Eny Kusumawati
SMP Negeri 3 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Metode Pembelajaran Collaborative Learning Model Kompetisi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Short Functional Text Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 3 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2015-2016 Eny Kusumawati
Jurnal Ilmiah Pendidikan Visioner (JIPV) Vol 3 No 3 (2022): Volume 3 No.3 Tahun 2022
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil ulangan harian yang dilaksanakan pada awal semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 dapat diketahui bahwa tingkat ketuntasan belajar siswa baru mencapai 30,89%. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh masih di bawah KKM yang ditetapkan sebesar 70, yaitu baru mencapai 60. Atas dasar hal tersebut maka siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Tanjunganom Kabupaten Nganjukbelum mencapai ketuntasan belajar. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama 3 bulan, mulai dari bulan September 2015 sampai dengan bulan November 2015 dengan subyek penelitiannya adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk Daya yang berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 9 siswi perempuan. Dalam penelitian ini pengumpulan data menggunakan teknik tes dan non tes. Tes tulis digunakan pada akhir siklus I dan siklus II. Sedangkan Teknik non tes meliputi teknik observasi dan dokumentasi. Observasi digunakan pada saat pelaksanaan penelitian tindakan kelas untuk melihat hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan di antaranya; 1) Penerapan Metode Pembelajaran Collaborative Learning Model Kompetisi dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi Short Functional Text pelajaran Bahasa Inggris pada siswa kelas VIII B Semester 1 di SMP Negeri 3 Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Pada akhir siklus I, siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 57,69% (15 siswa), dan siswa yang belum tuntas sebanyak 42,31% (11 siswa), sedangkan pada akhir siklus II, sebanyak 96,15% (25 siswa) dan sebanyak 3,85% (1 siswa) belum mencapai ketuntasan belajar. 2) Adapun hasil non tes pengamatan proses belajar menunjukkan perubahan siswa lebih aktif selama proses pembelajaran berlangsung dan suasana kelas pun menjadi riang dan tidak monoton lagi.