Soleman Kawangmani
(Sinta ID : 6684465) STT Gamaliel

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENGALAMAN REALISTIS-MISTIS GEREJA PERDANA DI JEMAAT UNTUK MEMBERITAKAN KABAR BAIK DALAM KONTEKS MISTIK JAWA KONTEMPORER Soleman Kawangmani; Lavandya Permata Kusuma Wardhani
Jurnal STT Gamaliel Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Gamaliel Vol. 4 No. 2 September 2022
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v4i2.163

Abstract

Mistik Jawa kontemporer berkembang akibat agama formal gagal menjadi kekuatan moral, terlalu dogmatis dan ritualistik serta kurang memperhatikan kebutuhan batin. Pada hal gereja perdana memiliki pengalaman dengan Roh Kudus yang sifatnya batiniah, bukan formalistik dan ritualistik. Pengalaman gereja perdana harus menjadi pola hidup jemaat masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pola implementasi pengalaman gereja perdana dengan Roh Kudus di gereja masa kini untuk memberitakan Kabar Baik dalam konteks mistik Jawa kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif preskriptif dengan metode eksegesa teks Alkitab dan studi literatur. Penelitian ini menghasilkan ‘Pola Eklesia-Pneumato-Kristosentris’ dengan lima ciri yaitu persekutuan, belajar Firman Allah, doa dan penyembahan, pemberdayaan karunia Roh dan pengutusan untuk memberitakan Kabar Baik. Contemporary Javanese mysticism developed because formal religion failed to become a moral force, was too dogmatic and ritualistic and did not pay attention to inner needs. In the case of the early church, the experience with the Holy Spirit was inward, not formalistic and ritualistic. The experience of the early church should be the pattern of life for the congregation today. This study aims to find a pattern of implementing the experience of the early church with the Holy Spirit in the contemporary church to preach the Good News in the context of contemporary Javanese mysticism. This study uses a prescriptive qualitative approach with exegesis methods of biblical texts and literature studies. This research resulted in an 'Eklesia-Pneumato-Christocentric Pattern' with five characteristics, namely fellowship, learning God's Word, prayer and worship, empowering the gift of the Spirit and sending out to preach the Good News.
STRATEGI MISI KE SUKU-SUKU DI KALIMANTAN: SEBUAH SYSTEMATIC REVIEW Soleman Kawangmani; Yosia Wartono; Hery Fitriyanto
Jurnal STT Gamaliel Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Gamaliel Vol. 5 No. 2 September 2023
Publisher : STT Gamaliel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38052/gamaliel.v5i2.237

Abstract

Pelayanan misi ke suku-suku di Kalimantan memerlukan suatu strategi misi yang tepat mencakup komponen strategis maupun komponen dukungan misi. Relatif banyak artikel hasil penelitian mengenai misi ke suku-suku di Kalimantan dengan kekhasan pemikiran strategisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematik artikel-artikel tersebut dalam rentang tahun 2018-2023. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu systematic review. Ada lima dari 19 artikel yang memenuhi syarat untuk dikaji (review). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sudah ada strategi misi yang memadukan berbagai komponen strategis misi. Demikian pula ada komponen pendukung misi mencakup dukungan moral, doa, finasial dan logistik, komunikasi dan komunitas orang percaya bagi para utusan yang melayani di suku-suku di Kalimantan. Sekalipun demikian ada komponen-komponen pendukung yang belum dinyatakan secara tegas sehingga secara keseluruhan belum utuh. Hal ini berimplikasi yaitu misi kepada suku-suku di Kalimantan memerlukan action plan berupa desain strategi misi yang holistik dan kontekstual.