Latar belakang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA PGRI 56 CIPUTAT TANGERANG SELATAN sebagai perwujudan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa kesehatan mata siswa. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa dan dosen ARO Gapopin. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan anamnesa mata dan tajam penglihatan. Hasil pemeriksaan kemudian dianalisa untuk mengidentifikasi tajam penglihatan kurang dari 6/6 dan emetropia 6/6. Pemeriksaan dilakukan terhadap 140 orang, dengan 72 orang memiliki tajam penglihatan kurang dari 6/6 dan 68 orang memiliki tajam penglihatan normal 6/6. Dari hasil pemeriksaan, mayoritas tajam penglihatan kurang dari 6/6 sebanyak 72 orang (51,43%). Dari hasil pemeriksaan, mayoritas tajam penglihatan kurang dari 6/6 berjenis kelamin perempuan sebanyak 38 orang (52,78%) dan laki-laki sebanyak 34 orang (47,22%). Namun, beberapa individu menunjukkan tajam penglihatan yang semakin memburuk, yang mengindikasikan perlunya intervensi lebih lanjut. Kesimpulannya, pemeriksaan mata pada masyarakat perlu dilakukan secara rutin dan berkala setiap tahun, terutama pada remaja, untuk lebih memperhatikan pola intensitas penggunaan gadget dan lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. Dengan demikian, kelainan pada mata dapat segera terdeteksi dan mendapatkan penanganan yang tepat waktu. Edukasi kesehatan tidak hanya ditujukan pada anak, tetapi juga orang tua atau wali murid, mengingat waktu yang dihabiskan di keluarga lebih banyak dibandingkan di sekolah. The background to the community service activity at SMA PGRI 56 CIPUTAT, SOUTH TANGERANG, is the implementation of the Tridharma of Higher Education. This study aimed to examine the students’ eye health. The activity was carried out by students and lecturers from ARO Gapopin. The research method involved conducting an eye history and visual acuity tests. The results of the examinations were then analysed to identify cases of visual acuity below 6/6 and emmetropia (6/6). The examinations were carried out on 140 individuals, with 72 having visual acuity below 6/6 and 68 having normal visual acuity of 6/6. The results showed that the majority of those with visual acuity below 6/6 were 72 individuals (51.43%). Furthermore, the majority of those with visual acuity below 6/6 were female, totalling 38 individuals (52.78%), whilst 34 were male (47.22%). However, some individuals showed a worsening of visual acuity, indicating the need for further intervention. In conclusion, eye examinations in the community need to be carried out routinely and periodically every year, particularly among adolescents, to pay closer attention to patterns of gadget usage and encourage more outdoor activities. In this way, eye abnormalities can be detected promptly and receive timely treatment.