Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MOTIVASI PEMANGKU KEPENTINGAN ATAS PERLINDUNGAN SUMBERDAYA ALAM DAN BUDAYA DAERAH UNTUK PEMBANGUNAN EKOWISATA DI KABUPATEN GAYO LUES Aswita; Yasser Premana
Jurnal Penelitian Hutan dan Sumber Daya Alam (PHSDA) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Kehutanan dan Sumber Daya Alam (PHSDA)
Publisher : LPPM STIK Pante Kulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya kegiatan wisata di Kabupaten Gayo Lues saat ini diperkirakan akan berdampak terhadap pemanfaatan sumberdaya alam dan budaya daerah setempat. Aktifitas wisata yang yang dilakukan masih belum sepenuhnya menggunakan prinsip-prinsip ekowisata sebagai alat konservasi sumberdaya alam dan budaya daerah. Hal ini dapat menyebabkan kehancuran dan kepunahan bagi berbagai sumberdyaa alam dan budaya tersebut. Berbagai permasalahan yang ada maka perlu upaya untuk merangkum dan menghubungkan para pemangku kepentingan agar dapat termotivasi untuk perlindungan sumberdaya alam dan budaya daerah untuk pembangunan ekowisata Kabupaten Gayo Lues. Oleh karena itu, maka penelitian ini penting dilakukan. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui motivasi pemangku kepentingan melalui pola pendekatan motivasi yang terintegrasiatas perlindungan sumberdaya alam dan budaya daerah untuk pembangunan ekowisata. Pengukuran dan analisis motivasi dilakukan dengan metode one score one creteria indicator system yang menggunakan skala likert 1 – 7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua pemangku kepentingan memiliki motivasi yang tinggi dan saling terintegrasi atas perlindungan sumberdaya alam dan budaya untuk pembnagunan ekowisata di kabupaten Gayo Lues. pengetahuan pemangku kepentingan dan nilai sumberdaya alam dan budaya daerah menjadi pertimbangan yang mendorong pemangku kepentingan untuk melindungi sumberdaya alam dan budaya daerah untuk pembnagunna ekowisata. masih perlu sosialisasi kepada semua pemangku kepentingan agar berbagai potensi sumberdaya alam dan budaya daerah dapat terlindungi dan pembangunan ekowisata dapat berkelanjutan.
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MUKIM BULOH SEUMA DALAM PEMANENAN MADU HUTAN DI KABUPATEN ACEH SELATAN Lian Yassir; Aswita; Fauzi Umar
Jurnal Penelitian Hutan dan Sumber Daya Alam (PHSDA) Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Kehutanan dan Sumber Daya Alam (PHSDA)
Publisher : LPPM STIK Pante Kulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu hutan salah satu madu yang dihasilkan oleh lebah madu hutan (Apis dorsata) danmerupakan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang bernilai ekonomi tinggi saat ini. Kemajuanteknologi yang berkembang proses pemanenan madu hutan sudah bisa dilakukan secaramoderen, namun beberapa masyarakat dan kelompok masyarakat masih melakukan pemanenanmadu hutan secara tradisional berdasarkan kearifan lokal daerah masing-masing. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui proses pemanenan madu hutan berdasarkan nilai-nilai kearifanlokal dan peran masyarakat dalam upaya pelestarian hutan sebagai habitat lebah madu hutandimukim Buloh Seuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan. Metode penelitianberupa survey dengan menggunakan wawancara dan alat kuesioner. Analisis data yangdigunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemanenanmadu hutan masih dilakukan berdasarkan kearifan lokal atau mengikuti resam gampongdengan diawali proses Ber’at dan Meulawak yang dipimpin oleh pawang, dan masihmenggunakan alat-alat pemanenan tradisional. Adapun peran masyarakat dalam pelestarianhutan sebagai habitat lebah madu hutan juga dilakukan sesuai peraturan gampong yang sudahberlaku secara turun temurun dengan mematuhi berbagai pantangan (tabu) terhadap apa yangtidak boleh dilakukan di kawasan hutan tempat bersarang lebah madu hutan.