Sanjaya Alacsel
Universitas Nurul Hasanah Kutacane

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Forward Chaining pada Sistem Pakar dalam Pencegahan dan Pengobatan Penyakit Ikan Mas Sanjaya Alacsel
Jurnal Informasi dan Teknologi 2023, Vol. 5, No. 1
Publisher : SEULANGA SYSTEM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37034/jidt.v5i1.227

Abstract

Goldfish is one of the various types of cultivated animals that are widely kept and then traded because many can be utilized from Goldfish. Farmers do not regularly check for diseases in carp, especially if farmers are still unfamiliar with the symptoms and types of diseases in carp cultivation, thus making goldfish susceptible to disease. This makes it difficult for farmers to handle diseases caused by symptoms due to limited knowledge. The limitation of experts in the field of goldfish cultivation is also one of the problems that are often encountered in various regions. This study aims to identify diseases and treatment methods in carp using the Forward Chaining method based on symptoms and to design an expert system in identifying diseases and treatment methods in carp. The data needed during this research is data on the types of symptoms and types of diseases based on symptoms in carp, symptom data and treatment data for making decisions that are sourced from carp cultivation experts from a vocational high school teacher (SMK) majoring in carp cultivation and the power obtained from the Southeast Aceh City Fisheries Service. Based on the data provided by the expert, the expert has a decision-making mode, which is to collect facts first to reach a conclusion or decision, so the Forward Chaining method can be used to conduct this research. The stages of data processing include preparing input data, expert decision tables, determining rules, conducting tracking processes, making decision trees and tracking results. The results obtained succeeded in finding the disease based on the existing symptoms and solutions and initial steps for handling goldfish diseases could be found. The results of trials conducted by comparing the data with the system that has been designed have a very good level of accuracy
Fleksibiltas Mikrotik untuk Kebutuhan Jaringan SMKN 1 Kutacane Sanjaya Alacsel
Jurnal Informatika Logika Vol. 1 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Methodist Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak−Jaringan merupakan komponen vital dalam menjalankan operasi sehari-hari di sekolah menengah kejuruan (SMK). Khususnya, SMKN 1 Kutacane, sebuah institusi pendidikan yang berkomitmen untuk menyediakan layanan pendidikan berkualitas tinggi bagi siswa dan stafnya. Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan jaringan yang beragam dan dinamis, penggunaan perangkat jaringan yang fleksibel dan mudah disesuaikan menjadi suatu keharusan. Penelitian ini mengeksplorasi fleksibilitas yang ditawarkan oleh perangkat MikroTik dalam memenuhi kebutuhan jaringan SMKN 1 Kutacane. Melalui penggunaan studi kasus, penelitian ini menyoroti berbagai aspek fleksibilitas MikroTik dalam konteks lingkungan pendidikan. Pertama, MikroTik menawarkan berbagai perangkat jaringan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik sekolah, mulai dari router hingga switch dan perangkat akses Wi-Fi. Kemudian, antarmuka pengguna yang intuitif memungkinkan administrator jaringan untuk mengkonfigurasi perangkat dengan cepat dan efisien, sesuai dengan kebutuhan jaringan yang berubah-ubah. Selain itu, fitur keamanan yang komprehensif seperti firewall dan VPN membantu melindungi jaringan dari ancaman luar dan dalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fleksibilitas MikroTik memainkan peran krusial dalam menyediakan solusi jaringan yang andal dan efisien bagi SMKN 1 Kutacane. Dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ditawarkan oleh MikroTik, sekolah dapat mengoptimalkan kinerja jaringan mereka, meningkatkan keamanan, dan mengurangi biaya pengelolaan jaringan secara keseluruhan. Sebagai hasilnya, SMKN 1 Kutacane dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa dan mendukung kelancaran operasi administratif sekolah