Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Fungsi Lensa Berwarna Pada Myopia Tinggi Untuk Mengurangi Aberasi Wahyu Budiana; Zakaria Efendi; Opep Cahya Nugraha
Jurnal Mata Optik Vol. 3 No. 2 (2022): JURNAL MATA OPTIK
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Complaints of high myopia sufferers who use minus glasses generally are excessive glare and visual discomfort when used to see detailed objects, this can be caused by aberrations in the lens. This study aims to determine the function of colored lenses in reducing the occurrence of aberrations in myopia sufferers. This research uses descriptive analysis method. The results showed that the use of colored lenses in high myopia patients who wear minus glasses can reduce glare and provide comfort in detailed vision.
Dampak Posisi Penggunaan Kacamata Terhadap Kualitas Penglihatan Opep Cahya Nugraha; Bunyamin Rizki Abdillah; Rangga Adhitia Hermawan
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2235

Abstract

Gangguan refraksi memengaruhi kualitas hidup dan produktivitas, dengan kacamata menjadi solusi yang umum. Namun, posisi kacamata yang tidak tepat dapat menyebabkan distorsi penglihatan, kelelahan mata, dan penurunan performa belajar, terutama pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara posisi kacamata dan kualitas penglihatan pada mahasiswa Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel 207 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan tentang posisi kacamata dan 25 pertanyaan tentang kualitas penglihatan. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 26, mencakup uji validitas, reliabilitas, normalitas, koefisien determinasi, dan uji parsial. Uji validitas dan reliabilitas menunjukkan semua item kuesioner valid dan reliabel. Uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa posisi kacamata memengaruhi kualitas penglihatan sebesar 62%, sementara 38% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Uji parsial menemukan pengaruh signifikan antara posisi kacamata dan kualitas penglihatan. Posisi kacamata sangat berpengaruh signifikan terhadap kualitas penglihatan mahasiswa. Parameter teknis seperti jarak vertex, kemiringan pantoskopik, dan penempatan pusat optik lensa yang tepat sangat penting untuk mengoptimalkan koreksi visual.
KEPEDULIAN ARO GAPOPIN TERHADAP KESEHATAN MATA DI SMA 56 PGRI CIPUTAT TANGERANG SELATAN TAHUN 2026 Bunyamin Rizki Abdillah; Opep Cahya Nugraha; Febri Maryani; Putri Olivia
Journal Peduli Kesehatan Mata Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Peduli Kesehatan Mata
Publisher : Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54363/4xrvmp65

Abstract

Latar belakang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA PGRI 56 CIPUTAT TANGERANG SELATAN sebagai perwujudan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa kesehatan mata siswa. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa dan dosen ARO Gapopin. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan anamnesa mata dan tajam penglihatan. Hasil pemeriksaan kemudian dianalisa untuk mengidentifikasi tajam penglihatan kurang dari 6/6 dan emetropia 6/6. Pemeriksaan dilakukan terhadap 140 orang, dengan 72 orang memiliki tajam penglihatan kurang dari 6/6 dan 68 orang memiliki tajam penglihatan normal 6/6. Dari hasil pemeriksaan, mayoritas tajam penglihatan kurang dari 6/6 sebanyak 72 orang (51,43%). Dari hasil pemeriksaan, mayoritas tajam penglihatan kurang dari 6/6 berjenis kelamin perempuan sebanyak 38 orang (52,78%) dan laki-laki sebanyak 34 orang (47,22%). Namun, beberapa individu menunjukkan tajam penglihatan yang semakin memburuk, yang mengindikasikan perlunya intervensi lebih lanjut. Kesimpulannya, pemeriksaan mata pada masyarakat perlu dilakukan secara rutin dan berkala setiap tahun, terutama pada remaja, untuk lebih memperhatikan pola intensitas penggunaan gadget dan lebih banyak beraktivitas di luar ruangan. Dengan demikian, kelainan pada mata dapat segera terdeteksi dan mendapatkan penanganan yang tepat waktu. Edukasi kesehatan tidak hanya ditujukan pada anak, tetapi juga orang tua atau wali murid, mengingat waktu yang dihabiskan di keluarga lebih banyak dibandingkan di sekolah. The background to the community service activity at SMA PGRI 56 CIPUTAT, SOUTH TANGERANG, is the implementation of the Tridharma of Higher Education. This study aimed to examine the students’ eye health. The activity was carried out by students and lecturers from ARO Gapopin. The research method involved conducting an eye history and visual acuity tests. The results of the examinations were then analysed to identify cases of visual acuity below 6/6 and emmetropia (6/6). The examinations were carried out on 140 individuals, with 72 having visual acuity below 6/6 and 68 having normal visual acuity of 6/6. The results showed that the majority of those with visual acuity below 6/6 were 72 individuals (51.43%). Furthermore, the majority of those with visual acuity below 6/6 were female, totalling 38 individuals (52.78%), whilst 34 were male (47.22%). However, some individuals showed a worsening of visual acuity, indicating the need for further intervention. In conclusion, eye examinations in the community need to be carried out routinely and periodically every year, particularly among adolescents, to pay closer attention to patterns of gadget usage and encourage more outdoor activities. In this way, eye abnormalities can be detected promptly and receive timely treatment.