Capung (Odonata) merupakan salah satu serangga predator yang memiliki peranan penting dalam ekosistem persawahan, terutama sebagai musuh alami hama tanaman padi dan sebagai bioindikator kualitas lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis capung yang terdapat pada areal persawahan serta tingkat keanekaragaman capung di Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga April 2025 di empat Desa yaitu Desa Aur Gading, Sari Mulya, Bukit Sari, dan Kuamang. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive random sampling, dan penangkapan capung dilakukan menggunakan jaring ayun pada waktu pagi hari saat capung aktif beraktivitas. Identifikasi spesies capung dilakukan di Laboratorium Universitas Muara Bungo dengan menggunakan buku panduan identifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 8 jenis capung yang terdiri dari dua subordo, yaitu Anisoptera (capung biasa) dan Zygoptera (capung jarum). Jenis-jenis capung yang ditemukan antara lain Orthetrum sabina, Orthetrum chrysis, Pantala flavescens, Agriocnemis femina, Agriocnemis pygmaea, Ischnura senegalensis, Pseudagrion pruinosum, dan Prodasineura autumnalis. Nilai indeks keanekaragaman tertinggi ditemukan di Desa Aur Gading sebesar 1,84 dan terendah di Desa Bukit Sari sebesar 1,40. Indeks kemerataan tertinggi terdapat di Desa Kuamang sebesar 0,89 dan terendah di Desa Sari Mulya sebesar 0,83. Sedangkan indeks Kekayaan Spesies tertinggi ditemukan di Desa Sari Mulya dan Bukit Sari sebesar 0,28, dan terendah di Desa Aur Gading sebesar 0,19Kata Kunci: Capung, keanekaragaman, persawahan, Jujuhan Ilir ABSTRACT Dragonflies (Odonata) are predatory insects that play an important role in rice field ecosystems, particularly as natural enemies of rice pests and as bioindicators of aquatic environmental quality. This study aims to identify the species of dragonflies found in rice field areas and to determine the level of dragonfly diversity in Jujuhan Ilir Subdistrict, Bungo Regency. The research was conducted from January to April 2025 in four villages: Aur Gading, Sari Mulya, Bukit Sari, and Kuamang. The sampling method used was purposive random sampling, and dragonflies were captured using a sweep net during the morning when they were most active. Species identification was carried out at the Laboratory of the University of Muara Bungo using an identification guidebook.The results showed that eight species of dragonflies were found, consisting of two suborders: Anisoptera (true dragonflies) and Zygoptera (damselflies). The identified species were Orthetrum sabina, Orthetrum chrysis, Pantala flavescens, Agriocnemis femina, Agriocnemis pygmaea, Ischnura senegalensis, Pseudagrion pruinosum, and Prodasineura autumnalis. The highest diversity index was found in Aur Gading Village (1.84), while the lowest was in Bukit Sari Village (1.40). The highest evenness index was recorded in Kuamang Village (0.89), and the lowest in Sari Mulya Village (0.83). The highest species richness index was found in Sari Mulya and Bukit Sari Villages (0.28), and the lowest in Aur Gading Village (0.19). Keywords: Dragonflies, diversity, rice fields, Jujuhan Ilir