Rifqi As’adah
Universitas Islam Negeri (UIN) Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tradisi Amaliah Ayat Al-Qur'an Ba'da Salat Maktubah Di Pondok Pesantren Al-Lathifiyyah2 Tambakberas Jombang Lailatus Salamah; Rifqi As’adah
MAGHZA Vol 7 No 2 (2022): Juli - Desember 2022
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUAH), Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/maghza.v7i2.6759

Abstract

Abstrak Tradisi amaliah ayat al-Qur’an banyak dijumpai di berbagai wilayah dan pondok pesantren. Setiap pondok tentu memiliki amalan-amalan dan wirid khusus. Artikel ini membahas tentang ayat al-Qur’an yang digunakan sebagai suatu amalan ba’da salat maktūbah di Pondok Pesantren Al-Lathifiyyah 2 Tambakberas. Rangkaian amalan ini terdiri dari membaca surah al-Ikhlāṣ dan surah at-Taubah ayat 128-129. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana sejarah dan proses pembacaan amalan dan untuk mengetahui makna pembacaan amalan ayat al-quran bagi yang melaksanakannya diantaranya pengasuh, pengurus dan santri. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan melukiskan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada, serta pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Tradisi pembacaan amalan ayat al-Qur’an ba’da salat maktūbah, menggunakan teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, yaitu makna objektif, ekspresif dan dokumenter. Jenis penelitian menggunakan penelitian lapangan dan pustaka (library research). Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa, tradisi amaliah ba’da salat maktūbah di Pondok Pesantren Tambakberas dilaksanakan setelah membaca wiridan setelah salat pada umumnya, dilanjutkan dengan membaca surah at-Taubah ayat 128-129 sebanyak 1 kali kemudian dilanjutkan dengan membaca tawasul lalu membaca surah al-Ikhlāṣ sebanyak 11 kali. Tradisi amaliah ini dilaksanakan dengan posisi duduk seperti saat masih dalam shaf salat dan menghadap kiblat. Makna pembacaan amaliah ba’da salat maktūbah ini memiliki tiga makna objektif, ekspresif,dan dokumenter. Makna objektif-nya yaitu bahwa tradisi amaliah tersebut merupakan sebuah amaliah rutin yang harus di istiqomahkan. Tradisi amaliah ini merupakan bentuk taʻẓīm santri kepada pengasuh Pondok Pesantren. Kemudian makna ekspresif-nya adalah mereka meyakini bahwa bacaan yang mereka amalkan akan kembali kepada diri mereka dan manfaat yang mereka rasakan berupa ketentraman jiwa, membentengi diri dari fitnah, diberi kemudahan dalam segala urusannya, dilancarkan rizki rang tuanya dan dimudahkan dalam menghafal. Sedangkan makna dokumenter-nya tanpa disadari bahwa tradisi amaliah ayat al-Qur’an tersebut menjadi sebuah rutinitas yang tetap diamalkan hingga saat ini. Kata kunci: Tradisi,Amaliah, Pondok Al-Lathifiyyah 2 , Karl Mannheim.