Bayu Bintoro
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Modernisasi Pendidikan oleh Kyai Wahid Hasyim di Pesantren Tebuireng, 1934-1953 Bayu Bintoro
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v6i1.5025

Abstract

This article aims to analyze the modernization of education that occurred at the Tebuireng pesantren during the Kyai Wahid Hasyim era. The problems raised in this study are: 1) how was the condition of the Tebuireng Islamic boarding school in 1934-1953; 2) how the modernization of the education system at the Tebuireng Islamic boarding school was; 3) Why the modernization of the Tebuireng Islamic boarding school education occurred in the changes in institutions and learning systems. The method used is the historical method which consists of four steps, namely heuristics, verification, interpretation, and historiography. The limitation or focal point of this research is modernization at the time of Kyai Wahid Hasyim. The results showed that the modernization of the Tebuireng pesantren was carried out by Kyai Wahid Hasyim after returning from Mecca. Modernization is carried out so that santri can compete with the outside world, in order to contribute to the community, and as a form of improving general education in pesantren.
WAWASAN ISLAM TENTANG KEMAJEMUKAN: Kajian atas Konsep Pluralisme dalam Khazanah Islam Bayu Bintoro
Jurnal Moderasi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Moderasi
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.2022.21.02

Abstract

Konflik kekerasan yang terjadi pada dunia Islam menimbulkan persepsi yang buruk terhadap umat Islam. pada dasarnya Islam tidak mengajarkan tentang kekerasan, baik dengan sesama muslim maupun dengan pemeluk agama lain. Selain itu, Islam mengajarkan untuk saling menghormati terhadap sesama dan mencintai seluruh makhluk (rahmatan lil alamin). Namun, pada realitasnya masih banyak terjadi kekerasan antar sesama yang disebabkan banyak hal, termasuk pemahaman terhadap ajaran agama yang diyakini. Kehidupan Islam yang berkembang pesat membuat kekuasaan atau jangkauan Islam semakin luas. Hal itu berimplikasi kepada heterogenitas dalam masyarakat Islam, utamanya dalam masyarakat Arab. Islam yang semakin banyak pengikutnya dan banyak penaklukkan daerah lain menimbulkan pemahaman-pemahaman berbeda dalam beragama. Perbedaan-perbedaan yang ada dapat menyulut konflik dalam masyarakat. Nabi Muhammad memberikan teladan dalam menjalankan kehidupan yang berdasarkan ajaran Islam dan dalam konteks masyarakat Madinah yang kompleks atau plural. Oleh sebab itu, menarik untuk dikaji kembali tentang pluralisme dalam Islam. Kata kunci: Islam, Pluralisme, Konflik