Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FENOMENA RESTORAN JEPANG HALAL: PERSPEKTIF AGAMA DAN EKONOMI Almyra Diah Pangestu; Siti Gomo Attas
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022): Volume 3 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v3i3.9339

Abstract

Bisnis makanan Jepang merupakan bisnis yang menguntungkan karena selain citarasanya berterima di lidah Indonesia, faktor kesehatan dan kemudahan penyajiannya pun membuat makanan Jepang menjadi kian populer bagi berbagai kalangan dan usia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena restoran Jepang halal dari perspektif agama dan ekonomi. Maraknya restoran Jepang berlabel halal, baik yang sudah memiliki sertifikasi dari MUI maupun usaha makanan Jepang rumahan dengan klaim halal dari penjualnya, menunjukkan adanya animo masyarakat yang besar terhadap masakan Jepang yang diakui kehalalannya. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa kajian pustaka dan observasi berhubungan dengan masalah yang dibahas untuk memperoleh gambaran secara teoritis yang dapat menunjang penelitian ini. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dengan adanya sertifikasi atau klaim halal, konsumen yang sebelumnya ragu, meski ingin, mengkonsumsi makanan Jepang karena banyak bahan yang tidak halal menjadi yakin untuk mengkonsumsinya karena sertifikasi atau klaim halal mengindikasikan adanya penggantian bahan-bahan krusial yang sebelumnya nonhalal menjadi halal.
ANALISIS WACANA KRITISTAGAR FOODPORN DAN HALALFOOD PADA INSTAGRAM Almyra Diah Pangestu; Aceng Rahmat, Novi Anoegrajekti
Prosiding Seminar Nasional Indonesia Vol. 2 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Indonesia
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the meaning behind the discourse of foodporn hashtags and halalfood hashtags in their use in the variety of social media language on the Instagram application. This research methodology is descriptive qualitative with content analysis. The data used in this method are uploads of foodporn hashtags and halalfood hashtags on Instagram from 32 Instagram accounts then analyzed using critical discourse analysis theory by Fairclough. The hashtags #halalfood and #foodporn which are part of a whole discourse related to food have different meanings based on textual analysis, analysis of discourse practices, and analysis of sociocultural practices. The hashtags #halalfood and #foodporn have different ideological meanings. The hashtag #halalfood is the language used by discourse makers to communicate with readers who practice Islamic principles, while the hashtag #foodporn is used by discourse makers to communicate with readers who have a lifestyle of worldly pleasure. The hashtags #halalfood and #foodporn have the same meaning in trying to influence readers to enjoy food and tools used in the economic field.