dengan lingkungannya. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan membutuhkan berbagai strategi yang dikombinasikan dalam mendukung efektivitas komunikasi antara tunarungu dengan lingkungannya. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk melakukan interaksi dan komunikasi dengan anak berkebutuhan khusus, terutama tunarungu di lingkungan masyarakat.
KOMUNIKASI SIMBOLIK SONGKOK RECCA’ DI KABUPATEN BONE Asriani Alimuddin
Al Qisthi Jurnal Sosial dan Politik VOLUME 8 NOMOR 2, 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1241.296 KB) | DOI: 10.47030/aq.v8i2.59

Abstract

Negara Indonesia adalah negara yang sangat kaya terdiri dari banyak suku, bahasa dan seni budaya. Setiap daerah dari Sabang sampai Merauke memiliki keanekaragaman budaya, hal ini dapat dilihat dari musik, tarian, pakaian hingga kerajinan tangan yang memiliki keunikan, kekhasan serta filosofi tersendiri yang menggambarkan daerahnya masing-masing. Songkok recca’ adalah bagian dari pakaian raja dan bangsawan pada zaman dulu namun sekarang berkembang menjadi pelengkap pakaian adat bugis yang bisa dikenakan siapapun.Songkok recca’ sekarang ini telah menjelma menjadi bagian yang tidak bisa terlepaskan dari masyarakat Bone. Meski songkok recca ‘telah dipakai oleh masyarakat umum, namun hal itu tidak mengurangi nilai songkok recca’ itu sendiri karena faktor sejarahnya yangpanjang sehinggasongkok recca’ ini menjadi ikon bagi Kabupaten Bone. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui makna simbolik yang terkandung pada songkok recca’ di Kabupaten Bone dan Mengetahui kaitan antara songkok recca’ dengan strata sosial pemakainya di Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.pendekatan ini memungkinkan penulis untuk melakukan pengamatan dan analisis secara mendalam terhadap topik yang akan diteliti. Jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan gambar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.pendekatan ini memungkinkan penulis untuk melakukan pengamatan dan analisis secara mendalam terhadap topik yang akan diteliti. Jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan gambar.Kata-kata disusun dalam kalimat. Informan, Informan dalam penelitian ini adalah informan 5 (lima) orang yaitu seorang Budayawan, tokoh Adat , tokoh masyarakat Bone, Seorang pengrajin songkok recca’dan pemakai songkok recca’. Simbol kekuasaan dan kebesaran, dapat terlihat dari segi bahan songkok pamiring tersebut. Bahan perhiasan songkok pamiring kaum bangsawan dulunya adalah benang emas murni, ini merupakan simbolisasi dari kekuasaan dan kebesaran.Simbol pelapisan masyarakat (Stratifikasi Sosial), terlihat jelas dengan adanya perbedaan tata cara pemakaian songkok recca/songkok pamiring antara kaum bangsawan, orang merdeka dan kaum budak atau hamba sahaya.Simbol perlindungan dari niat jahat yang terkandung pada songkok recca karena adanya kepercayaan orang Bone bahwa recca atau serat pelepah daun lontar itu bisa mengusir roh-roh jahat.Songkok recca’/ songkok pamiring atau songkok to Bone juga memiliki makna simbolik, yakni menggambarkan tentang kedudukan atau strata sosial seseorang dan memiliki makna pesan moral yang tinggi tentang nilai kehidupan sosial dan pentingnya menghormati yang tua serta menghargai yang muda.