Siti Fahimah
Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Pendidikan Era Medsos: Analisis dimensi Hifdz Din Menurut Luqman al-Hakim dengan Pendekatan Maqasidi Siti Fahimah
MAGHZA Vol 7 No 1 (2022): Januari - Juni 2022
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v7i1.6441

Abstract

Realitas perubahan zaman yang terus bergerak dinamis di beberapa negara, terutama di Indonesia, berdampak pada kemrosotan nilai-nilai moral cukup signifikan. Berbagai perubahan dan perkembangan zaman memperangaruhi gaya dan pola kehidupan manusia masa kini. Di Era medsos ini tidak hanya membawa dampak positif tetapi juga membawa dampak negatif. Melalui tulisan ini, penulis akan mencoba menganalisis lebih lanjut dimensi hidfz ad-din dalam kisah Luqman Al-Hakim dalam Qur’an surat Luqman ayat 13-19 serta bagaimana nilai-nilai pendidikan tersebut dapat diimplementasikan di era medsos saat ini. Untuk melakukan analisi tersebut, penulis akan menggunakan pendekatan tafsir maqashidi yang akan berusaha mengungkap dimensi-dimensi maqashid dan nilai-nilai qur’ani dalam Qur’an surat Luqman ayat 13-19. Pada penelitian ini penulis akan berusaha menyoroti kisah Luqman Al-Hakim menggunakan pendekatan tafsir maqashidi untuk menemukan maqashid di balik nasihat-nasihat Luqman al-Hakim kepada putranya. Penulis berhipotesa bahwa nasihat-nasihat Luqman al-Hakim mengandung prinsip-prinsip pendidikan yang penting diungkap serta dikembangkan sebagai tawaran model pendidikan untuk menghadapi era medsos seperti saat ini. Pada Qur’an surat Luqman ayat 13-19 penulis memahami nasehat-nasehat Luqman Al-Hakim penting diterapkan pada sistem pendidikan. Dari beberapa nasehat yang terkandung didalamnya ada 3 point besar yakni: Pendidikan aqidah, Pendidikan ibadah dan pendidikan akhlaq.
Pandangan Orientalis Atas Al-Quran Studi Tokoh Atas Yang Pro Dan Kontra Siti Fahimah; Vika Madinatul Ilmi
Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2022): Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/alfurqon.v5i2.1400

Abstract

Ketika membincang term orientalis maka tidak akan terlepas dari pandangan negatif mereka dari kajian yang ada di dunia timur, yang biasa dijadikan objek kajian orientalis adalah kajian yang menjadi jantung nya kajian timur diantaranya adalah yang berkaitan dengan kajian al-Quran, hadis, hukum dan sejarah. Tiga diantara kajian itu adalah al-Quran, tentang kajian ini ada dua pandangan, yaitu pandangan negative yang memandang bahwa al-Quran adalah cerita Muhammad yang dibuat-buat dengan disandarkan pada Tuhan untuk dijadikan sebagai pedoman, sehinggga bagi kelompok ini al-Quran dipandang sebagai sesuatu cerita yang tidak berdasar sehingga tidak bisa dijadikan pedoman apalagi sumber hukum, kemudian kelompok ke 2 memahami bahwa al-Quran adalah sesuatu yang diturunkan oleh Allah bukan buatan Muhammad, sehingga dia patut dijadikan sebagai sumber utama. Penenelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan bersumber dari library resach, oleh karenanya penelitian ini mengungkapkan tentang pandangan orientalis terkait dengan al-Quran yang dijelaskan dengam mengambil sumber dari buku dan jurnal. Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dari kalangan pandangan orientalis atas kajian timur diantaranya al-Quran ada dua kubu yaitu yang mendukung atas otentiitas a-Quran dan dan yang menggugatnya