Gangguan refraksi memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas, dengan kacamata menjadi solusi yang umum. Namun, posisi kacamata yang tidak tepat dapat menyebabkan distorsi penglihatan, kelelahan mata, dan penurunan performa belajar, terutama pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara posisi kacamata dan kualitas penglihatan pada mahasiswa Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 207 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan tentang posisi kacamata dan 25 pertanyaan tentang kualitas penglihatan. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26, mencakup uji validitas, reliabilitas, normalitas, koefisien determinasi, dan uji parsial. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan semua item kuesioner valid dan reliabel. Uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa posisi kacamata memengaruhi kualitas penglihatan sebesar 62%, sementara 38% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Uji parsial menemukan pengaruh signifikan antara posisi kacamata dan kualitas penglihatan. Posisi kacamata sangat berpengaruh signifikan terhadap kualitas penglihatan mahasiswa. Parameter teknis seperti jarak vertex, kemiringan pantoskopik, dan penempatan pusat optik lensa yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan koreksi visual.