Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN SIKAP PERCAYA DIRI DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN TLOGOADI DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TAHUN PELAJARAN 2022/2023 LENDY HUDA PRABOWO; RISHE PURNAMA DEWI; JAROT PRAKOSO
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i3.1426

Abstract

This study aims to: (1) describe the increase in students' self-confidence in learning science class V through the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model (2) describe the increase in science learning outcomes for class V students using the Problem Based Learning (PBL) learning model. This research is a Classroom Action Research consisting of two cycles that go through the stages of planning, implementing, observing, and reflecting. Techniques used for data collection using interviews and tests. The subjects in this study were 36 students in class V SDN Tlogoadi. The object of this research is self-confidence and learning outcomes. Data obtained through observation and tests. The data analysis technique used is quantitative analysis. The results showed that the application of the Problem Based Learning learning model could increase students' self-confidence, which was initially an average of 35.62% increased to 56.94% in the first cycle; and increased to 80.03% in the second cycle. For the application of the Problem Based Learning model can improve the learning outcomes of students; initially averaged 55; increased to 78 in the first cycle; then increased to 83 in cycle II. Learning Problem Based Learning can increase students' self-confidence and student learning outcomes in science subjects. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan peningkatan percaya diri siswa dalam belajar IPA kelas V melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas terdiri dari dua siklus yang melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan wawancara dan tes. Subjek dalam penelitian ini ada 36 siswa pada kelas V SDN Tlogoadi. Objek penelitian ini merupakan sikap percaya diri dan hasil belajar. Data didapatkan melalui observasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan dalam penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan sikap percaya diri siswa yang awalnya rerata 35,62% meningkat menjadi 56,94% pada siklus I; dan meningkat menjadi 80,03% pada siklus II. Untuk penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar dari peserta didik; awalnya rata – rata 55; meningkat menjadi 78 pada siklus I; kemudian meningkat 83 pada siklus II. Pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS III SDN BABARSARI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING ANASTASIA EKA SAN DIANA; RISHE PURNAMA DEWI; JAROT PRAKOSO
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v2i3.1466

Abstract

The background of this research is the activity and learning outcomes of third-grade students of SD Negeri Babarsari in the thematic learning of Indonesian language content, which is still low. Improvements are needed in order to increase the activity and learning outcomes of third-grade students of SD Negeri Babarsari. This study aimed to describe the increase in activity and learning outcomes of third-grade students at SD Negeri Babarsari using a Problem Based Learning model with the help of domino card media. This research is a Classroom Action Research (CAR). The subjects of this study were third-grade students of SD Negeri Babarsari with a total of 28 students. This CAR design consists of two cycles using the Kemmis and Targgart models which include planning, action, observation, and reflection. Data collection techniques using observation, documentation, and tests. The data analysis used is mix-method (descriptive and quantitative). The results showed an increase in the percentage of student activity. This can be seen from the results of student observations in the pre-cycle to cycle II, which is 38.68% in the pre-cycle, 75.30% in the first cycle, while in the second cycle it is 77.77%. This is accompanied by an increase in the average value of student learning outcomes from the pre-cycle of 63.57, increasing in the first cycle to 70.37 and in the second cycle increasing to 82.96. It can be concluded that the Problem Based Learning model using card media can increase the activity and learning outcomes of third-grade students of SD Negeri Bababrsari Yogyakarta. ABSTRAKLatar belakang penelitian ini mengenai keaktifan dan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Babarsari pada pembelajaran tematik muatan bahasa Indonesia yang masih rendah sehingga diperlukan perbaikan agar dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Babarsari. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Babarsari menggunakan model Problem Based Learning berbantu media kartu domino. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri Babarsari dengan jumlah 28 siswa. Desain PTK ini terdiri dari dua siklus dengan menggunakan model Kemmis dan Targgart yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan persentase keaktifan siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil observasi siswa pada pra siklus hingga siklus II, yaitu pada pra siklus diperoleh sebesar 38,68%, pada siklus I sebesar 75,30%, sedangkan pada siklus II sebesar 77,77%. Hal tersebut diiringi dengan peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari pra siklus sebesar 63,57 meningkat pada siklus I menjadi 70,37 dan pada siklus II meningkat menjadi 82,96. Dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning menggunakan media kartu dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Bababrsari Yogyakarta.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MUATAN IPS MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING SISWA KELAS IV SDN TOTO MARGO MULYO UMI NAFIATUL JANNAH; RISHE PURNAMA DEWI; JAROT PRAKOSO
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v2i3.1379

Abstract

The background of this research is the low activity and student learning outcomes due to the use of less varied methods, namely lectures and methods in the guidebook. The purpose of this study was to increase the activeness and learning outcomes of fourth grade students at SDN Toto Margo Mulyo using a problem based learning model. This research is a classroom action research. The subjects of this study were the fourth grade students of SDN Toto Margo Mulyo, totaling 31 students. Data collection techniques in this study used observation sheets, documentation and tests. Data analysis was used with quantitative descriptive analysis. The results showed that in the pre-cycle the average score obtained by students was 56.61 with 29% classical completeness. Student learning outcomes in the pre-cycle are included in the moderate criteria. Then in the first cycle there was an increase in the average score of 11.79 and classical completeness as much as 22.6% so that in the first cycle the average score obtained by students was 68.4 and classical completeness was 51.6%. Student learning outcomes in the first cycle are included in the high criteria. Furthermore, in the second cycle student learning outcomes have increased again. The average value increased by 15.5 and the increase in classical completeness was 32.3%. The average value in the second cycle is 83.9 and the classical completeness is 83.9%. Student learning outcomes in the second cycle are included in the high criteria. In the pre-cycle the average value of student activity is 45.32% and is included in the sufficient criteria. In the first cycle the average value increased by 17.15% so that the average value of student activity in the first cycle was 62.47% and was included in good criteria. Then in the second cycle the average value increased by 25.42% so that in the second cycle the average value of student activity was 87.69% and included in the very good criteria. It can be concluded that the problem based learning model can improve the learning outcomes and activity of fourth grade students at SDN Toto Margo Mulyo. ABSTRAKLatar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa karena penggunaan metode yang kurang bervariasi yaitu ceramah dan metode yang ada pada buku panduan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV SDN Toto Margo Mulyo menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Toto Margo Mulyo yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, dokumentasi dan tes. Analisis data digunakan dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada pra siklus nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 56,61 dengan ketuntasan klasikal 29%. Hasil belajar siswa pada pra siklus masuk dalam kriteria sedang. Kemudian pada siklus I terjadi peningkatan nilai rata-rata sebanyak 11,79 dan ketuntasan klasikal sebanyak 22,6% sehingga pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 68,4 dan ketuntasan klasikal 51,6%. Hasil belajar siswa pada siklus I masuk dalam kriteria tinggi. Selanjutnya pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan kembali. Nilai rata-rata mengalami peningkatan sebanyak 15,5 dan peningkatan ketuntasan klasikal sebanyak 32,3%. Nilai rata-rata pada siklus II adalah 83,9 dan ketuntasan klasikal 83,9%. Hasil belajar siswa pada siklus II masuk dalam kriteria tinggi.Pada pra siklus nilai rata-rata keaktifan siswa adalah 45,32% dan masuk dalam kriteria cukup. Pada siklus I nilai rata-rata mengalami peningkatan sebanyak 17,15% sehingga nilai rata-rata keaktifan siswa pada siklus I adalah 62,47% dan masuk dalam kriteria baik. Kemudian pada siklus II nilai rata-rata mengalami peningkatan sebanyak 25,42% sehingga pada siklus II nilai rata-rata keaktifan siswa adalah 87,69% dan masuk dalam kiteria sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa kelas IV SDN Toto Margo Mulyo.
PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN RASA INGIN TAHU BELAJAR SISWA MATERI PENGUKURAN SUDUT MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA SISWA KELAS IVB SD KANISIUS SENGKAN JOVITA BUNGA KURNIA PUTRI SUTARYO; RISHE PURNAMA DEWI; A. DWI NATALIA
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v3i3.2495

Abstract

This research is motivated by low student activity. The focus of this research is the TGT cooperative learning model(Teams Games Tournament) to increase the active learning and curiosity of students. This study aims to provide an overview of the application of the TGT type of cooperative learning model in increasing students' active learning and curiosity in mathematics in grade IV SD. The research subjects were 21 students of class IVB SD Kanisius Sengkan. The type of research used in this research is Classroom Action Research which adopts the Kemmis and Taggart models which are carried out in II cycles, namely cycle I and cycle II. Data collection techniques used in this study were observation sheets and questionnaires. Based on the analysis of observations and questionnaires from each cycle showed positive progress towards students. In this study, students' active learning and curiosity experienced a significant increase. The activeness of students in the pre-cycle was 61.67%, the first cycle was 75.54% and the second cycle was 87.98%, while the average acquisition of students' curiosity in the pre-cycle was 59.47%, the first cycle was 74.46%, and cycle II 83.37%. The results of the study can be concluded that the application of the Teams Games Tournament (TGT) learning model can increase the learning activity of class IVB students at Kanisius Sengkan Elementary School. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas siswa. Fokus pada penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament) untuk meningkatkan keaktifan belajar dan rasa ingin tahu siswa. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam meningkatkan keaktifan belajar dan rasa ingin tahu siswa pada mata pelajaran matematika di kelas IV SD. Subyek penelitian adalah siswa kelas IVB SD Kanisius Sengkan yang berjumlah 21 siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang mengadopsi model Kemmis dan Taggart yang dilaksanakan dalam II siklus yaitu siklus I dan siklus II. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan kuesioner. Berdasarkan analisis observasi dan kuesioner dari setiap siklus menunjukkan perkembangan positif terhadap siswa. Pada penelitian ini, keaktifan belajar dan rasa ingin tahu siswa mengalami peningkatan yang berarti. Keaktifan siswa pada pra siklus 61,67%, siklus I 75,54% dan siklus II menjadi 87,98%, sedangkan perolehan rata-rata kategori rasa ingin tahu siswa pada pra siklus 59,47%, siklus I 74,46%, dan siklus II 83,37%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IVB SD Kanisius Sengkan.
PENINGKATAN KERJASAMA DAN TANGGUNG JAWAB DALAM MATERI IKLAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD PADA SISWA KELAS VC SD KANISIUS SENGKAN INTANSARI DESY SAPUTRI; RISHE PURNAMA DEWI; DWI NATALI
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v3i3.2472

Abstract

This research aims to enhance cooperation and responsibility using the STAD  learning model for fifth-grade students of Kanisius Sengkan Elementary School - Class V-C. This study is categorized as Classroom Action Research. The data collection techniques employed in this study encompass observation and questionnaires. The results of this study indicate that the STAD model can elevate cooperation and responsibility. This is substantiated by the increase in average cooperation questionnaire scores: from an initial condition of 50.83 to 64.82 in cycle I, and further to 77.05 in cycle II. Additionally, this enhancement is also evident from the increase in average observation scores for cooperation: from an initial condition of 38.48, to 56.06 in cycle I, and 70.30 in cycle II. The outcomes related to responsibility are reflected in the increased average questionnaire scores: from an initial condition of 54.77, to 60.62 in cycle I, and 78.3 in cycle II. Similarly, this is also seen in the augmented average observation scores, starting from pre-cycle at 41.91, to 59.59 in cycle I, and 70.70 in cycle II. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan tanggungjawab menggunakan model pembelajaran STAD pada siswa kelas V-C SD Kanisius Sengkan. Jenis penelitian  ini  adalah  Penelitian  Tindakan  Kelas.  Teknik  pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari observasi dan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa model  STAD  dapat  meningkatkan kerjasama dan tanggungjawab. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata skor kuesioner kerjasama dari kondisi awal 50,83 siklus I 64,82, dan siklus II 77,05. Selain itu juga dilihat dari peningkatan rata-rata skor observasi dari kerjasama dari kondisi awal 38,48, siklus I 56,06 dan pada siklus II 70,30. Hasil tanggung jawab dapat dilihat dari peningkatan rata-rata skor kuesioner dari kondisi awal 54,77, siklus I 60,62, dan pada siklus II 78,3. Selain itu juga dilihat dari peningkatan rata-rata skor observasi dari pra siklus adalah 41,91, siklus I 59,59, dan siklus II 70,70.